
“Aduh… bagaimana ini? Mobil nya rusak lagi, sebentar lagi jam makan siang.” Monika turun dari mobil, mengecek kerusakan mobil nya.
Mobil nya berhenti saat Monik ingin mengantarkan makan siang untuk pelanggan nya di kantor polisi.
Dia berdiri di sisi kiri jalan, setelah mobil nya terparkir, sambil menghubungi seseorang untuk datang membantu nya.
“30 menit lagi nih.”
Sepeda motor yang baru melewati mobil Monik, berhenti dan perlahan mundur, agar sejajar dengan mobil Monika. Wanita itu melihat pria yang mengemudikan motor itu menghampiri nya, sedikit gelisah dan takut.
“Nona cantik, apa mobil mu mogok?” tanya pria itu sembari tersenyum ramah, masih berada di motor nya.
“Oh… hhmm.. iya.” Jawab Monik gugup, berusaha tersenyum walau takut.
Tak…
Pria itu turun dari motor nya, mendekati mobil yang sudah terbuka bagian depan, penutup mesin mobil nya.
Pria itu mengecek, Monik mengawasi tanpa membuat pria itu curiga. Sesekali melirik jam di tangan nya. Sementara rekan yang baru di hubungi juga belum datang.
“Sudah selesai, tolong anda nyalakan mobil nya?” suruh pria itu melihat Monik yang masih berdiri di samping nya.
“Oh.. iya.” Dengan cepat dia masuk ke mobil, untuk menyalakan mobil nya.
__ADS_1
Setelah di coba beberapa kali, akhir nya mobil bisa nyala.
“Bagaimana? Sudah bisa kan?” tanya nya sembari berjalan kearah Monik, di kursi kemudi.
“Iya, terima kasih ya.” jawab nya tersenyum.
“Sama-sama nona cantik. Seperti nya anda terburu-buru, silahkan lanjutkan perjalanan anda.” Ucap nya.
“Iya, saya akan pergi dulu, sekali lagi terima kasih ya.”
Pria itu mengangguk, melambaikan tangan dan menjauh dari mobil yang akan berangkat.
Setelah Monik pergi, pria itu naik ke motor,dan pergi berada di belakang mobil Monika.
“Kenapa orang itu mengikuti ku ya? apa dia sengaja untuk menjebakku? Tapi dia kan sudah membantu ku tadi.” Gumam Monik melihat dari kaca mobil nya.
“Aku harus cepat ke kantor polisi, pasti dia tidak akan berani kesana.” Monik menambah kecepatan mobil nya.
“Kenapa dia tidak jalan duluan saja, apa dia sengaja?”
Monik sudah sedikit menurunkan mobil nya dengan sengaja, tapi motor itu tidak mau mendahului nya.
Si pemilik motor dengan santai nya berjalan di belakang mobil Monik, tanpa tahu apa yang di pikirkan si pemilik mobil.
__ADS_1
Semakin lama kecepatan mobil semakin bertambah.
“Kenapa dia cepat sekali, di depan kan banyak kendaraan,apa tidak apa-apa?” gumam si pemilik motor, yang menggunakan helm menutupi hampir semua kepala nya.
Hingga akhir nya Monik sudah berada di depan halaman kantor polisi. Dengan cepat dia turun dan masuk kedalam kantor, terburu-buru. Padahal biasa nya wanita itu akan mengeluarkan kotak makanan lebih dulu.
Adley melihat Monik yang panik, dan mendekati nya.
“Monik? Ada apa? Buru-buru banget?” tanya nya panik juga.
Nafas Monik yang terengah-engah karena kelelahan, berusaha untuk tenang kembali.
“Aduh…hah..itu…tadi…tadi aku-
“Ehem… selamat siang pak Adley.” Suara pria dari belakang Monik.
Monik terkejut, dia masih belum berani melihat kebelakang nya.
Walau baru sebentar berbicara dengan pria itu, dia masih ingat bagaimana suara nya. Dan suara yang barusan dia dengar sama persis dengan suara si pemilik motor yang mengikuti nya dari belakang.
“Dia ada di sini?” gumam Monik.
__ADS_1