KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 162


__ADS_3

Eva bersama dengan menantu nya, Bellova di kantin. Karena bersama dengan mama mertua nya, Bellova tidak tahu harus bersikap seperti apa, dia hanya diam menundukkan wajah nya.


“Lov, kamu masih ingat gak apa kata papa mu?” tanya Eva yang merasakan sikap Bellova.


Bellova tampak sedang berpikir.


“Seperti nya kau lupa. ‘Jangan menundukkan wajah mu, karena kalau kau melakukan nya, itu arti nya kau tidak percaya diri dan tidak percaya juga pada orang lain’ yang dekat dengan mu, misal nya saja pada Abraham.” Eva


memberitahukan nya, karena Bellova seperti tidak ingat dengan pesan Lucifer.

__ADS_1


Perlahan gadis itu mengangkat wajah nya.


Eva tersenyum, mengusap kepala Bellova, “Kau pasti dengar, kisah perjalanan cinta kami berdua, yang hampir sama persis seperti kau dan Abraham. Tapi kau lebih beruntung, karena kau menikah dengan pria yang wajah nya tidak beringas dan galak seperti papa mertua mu.”


“Ppfftt…” Bellova menahan tawa.


“Mama yakin, saat pertama kali kau melihat nya juga pasti takut, sama seperti mama pertama kali melihat nya, aneh nya kami sering bertemu, dan di setiap pertemuan dia selalu menolong mama, dan perlahan mama tahu, bagaimana sikap dan perasaan nya yang sebenar nya. Yah…. Mungkin dia adalah jodoh yang sudah di takdirkan untuk mama.” Ucap Eva dengan bangga.


“Ta…tapi ma, aku…aku masih merasa tidak sesuai dengan Abraham. Aku hanya membuat nya malu di hadapan orang lain yang kenal dengan nya. Semua mata pasti memandang rendah dan sepele pada Abraham, dan-

__ADS_1


“Jangan bicara seperti itu. Kalau kamu memikirkan ‘mata’ mereka, tidak akan ada habis nya. Manusia hanya bisa mencari kekurangan orang lain, itu karena mungkin mereka iri atau tidak mampu. Kau tidak harus memaksakan dirimu sesuai di mata mereka, selama mereka tidak suka dengan mu, alasan apapun akan ada untuk membenci mu.”


“Kau pikir Bram dengan mudah melangkah sampai tahap ini? Dia harus menghadapi kata-kata yang bisa mematahkan nya, tapi dia tidak perduli. Dia berjalan dan melangkah sendiri, dan kami hanya mendukung dan memberi nya semangat. Banyak yang bilang, karena dia tampan lah, karena kaya lah, karena kesombongan nya lah, Bram tidak perduli. Justru dia ‘menutup’ mulut mereka dengan prestasi dan kemampuan pekerjaan nya. Tapi, bukan berarti sudah berakhir atau berhenti, mereka akan terus mencari dan mengorek kesalahan Bram, dan Bram


tetap tenang. Omongan busuk yang bisa menjatuhkan, dianggap sebagai motivasi dan dorongan nya saja, meskipun terkadang kalau mama mendengar nya rasa nya mama ingin menghajar mereka.” Eva terlihat kesal.


Eva menghela napas,melihat kembali Bellova yang masih mendengar.


“Maka nya mama katakan pada mu, kau harus bangga dan senang karena bisa menikah dengan Bram. Kalau seandainya kau sombong pun tidak masalah, selama kau menjaga harga diri dan nama semua keluargamu. Abram kuat dan mandiri, kau pun harus sama, paling tidak percaya pada nya. Lupakan pandangan buruk orang pada mu, itu karena mereka tidak suka atau iri pada mu. Harus nya kau bangga dong.” Eva menutup kalimat nya dengan tersenyum.

__ADS_1


Bellova tersenyum, menganggukkan kepala. Menghela napas dengan panjang, Eva hanya tersenyum melihat reaksi nya.


Mertua dan menantu itu berbicara dari hati ke hati. Karena Eva tahu, menantu nya itu memiliki tingkat kepercayaan diri yang paling rendah di bandingkan calon menantu nya yang lain.


__ADS_2