KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 181


__ADS_3

Abraham baru datang dari luar, dengan membawa bungkusan plastik yang bertuliskan sebuah nama toko roti yang terkenal, di tangan nya yang lain, segelas kopi Capucino yang dingin. Semua orang melihat atasan nya yang datang dengan membawa makanan dan minuman yang sudah lama tidak pernah di makan setelah dia menikah.


“Loh? Pak Abraham? Kenapa anda makan itu? sebentar lagi kan jam makan siang, isteri anda juga akan datang membawa makan siang anda.” Tanya Ridwan.


“Tidak, dia tidak datang.” Jawab nya singkat, melepaskan sedotan yang baru di gunakan bibir nya.


“Kenapa? kalau begitu, nanti anda tidak kenyang dong, anda kan tidak kuat kalau tidak makan nasi.” Ridwan yang semakin penasaran.


“Aku melarang nya, lebih baik dia tidak usah datang kesini lagi, takut nya nanti ada yang mengikuti nya dengan niat jahat, jadi lebih aman kalau dia hanya di rumah saja.” Jawab nya dengan santai.


“Hmm… aku yakin sekali, pasti isteri anda akan sangat bosan. Bagaikan burung dalam sangkar,” sindir Ridwan tertawa kecil.


“Atau mungkin, Pak Abraham takut kalau isteri nya kepincut sama orang-orang yang ada di sini. Secara, isteri nya kan sangat cantik, ramah, gampang tersenyum dan sopan.” Adley memuji Bellova, tatapan Abraham tidak suka


mengarah pada nya.


“Oh, jadi intinya Pak Abraham cemburu ya?” tebak Ridwan.

__ADS_1


“Uuuuhhukk..uhuukk..uhuuk…” Abraham tersedak makanan roti nya, mendengar ucapan Ridwan.


“Ya ampun pak, minum dulu, apa anda sekaget itu? berarti benarkan kalau anda-


“Bisa diam tidak? Kalau tidak bisa, aku akan menyuruh mu kerja di lapangan sekarang.” Ancam Abraham meminum ice capucino nya.


“Iya..iya, saya akan diam.” Ridwan langsung menutup mulut dengan tangan nya.


Adley melihat tingkah atasan nya, dia yakin kalau atasan nya itu sedang menyembunyikan sesuatu.


“Sudah, tinggal mengikuti acara nya saja.” Jawab Abraham, memakan roti di tangan nya dan membuka buku catatan laporan.


“Lalu, kemana anda akan berbulan madu?”


“Uuuhhuukk…uuhuukk..” lagi, Abraham tersedak makanan nya karena mendengar serangan pertanyaan dari anak buah nya.


“Pppfftt..” sementara Adley menahan tawa.

__ADS_1


“Kalau bicara, di pikirkan dulu Ridwan.” Balas Abraham mengusap bibir nya.


“Apa pertanyaan saya salah? Kalau baru menikah kan memang harus pergi bulan madu.” Ucap Ridwan tanpa merasa bersalah.


“Atau… jangan bilang kalau anda tidak akan pergi bulan madu? Ya ampun pak, bisa kecewa besar nanti isteri anda. Anda harus-


“Bisa diam Ridwan? Setelah selesai jam istirahat, kamu kelapangan saja, tangkap penjahat-penjahat yang berkeliaran di luar, daripada kamu di sini berisik dan bertanya di luar kegiatan pekerjaan.” Abraham yang marah, membawa sisa roti dan minuman nya keruang pribadi dengan wajah ketus dan kesal.


“Ada apa dengan nya?” tanya nya pada Adley yang ada di situ juga, teman nya hanya menaikkan kedua bahu, membalas pertanyaan Ridwan.


************


Siang itu, Bellova tidak makan sama sekali. Karena ucapan Abraham yang masih terngiang di telinga nya, membuat nafsu makan siang nya hilang. Yang dia lakukan hanya berbaring menghadap atap langit dengan banyak


pertanyaan di kepala nya. Dia tidak tidur, membuka mata menatap atap langit, dan mencoba mencari tahu jawaban dari alasan Abraham yang melarang nya mengantarkan makan siang dan tidak boleh datang ke tempat suami nya bekerja.


Kenapa….Kenapa…Kenapa… dan kenapa. Itulah pertanyaan yang ada dalam pikiran nya.

__ADS_1


__ADS_2