KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 96


__ADS_3

“Hallo!!!” si bapak calon suami yang menerima telepon dan menjawab dengan keras.


“Bang**t!!! jangan berteriak!!” teriak Abraham di seberang sana.


Dari dulu Abraham paling tidak suka ada yang berbicara dengan suara keras pada nya, walaupun itu Bellova.


“Pppftt..” Adley menahan tawa.


Suara teriakan Abraham juga terdengar dalam ruangan.


“Ha…hallo..” ucap dari seberang lagi dengan suara pelan gemetar.


“Kau siapa? Apa hubungan mu dengan Bellova?” tanya Abraham suara nya memang pelan, tapi tegas.


“Aku adalah ayah dari suami si anak berutang itu.” jawab nya gugup tapi ngeselin.


“Ayah dari suami? Anak berutang? Apa maksud mu? Anak mu itu dan Bellova belum melangsungkan pernikahan kan? Kalau bicara itu yang jelas, jangan berbelit-belit!” Abraham yang mulai kesal.


“Eeehem, orang tua Bellova punya hutang pada saya sebesar 100 juta, dan..


“Berapa hutang pokok nya?” Abraham memotong ucapan orang itu dengan pertanyaan tajam.


“Li…lima juta, tapi..


“Dari 5 juta menjadi 100 juta? Dan dalam waktu dua bulan? Woy pak, hati-hati tuh perut penuh sama cacing nanti, gak takut azab?” ucap nya geram.


“Tapi.. tapi itu kan sudah kesepakatan mereka dan saya, jadi..


“Aku akan bayar semua hutang nya! Jadi hentikan pernikahan nya, aku yang akan bayar.” Ucap Abraham tidak mau panjang lebar.


“Apa? Tidak bisa, karena ini sudah perjanjian antara…

__ADS_1


“Mau aku masukkan ke dalam penjara? Kau tahu tidak siapa aku?” tanya Abraham sombong.


“Memang nya siapa kau? Apa kau pikir..


“Aku adalah polisi, kau tahu kan apa tugas polisi? Aku bisa menangkap mu karena memaksa orang menikah dan memberi bunga yang besar pada orang lain.” Abraham mengancam nya.


Sebenar nya Abraham tidak serius untuk menangkap nya, tapi dia hanya mengancam agar pernikahan itu di hentikan dan tidak menyakiti Bellova dan keluarga nya. Lagi pula ayah dari calon pengantin laki-laki juga sangat


takut dengan polisi.


"Apa? jadi gadis itu punya kenalan seorang polisi? gawat, aku tidak boleh punya masalah dengan nya." ucap nya dalam hati.


“Bagaimana cara mu membayar nya? Aku tidak mau di bohongi, dan aku tidak bodoh, aku..


“Aku akan transfer! Kirim nomor rekening nya sekarang!”


“Aku tidak mau di transfer! Aku mau di bayar cash dan tunai!” ucap nya dengan nada penekanan.


“Cash dan tunai? Apa beda nya?” gumam Abraham.


Bellova yang berdiri sambil mendengarkan sedikit obrolan mereka. Pria tua itu memberikan ponsel pada nya.


“Hallo pak Abraham.” Jawab Bellova dengan suara pelan.


“Aku akan membayar semua hutang mu, jadi kau tidak usah melakukan pernikahan nya.” Abraham pun berbicara pada nya dengan nada pelan, tidak marah atau emosi, berbeda dengan orang sebelum nya.


“Apa pak? Bapak mau membayarkan hutang saya? Tapi hutang nya banyak pak. Nanti uang bapak habis..


“Pppfftt.. uang ku tidak akan habis, bahkan untuk menghidupi sebanyak 100 orang seperti mu pun aku masih bisa.” Ucap nya bangga.


Tidak ada jawaban dari Bellova.

__ADS_1


“Ekkhem, aku akan datang ke kampung mu untuk membayarkan nya langsung. Jadi… karena pernikahan nya batal, apa kau masih mau bekerja dengan ku?” tanya nya ragu-ragu.


“Apa bapak masih mau menerima saya bekerja di rumah nya?” tanya Bellova.


“Tentu saja. Lagi pula kau juga minta ingin ke Jakarta kan? Kalau aku mau, sekalian aku menjemput mu ke Jakarta. Itu kalau kau mau! Kalau tidak..


“Saya mau pak! Saya mau sekali. Saya pasti sangat senang bisa bertemu dan bekerja lagi bersama anda.” Jawab Bellova semangat.


“Yah, bagus lah, aku juga senang kalau kau datang. Kalau begitu, kau bersiap-siap saja, hari ini aku akan datang ke kampung mu, alamat nya masih sama kan dengan yang kau kirim?” tanya Abraham yang sudah pernah menerima alamat dari Bellova.


“Sama pak, tidak ada yang beda. Terima kasih ya pak Abraham, nanti kalau saya sudah mulai bekerja, saya mau kok tidak di gaji sampai hutang saya lunas.” Kata nya pasrah.


“Nanti saja kita bicarakan itu, yang penting kau datang saja dulu. Sudah ya, aku akan kesana.” Ucap Abraham langsung menutup telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Bellova.


“Ada apa? Seperti nya aku dengar kalau Bellova tidak jadi menikah?” tanya Adley yang sedari tadi penasaran.


Abraham melihat rekan-rekan nya yang juga penasaran.


“Iya, dia tidak jadi menikah. Sebelum nya juga aku sudah memperingati nya agar mengenal calon nya dulu, tapi dia percaya pada keluarga nya. Dan ternyata menikah karena hutang, apalagi kata nya pria sudah memiliki beberapa isteri.” Jawab Abraham mengambil kunci mobil nya.


“Lalu kau mau kemana?” tanya Adley melihat Abraham mengambil kunci mobil.


“Aku akan menjemput nya, sekalian membayarkan hutang mereka, karena tidak mau transfer, mau nya cash dan tunai.” Ucap nya menjawab pertanyaan rekan nya.


“Cash dan tunai? Apa beda  nya?”


“Entahlah. Selama aku tidak di sini, kalian benar-benar bekerja nya, jangan bermain-main. Kalau ada masalah serius, cepat hubungi aku. Mungkin beberapa hari aku tidak ada di kantor.” Ucap Abraham mengingatkan rekan-rekan nya.


“Siap!” jawab mereka serentak sambil memberi hormat.


“Pintar, aku pergi dulu, bye..” Abraham melambaikan tangan.

__ADS_1


“Seperti nya pak Abraham senang karena gadis itu tidak jadi menikah.” Ucap Ridwan.


“Tentu saja, lihat wajah nya itu, sangat bersemangat sekali.” Jawab Adley.


__ADS_2