
Wajah Abraham dan Bellova dekat, sejenak mereka saling bertatapan sebelum memulai pembicaraan. Bellova tersenyum, Abraham terdiam sambil memandangi nya.
“Pak? Kenapa belum turun? Di sini rumah saya.” Ucap Bellova dengan senyum senang nya karena orang yang di tunggu akhir nya datang juga.
Bellova mundur sedikit, agar Abraham bisa membuka pintu.
“Kalian minggir dong, pintu nya tidak bisa di buka.” Bellova merentangkan kedua tangan nya, agar tidak terlalu dekat dengan Abraham.
Abraham akhir nya turun, dengan wajah datar ketus nya, tapi tidak mengurangi ketampanan keturunan Lucifer itu.
“Wah, tampan sekali ya.”
“Dia tidak setua yang aku pikirkan.”
“Aku juga mau dong punya ‘bapak’ seperti dia.”
Komentar-komentar tetangga-tetangga yang melihat pesona Abraham.
“Silahkan masuk pak ke istana saya.” Ajak Bellova menarik tangan Abraham.
Pria itu tidak bisa menolak karena sudah di bawa.
Keluarga Bellova menyiapkan kursi plastik berwarna biru, yang sudah di bersihkan dengan kain yang mereka pakai.
“Duduk pak, kursi nya sudah di bersihkan.” Ibu Bellova menawarkan kursi pada Abraham.
“Tidak usah repot-repot seperti ini, aku kan manusia biasa, jangan berlebihan.” Ucap Abraham sembari duduk.
Ibu Bellova melihat Bellova, ibu nya tidak menyangka kalau Abraham sangat ketus.
Abraham sekarang menjadi pusat perhatian warga sekitar, tentu saja dia risih.
__ADS_1
“Apa-apaan tatapan mereka? Apa tidak pernah melihat orang seperti ku?” Ucap Abraham dalam hati.
“Tidak usah berlama-lama. Aku datang ke sini untuk membayar hutang. Bellova, mana orang nya?” tanya Abraham tanpa basa-basi.
“Di..
“Aku! Hutang dia ada pada ku.” Roya maju sendiri dengan percaya diri.
Abraham melihat pria itu, dari bawah sampai ujung kepala nya, dahi nya mengkerut, lalu menghela napas nya.
Abraham melihat Bellova, “Pria mana yang ingin di nikahkan dengan mu?” tanya nya.
Bellova memberi kode, melirik Roya yang ada di samping nya berdiri.
“Dia pak.” Jawab nya menunjuk.
Lagi, Abraham menghela napas, mengusap-usap hidung nya.
“Walaupun aku punya isteri, mau satu atau sepuluh, selama aku bisa menafkahi mereka dan selama aku masih belum puas, aku akan menikah terus. Tidak ada masalah kan?” jawab nya dengan sombong.
Reaksi wajah Abraham seperti ingin memukul wajah yang sok keren dan sok tampan itu, tapi dia berusaha untuk bersabar.
“100 juta kan hutang nya? Aku sudah mem..
“Iya, 100 juta, tapi belum dengan biaya-biaya lain.” Roya memotong ucapan Abraham.
“Apa? Apa maksud mu Roya?” tanya Bellova yang terkejut.
Roya melihat Bellova, “Hey, siapa yang bertanggung jawab dengan biaya pernikahan kemarin?”
“Tapi itu kan bukan permintaan ku, kau sendiri yang melakukan nya tanpa keinginan ku, lagi pula…
__ADS_1
“Kau lama-lama melunjak ya Bella, tidak tahu diri! Kau pikir siapa yang menolong orang tua mu? Siapa yang menjaga mereka? Selama kau tidak ada di sini? Hah?” teriak Roya sembari mendorong-dorong dan menunjuk Bellova.
Brak..
Abraham tiba-tiba berdiri melempar kursi hingga patah, semua takut melihat aksi nya. Dia melangkah mendekati mereka berdua yang juga ikut terdiam karena ulah Abraham.
Abraham melihat Roya dengan tajam, rasa nya tangan nya ingin di tinjukan pada pria yang mulut nya sangat pedas.
“Berapa hutang nya? Semua nya!” tanya nya tajam.
Roya tidak berani menatap sepasang mata Abraham yang tajam.
“190 juta..
“Apa? Kenapa jadi sebanyak itu? apa…
Abraham mengangkat tangan nya agar Bellova berhenti bicara.
“Hanya segitu? Hah…nilai yang kecil. Aku akan membayar nya.” Ucap Abraham berbalik membelakangi nya.
“Kalau begitu, bayar sekarang! Jangan banyak bi..
Bbrruukk…
Sudah tidak tahan lagi, Abraham melayangkan tinju pertama nya pada pria yang berani nya bicara sombong saat dia sedikit saja menjauh.
Roya tersungkur jatuh ke lantai yang kasar, sambil memegang hidung yang sudah berdarah.
Abraham merapikan rambut nya sambil menghela napas.
“Aku kan sudah bilang, kalau aku akan membayar nya, tapi kenapa kau malah berteriak??... bikin emosi saja.” Ucap Abraham berusaha bersabar lagi.
__ADS_1
Semua yang melihat aksi itu terdiam, ada yang senang Roya di pukul seperti itu, ada yang kagum dengan kekuatan tangan Abraham.