Casanova In Love

Casanova In Love
Si Pria Tampan Atau Si Pria Iblis ?


__ADS_3

"Yukimura! Bagaimana keadaanmu?" siang hari Kagami Jiro meluangkan waktunya untuk mengunjungi Yukimura kembali di rumah sakit.


"Aku sudah merasa lebih baik. Luka itu tak seberapa untukku, Jiro! Tenang saja!" Yukimura menjawab dengan senyum lebar dengan nada bicaranya yang terdengar sedikit jenaka.


"Hmm. Untung saja saat penembakan malam itu, tubuhmu sedang bertarung demgan preman-preman itu dan tak hanya diam saja. Sehingga sniper itu sedikit meleset dan tidak mengenai satupun organ di dalam tubuhmu." sahut Kagami Jiro dengan wajahnya yang begitu serius.


"Ya. Kau benar, Jiro!" sahut Yukimura sambil menikmati beberapa cemilan yang baru saja dibawakan oleh Kagami Jiro.


"Hhm. Kau seorang master kasino blackjack rupanya! Tepat seperti dugaanku selama ini!" ucap Kagami Jiro tersenyum misterius.


"Kau sudah mengetahuinya, Jiro?" Yukimura mengangkat kedua alisnya dan menatap Kagami Jiro sedikit terkejut.


"Tidak ada di dunia ini yang tidak bisa aku ketahui! Penyerangmu, pemimpin utama dari Death Eyes , pasti juga akan segera aku temukan!" ucap Kagami Jiro begitu yakin dan percaya diri.


"Yeap, tentu saja! Aku percaya padamu!"


"Setelah keluar dari rumah sakit, segeralah kembali ke desa Aiko Iyashi no Sato!"


"Bukankah kita akan pergi ke Nagano bersama hari ini, Jiro? Aku sudah sembuh! Aku bisa pergi bersamamu! Ayo kita pergi bersama!" ucap Yukimura begitu bersemangat.


"Tidak, Yukimura! Kau harus segera kembali ke desa Aiko Iyashi no Sato! Aku akan ke Nagano bersama beberapa orangku." ucap Kagami Jiro dengan pelan dan tenang.


"Tapi, Jiro ..."


"Aku akan memanggilmu kembali disaat aku membutuhkan bantuanmu, Yukimura! Kau tidak boleh sampai terekspos dan diketahui orang lain! Terutama musuh-musuh Doragonshadou dan juga Death Eyes!" Kagami Jiro menatap Yukimura lurus-lurus. Dan beberapa saat keduanya saling terdiam dan melakukan kontak mata.


"Baiklah, Jiro! Perintahkan saja semua padaku! Aku akan menjalankan sesuai dengan apa yang sudah kau perintahkan padaku!" jawab Yukimura dengan mantap.


"Hhm. Baiklah! Aku akan bersiap untuk ke Nagano. Mungkin dalam beberapa hari aku akan disana."


"Baiklah, Jiro! Katakan saja padaku jika kau membutuhkan bantuanku!"


"Hhm ..."


Bebarapa saat terdengar suara dering yang berasal dari ponsel Kagami Jiro. Dengan santai Kagami Jiro segera mengangkat panggilan itu.


"Ya, Nana. Ada apa?" sahut Kagami Jiro to the point.


"Jiro, apa kau bisa menemaniku pergi ke suatu tempat hari ini?" ucap seorang gadis bernama Nana dari seberang line.

__ADS_1


"Sore ini aku akan pergi ke luar kota, Nana. Jadi aku tak punya banyak waktu." jawab Kagami Jiro seadanya.


"Aku hanya minta ditemani ke butik saja kok untuk mengambil gaun. Kau ingat kan malam itu kau sudah merobek gaunku? Dan aku sudah memesan kembali gaun yang sama, Jiro! Jadi hari ini kau harus menemaniku untuk mengambilnya, dan juga membayarnya ..." gadis bernama Nana itu berkata dengan nada yang begitu manja.


"Kebetulan desainernya sudah pindah dari London dan sekarang ada di Yokohama juga kok! Yah, Sayang! Sebentar saja kok! Aku janji deh!" Nana kembali memohon dan membujuk kembalii.


"Baiklah, aku akan segera menjemputmu! Tapi hanya untuk mengambil gaun saja!"


"Okay!"


Kagami Jiro segera mengakhiri panggilan itu dan menyimpan kemabali ponselnya.


"Siapa, Jiro? Kekasih baru lagi?" ucap Yukimura menggoda Kagami Jiro.


"Ahaha ... biasa partner kerja!" sahut Jiro lalu bangkit dari duduknya. "Aku pergi dulu, Yukimura!" ucap Kagami Jiro yang sudah mulai melenggang meninggalkan ruangan itu.


...⚜⚜⚜...


Kagami Jiro mulai menepikan Buggati Divo kesayangannya dan mulai memarkirnya di depan sebuah butik yang dipenuhi dengan karangan bunga. Dan sepertinya butik ini baru saja diresmikan.


Kagami Jiro mengkerutkan keningnya menatap nama butik itu dan sempat menghentikkan langkah kakinya sebelum memasuki butik itu.


Yuna's Fashion? Butik ini bukan milik si gadis bermulut pedas itu kan? Ah ... pasti bukan! Mungkin hanya nama saja yang sama!


GREPP ...


Tiba-tiba saja Nana segera meraih lengan Kagami Jiro dan menariknya untuk memasuki butik itu.


Sebuah butik yang berukuran tidak terlalu besar dan memiliki 3 lantai itu terlihat cukup unik dan menarik dengan desain dan segala interiornya yang bergaya modern dan bertuliskan dengan besar butik itu di depan gedung itu Yuna's Fashion.


"Selamat siang, Tuan, Nona." sapa seorang staff dengan begitu ramah. "Ada yang bisa kami bantu?"


"Aku mau mengambil gaunku! Kak Yuna baru saja menghubungiku dan mengatakan jika gaunku sudah selesai dan aku bisa mengambilnya." sahut Nana dengan ramah juga.


Yuna? Apakah Yuna yang itu? Tapi mengapa aku tidak tau jika dia sudah memiliki sebuah butik di Yokohama? Ah ... pasti bukan dia!


Batin Kagami Jiro lagi mengkerutkan keningnya lagi.


"Baiklah mari saya antarkan ke ruangan Nona Yuna!" staff itu mulai melenggang, Nana dan Kagami Jiro juga melenggang mengikuti staff itu hingga kini staff itu mulai berhenti di depan ruangan dan mulai mengetuk pintu.

__ADS_1


"Masuk!" perintah sang pemilik ruangan dari dalam.


Staff itu mulai memasuki ruangan dan diikuti oleh Nana dan Kagami Jiro.


"Ada apa, Mayu?" tanya seorang gadis tanpa melihat tamu yang datang, dan biasanya hanya asistennya Mayu yang sering masuk ke ruangannya untuk mencarinya.


Gadis cantik dengan pakaian rapi itu terlihat sedang melakukan sesuatu dengan buku dan penanya.


"Ada yang mencari nona Yuna." jawab Mayu dan sedikit memberikan jalan untuk Nana yang masih menggandeng Kagami Jiro.


Yuna segera mendongak untuk melihat tamunya, dan betapa terkejutnya dia. Tamu itu memang adalah salah satu pelanggannya, Nana Fukada. Namun dia datang bersama Kagami Jiro.


Kagami Jiro yang melihat owner butik ini yang tak lain adalah Yuna yang dia kenal juga terlihat begitu terkejut. Namun siapa sangka Yuna malah seakan tidak mengenali Kagami Jiro dan tetap bersikap profesional menganggap mereka berdua adalah customer-nya.


"Selamat siang, Nona Nana." sapa Yuna dengan ramah dan mulai berdiri untuk mengambil sebuah gaun yang sudah dia siapkan di dalam sebuah bingkisan yang berukuraan cukup besar.


"Wah, ternyata kak Yuna yang malam itu menghadiri pesta perayaan ulang tahun ke-7 gedung pameran tuan Tatsuya ya?" ucap Nana sedikit terkejut namun terlihat begitu bahagia.


"Benar sekali, Nona Nana." sahut Yuna dengan seulas senyum tanpa menatap Kagami Jiro sama sekali. "Silakan, gaun nona Nana sudah selesai. Dan desain ini sesuai dengan permintaan khusus dari nona." Yuna berjalan mendekati mereka dan memberikan bingkisan itu untuk Nana.


"Terima kasih, Kak! Aku sungguh tidak menyangka ternyata aku pernah bertemu dengan desainer faforitku sebelumnya! Maafkan aku yang tidak mengenalimu saat itu!" ucap Nana yang terlihat begitu menyesal.


"Tidak masalah, Nona." jawab Yuna dengan begitu ramah.


"Baiklah, kalau begitu kita akan segera pergi. Terima kasih." pamit Nana sambil menarik Kagami Jiro begitu saja.


Meskipun dengan langkah yang berat, akhirnya Kagami Jiro menuruti Nana begitu saja.


"Huftt ... lagi-lagi bertemu dengan pria menyebalkan itu!" Yuna mendengus kesal lalu menghempaskan tubuhnya di atas kursi kerjanya kembali. "Untung saja ada Nana kekasihnya, jadi dia tak bisa berbuat sesuka hatinya padaku!"


TRRIINNG ...


Tiba-tiba ada sebuah pesan baru dari sebuah nick name Pria Tampan.


"Pria tampan?" Yuna mengkerutkan keningnya membaca nama yang tersimpan di dalam ponselnya itu. "Kapan aku menyimpan nama seseorang dengan nama itu? Sepertinya aku tidak pernah melakukannya deh ..." imbuh Yuna lalu mulai membuka pesan itu.


Saat aku kembali dari Nagano, pakaianku harus sudah selesai! Kagami Jiro.


Spontan saja Yuna langsung mengkerutkan keningnya setelah membaca pesan yang membuatnya begitu kesal itu. Dan dengan cepat Yuna segera me-rename nama itu menjadi

__ADS_1


Si Pria Iblis


...⚜⚜⚜...


__ADS_2