
Semua menunggu jawaban Lucifer.
“Iya, papa ada hubungan dengan mafia.” Jawaban pertama yang membuat hampir semua tercengang.
Orang yang paling terkejut adalah Bellova, saking terkejutnya dia berusaha menutup mulut dengan tangannya.
“Apa papa punya teman dari mereka?” tanya Shinta lagi.
“Bukan Shinta, justru papa kamu bos nya, iyakan tuan Lucifer?” celetuk Revand mengedipkan mata.
Arshinta langsung menoleh pada papanya, meminta jawaban yang jelas.
“Benar, apa yang dikatakan paman mu itu benar. Deadly Poison adalah kelompok yang papa pimpin.”
Jawab papanya lagi dengan tenang. Tatapan nya seakan dengan sabar menjawab pertanyaan anak-anaknya.
“Bos Mafia??” gantian Bellova yang bertanya dengan suara keras sembari menunjuk Adam di depan semuanya.
Adam memberi tatapannya pada Bellova, “Iya, mertua mu ini adalah bos mafia.” Jawabnya masih dengan tenang.
Sudah! Tidak ada yang bertanya lagi. Suasana menjadi diam dan hening. Arshinta dan Ina seperti berpikir sesuatu. Bellova yang paling menunjukkan ketergejutannya.
__ADS_1
“Berarti anda sudah banyak membunuh orang?” tanya Bellova menunjuk lagi.
Setiap ada yang bertanya, dia menjadi pusat perhatian dari orang lain.
“Benar, aku sudah membunuh banyak orang, bahkan yang tadi kamu lihat, aku baru saja membunuh orang. Apa Bellova mau tahu bagaimana papa mertua mu ini melakukannya?”
“Ehem, papa sudahlah, jangan di perjelas dengan rinci.” Pinta Abraham karena sudah menebak bagaimana
papanya melakukan itu.
Pertanyaan Bellova adalah yang terakhir. Tidak ada pertanyaan lain lagi, entah karena tidak tahu harus bertanya apa lagi. Tapi Lucifer yang ingin menjelaskannya sendiri.
“Sebelumnya papa tidak ingin melakukan pekerjaan itu, tapi dulu ayah angkat papa yang pemimpin Deadly
“Bukan kelompok tapi Boss..” Revand dengan bangga memperkenalkan dirinya.
Jawaban dari Revand justru membuat yang lainnya kesal. Kasihan sekali Revand.
“Tapi tenang saja, papamu itu bukan orang yang suka cari gara-gara kok. Dia hanya menyerang kalau orang-orang tersayang nya di ancam atau dalam bahaya.” Bela Vicky untuk Lucifer.
“Memang banyak yang ingin memecah kami pada saat itu, sebelum kalian ada, bahkan paman saja hampir
__ADS_1
di bunuh papamu.” Ucap Vicky.
“Bukan cuma kamu saja Vicky, aku juga-
“Itu karena kau sudah berani menculik Eva yang saat itu sedang hamil Abraham dan Arshinta.” Vicky langsung menjawab kalimat Revand.
Abraham dan yang lainnya menatap marah pada Revand.
“Hey, aku kan tidak tahu kalau Eva itu adalah adikku, kan kami sudah terpisah dari kecil, dan yang mengakibatkan itu adalah si-
“Sudah cukup! Tidak usah mengorek-ngorek masalalu lagi. Sekarang kalian kan sudah tahu tentang siapa papa ini kan?” Lucifer menghentikan perdebatan masalalu.
“Pasti menantu dan calon menantumu ini terkejut dan tidak menyangka.” Tunjuk Revand terutama pada
Bellova.
“Benar kan… Bellova?”
“Ha? Mmm… itu… itu…
Bellova tidak bisa menjawab dengan tenang, karena mendapat tatapan tajam dari sekitarnya.
__ADS_1
“Jangan takut, kamu jawab saja yang memang benar kamu rasakan.” Abraham menenangkannya.
“Apa… apa… aku tidak…akan dibunuh?” tanya Bellova yang khawatir dan panik.