Casanova In Love

Casanova In Love
Bak Seorang Menantu Yang Manis


__ADS_3

Yuna berpura-pura tak menyadari jika di dalam rumahnya sedang ada tamu dan malah langsung mau ngeloyor pergi ke dalam kamarnya saja.


"Yuna! Tolong buatkan minuman dulu untuk tamu kita, Sayang!" perintah dari sang ayah tercinta kini menghentikkan langkah kaki Yuna yang sudah bersiap untuk segera pergi ke kamarnya.


Yuna menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan terlihat sedikit kesal. Namun gadis berwajah cantik nan tegas itu tak bisa melawan sang ayah dan segera mematuhi perintahnya.


"Baik, Ayah." sahut Yuna lalu mulai melenggang ke dapur untuk membuatkan minuman untuk sang tamu yang bahkan Yuna sendiri tak mengharapkan kehadirannya.


Sementara Kagami Jiro terlihat sudah asyik berbincang dengan kedua orang tua Yuna di ruang tamu.


Setelah beberapa saat, Yuna sudah datang kembali dengan membawakan 2 cangkir Americano coffe dan secangkir teh ocha di atas sebuah nampan plastik berwarna coklat, lalu meletakkannya di atas meja.


"Silakan ..." ucap Yuna berniat untuk segera pergi kembali ke kamarnya.


"Yuna, terima kasih ya Americano coffe ini." ucap Kagami Jiro dengan ramah sebelum Yuna berlalu lagi.


"Hhm. Sama-sama, Tuan Kagami Jiro." sahut Yuna lalu meninggalkan mereka dan segera pergi ke kamarnya.


"Huft ... kali ini apa yang sedang pria itu rencanakan? Apakah mereka akan mengancam kedua orang tuaku juga? Huft ..." Yuna yang sudah merebahkan tubuhnya di atas pembaringan untuk sejenak, kini mulai meraih ponselnya untuk mengecek ponselnya.


Ternyata sudah ada sebuah pesan dari Jonathan. Yuna segera mengaktifkan kunci layar ponselnya yang tentu saja sudah dia rubah kembali paswordnya, lalu Yuna mulai membaca pesan itu.


Yuna, malam ini kamu juga akan datang ke pesta pertunangan adik senior Sky bukan? Aku akan menjemputmu nanti malam ya. Jonathan yang paling keren.


"Ckk, dasar Jonathan! Apanya yang keren dari dia? Lebih cocok Jonathan yang paling bawel! Ahaha ..." Yuna tertawa sendiri saat membaca pesan dari sahabat kecilnya itu, lalu segera membalas pesan itu.

__ADS_1


Setelah membalas pesan itu, kini Yuna mulai berganti pakaian dengan pakaian yang lebih hangat karena akan pergi ke salah satu tempat perbelanjaan untuk membeli sebuah kado.


Kali ini Yuna mengenakan sebuah sweater berwarna gelap dan memadukannya dengan celana jeans yang berwarna gelap juga. Tak lupa Yuna juga mengenakan sebuah coat hangatnya yang berwarna kecoklatan.


Yuna melepas ikatan rambutnya dan mulai merapikan rambutnya kembali dan kali ini menggeraikannya begitu saja. Sebuah lip tint berwarna natural pink mulai dipoleskan tipis pada bibir mungilnya.


Sebuah sling bag putih mulai diambilnya dan segera digantungkannya pada bahunya dengan posisi menyilang. Lalu Yuna mulai meninggalkan kamarnya kembali dan bergegas untuk segera pergi.


"Yuna sayang, kamu mau pergi membeli kado bukan?" kini sang ibu yang baru saja melihat Yuna melewati ruang tamu mulai berkata.


"Iya, Ibu. Aku akan pergi sebentar untuk mencari kado pertunangan untuk adik senior Sky." jawab Yuna seadanya dan mulai memakai sepatu boot sedangnya.


"Tunggu sebentar, Sayang. Tuan Muda Kagami Jiro sudah menunggumu dan kamu malah mau pergi begitu saja?" celutuk sang ibu.


"Kalau begitu sebaiknya aku juga pamit kembali, Bibi, Paman Hyuga. Aku akan mengantarkan Yuna dan akan menemaninya mencari kado." ucap Kagami Jiro begitu manis di hadapan kedua orang tua Yuna.


Cckk ... lagi-lagi gadis itu menolakku? Bahkan kali ini di depan orang tuanya? Benar-benar keterlaluan ...


Batin Kagami Jiro yang terlihat sedang menahan kekesalannya.


"Maafkan Yuna, Tuan. Yuna memang selalu dingin seperti itu dengan orang asing. Namun sebenarnya dia sangat baik kok." ucap sang ibu yang merasa tidak enak dengan Kagami Jiro.


"Tidak masalah kok, Bibi." sahut Kagami Jiro berusaha untuk tetap tersenyum. "Baiklah, paman Inukai Hyuga ... jadi mulai besok paman akan akan dipindahkan pada bagian divisi marketing dan menjadi ketua dari divisi tersebut. Maaf ibuku tidak bisa menemui paman secara langsung, karena saat ini ibuku sedang berada di luar kota."


Raut wajah kedua orang tua Yuna terlihat begitu berbinar saat mendengar kenaikan jabatan untuk ayah Yuna. Terlebih perusahaan Ruby Shine yang dipimpin oleh Kagami Aiko adalah perusahaan yang cukup besar dan berkembang pesat. Dan merupakan perusahaan perhiasan terbesar kedua di Asia.

__ADS_1


Sebenarnya untuk bisa masuk dan bekerja di perusahaan Ruby Shine saja adalah merupakan sebuah keberuntungan, dan tergolong cukup sulit, ketat dan memiliki standarisasi yang cukup tinggi.


"Terima kasih, Tuan muda Kagami Jiro. Terima kasih banyak." ucap ayah Yuna begitu berbahagia dan sebenarnya masih merasa tak percaya, seakan-akan ini hanyalah sebuah mimpi saja.


"Sama-sama, Paman Inukai Hyuga. Aku mewakili ibuku juga sangat berterima kasih atas kinerja paman yang begitu baik terhadap Ruby Shine." sahut Kagami Jiro menautkan kedua jemarinya dan tersenyum hangat menatap ayah Yuna. "Ehm, tapi ngomong-ngomong tidak masalah bukan aku memanggil paman dan bibi seperti ini?" kini Kagami Jiro mulai beralih menatap ibu Yuna.


"Tentu saja tidak masalah. Malah sebenarnya kami merasa senang, Tuan muda Kagami Jiro." sahut ayah Yuna dengan jujur.


Karena panggilan paman dan bibi akan terlihat begitu dekat. Dan sebenarnya malah kedua orang tua Yuna-lah yang sedikit merasa segan.


"Hhm. Baiklah ..."


"Tuan muda Kagami Jiro. Kami akan mengadakan pesta perayaan kecil untuk merayakan kenaikan jabatan ini. Dan aku akan memasak beberapa makanan rumahan. Jika tuan muda Kagami Jiro berkenan, tuan bisa datang di akhir pekan. " ucap ibu Yuna yang terlihat tak kalah berbinarnya.


Sebenarnya cukup segan untuk mengundang Kagami Jiro, karena pesta perayaan yang akan mereka adakan hanyalah pesta kecil-kecilan dan hanya ditemani oleh masakan rumahan yang begitu sederhana. Namun karena sebelumnya Kagami Jiro pernah mengatakan jika dia lebih menyukai masakan rumahan dan tradision jika dibanding dengan makanan restoran yang kekinian, maka kali ini ibu Yuna memberanikan diri untuk mengundang Kagami Jiro.


"Tentu saja aku akan datang dengan senang hati, Bibi." sahut Kagami yang terlihat begitu manis.


Sungguh tak terlihat seperti seorang petinggi dari Doragonshadou yang terkenal begitu kejam, dingin dan bengis. Namun kali ini Kagami Jiro terlihat begitu manis dan hangat bak seorang menantu idaman semua ibu mertua. Ataukah memang itu sebenarnya tujuannya? Untuk memikat kedua orang tua Yuna? Entahlah, namun sepertinya kali ini Kagami Jiro memang terlihat begitu serius kepada Yuna.


"Kalau begitu aku permisi, Paman, bibi. Karena masih ada sesuatu yang harus aku lakukan sekarang." ucap Kagami Jiro mulai berpamitan.


"Baik, Tuan."


Kedua orang tua Yuna mulai mengantarkan Kagami Jiro hingga sampai ke pintu apartemen. Dan Kagami Jiro segera meninggalkan apartemen itu setelah berpamitan dengan kedua orang tua Yuna.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2