
TETAP STAY HEALTY, YA GUYS!
HAPPY READING, GUYS 📖
JANGAN LUPA TEKAN VOTE ⭐
...×...
...÷...
"Kayaknya kamu senang banget hari ini, kenapa? " Tanya Atasya yang bingung melihat putrinya sumringah.
" Hem-, Arse senang akhirnya bisa makan ber empat lagi, setelah satu minggu cuma makan bareng bang Sean aja. " Jawab Sea membuat hati Atasya dan Alfaro langsung mencelos.
Sedikit sarkas memang.
Alfaro menatap protes istrinya yang langsung menunduk menghindari tatapan itu.
" Gimana sekolah sama ekskul kamu? " Tanya Alfaro kepada Sean.
Sean mengangguk, " Bagus semua, kok. Udah bisa bagi waktu. "
Alfaro mengangguk paham, lalu beralih menatap putrinya.
" Kalau kamu, Se? Udah ada kemajuan kan les-nya? Dan balet kamu? "
" Overall good, sih. Kalau balet, masih pemilihan untuk yang ikut lomba. " Jawab Sea.
" Jangan terlalu capek, Se. Ingat, badan kamu gak bisa capek-capek. " Ujar Atasya mengingatkan yang ditanggapi acungan jempol Sea.
" Bukannya 3 minggu lagi UAS, ya? " Tanya Alfato yang diangguki Sean dan Sea bersama.
" Se, kalau kamu bisa masuk 20 besar se-angkatan. Ayah sama Bunda bakal ngasih hadiah liburan ke Italia, SEN-DI-RI. " Tukas Alfaro, membuat reaksi protes dilayangkan istri dan putranya. Tetapi reaksi senang untuk putrinya.
" Uang jajan sekalian dinaikin, deal? " Tawar Sea yang langsung diangguki setuju Ayahnya.
" Beneran, ya? Jangan bohong, janji kelingking dulu. "
Keduanya saling mengaitkan kelingking.
" Udah di stempel, gak boleh ingkar. " Ujar Sea memperingatkan.
Alfaro mengangguk, " Iya. "
" Sea-, " Rengek Rian dan Galaksi bersamaan dengan nada yang nelangsa.
Sea langsung menoleh dan terkejut melihat dua temannya dengan keadaan yang bisa dibilang tidak baik.
" Udah gue duga. " Keluh Sea.
Ya, dan pada akhirnya Galaksi tetap kena jebakan Rian.
" Astaga, muka kalian kenapa? Habis dihajar siapa? " Tanya Atasya panik, ia langsung bangkit untuk melihat luka Rian dan Galaksi.
" Auwh-, Yang lembut, dong, Tan. " Ringis Rian.
" Mangkanya jangan ikut tawuran! " Hardik Sean dengan menatap tajam keduanya bergantian.
" Kalian ikut tawuran? " Tanya Atasya.
" Biasa, Tan, kita kan anak cowok. Gak melulu berurusan sama buku, dong. " Sindir Rian yang hanya dibalas Sean mendengus.
" Ini gak kali pertama kok, Bun. Cuma kali ini aja kebetulan ada kalian. " Sahut Sea.
" Oh, yaudah kalian makan dulu aja, nanti baru tante obati lukanya. " Suruh Atasya yang dilaksanakan dengan semangat oleh keduanya.
" Kalian mau nginep berapa hari? " Tanya Alfaro yang sudah hafal dengan kelakuan mereka.
" Satu minggu, Om. Nyokap kita lagi sensi-nya barengan. " Jawab Rian membuat Alfaro geleng-geleng.
Tak lama acara makan malam mereka telah usai, Beberapa memilih menonton TV atau pergi ke kamar masing-masing.
" Bang, ajarin Sea semua pelajaran, dong. " Pinta Sea.
Sean menatap telisik adiknya dan menghembuskan nafas panjang.
" Abang tunggu di kamar. " setelahnya ia berlalu pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Sea segera pergi ke kamarnya juga untuk mengambil buku pelajaran yang dijadwalkan besok, lalu pergi ke kamar Sean.
Meskipun senang karena semangat Sea, tapi Sean takut akan hadiahnya. Ketakutan mereka untuk melepas Sea pergi sendiri.
Sedangkan di lain tempat, di mana sepasang suami istri sedang ribut.
" Tasy, kan aku sudah bilang sama kamu. Kamu boleh kerja, tapi kalau aku gak ada di rumah Kamu jangan kerja sampai malam, kamu punya dua anak yang udah besar. "
" Gimana kalau mereka sampai berfikir kita tidak pernah perhatian dengan mereka? " Sambung Alfaro dengan nada yang ia usahakan untuk rendah.
" Iya, maaf. Kemarin banyak pasien. " Ucap Atasya yang dibalas deheman Alfaro.
" Maaf, jangan marah lagi. " Bujuk Atasya sambil memeluk suaminya.
" Aku hanya gak mau mereka berfikir kita tidak menyayangi mereka. "
" Gak, akan. Mereka anak kita, pasti tau kok. " Ujar Atasya berusaha menghibur hati suaminya yang dilanda ketakutan.
🐣
" Se, kemarin lo tidur di mana? Sampai kita ketiduran nungguin lo. " Tanya Galaksi.
" Gue ketiduran waktu belajar, jadi tidur di kamar bang Sean. "
Galaksi dan Rian sama-sama mengerutkan dahinya bingung. Belajar?
Rian memegang dahi Sea, mengecek siapa tau Sea sedang demam. Tapi tidak.
" Apaan, sih, Yanto! " Sungut Sea.
" Siapa nama lo? " Tanya Rian.
" Siapa nama teman lo yang paling ganteng? " Tanya Galaksi sambil berpose chibi-chibi.
" Najis banget temenan sama kalian! " Tukas Sea dengan langkah kaki semakin cepat.
Mereka sampai di kelas yang cukup ramai, Sea memilih menuju tempat duduknya.
" Woi, Meth. Lo cantik banget hari ini. " Seru Rian memuji Metha teman sekelasnya.
" Ya-iyalah, tapi yang pasti lo bukan tipe gue. Jadi, dengan ringan hati gue tolak. " Jawab Metha enteng, ia tidak mempan dimodusin cowok playboy macam Rian.
" Udah, lah, Meth. Terima aja, lumayan buat nakutin tikus di rumah. " Timpal Sea.
" Mohon maaf, nih, Tikus di rumah gue juga berkelas kali. Tontonannya aja Justin bieber. " Tukas Metha semakin membuat Galaksi dan Sean tergelak.
" Yan, gue ada ember di toilet. Mau sekalian gue operasi plastik gak? " Celetuk Galaksi.
" Gak lucu! " Sungut Rian lalu pergi ke tempat duduknya.
Keduanya langsung tergelak karena berhasil membuat Rian kesal. Semua kelas juga tau kalau Rian suka sekali menggoda Metha, gadis manis yang jago bela diri itu. Dan seperti akhir tadi, Metha tetap tidak tergoyahkan.
Tak lama guru pelajaran pertama memasuki kelas, keadaan kelas yang riuh langsung tentram saat pelajaran di mulai. Bahkan Sea yang biasanya tertidur di jam pelajaran, malah dengan sigap mendengar setiap penjelasan gurunya dan terkadang akan menjawab pertanyaan yang diajukan gurunya dengan baik dan benar. Tentu saja itu berhasil menjadi tanda tanya besar bagi teman-temannya.
" Se, kok hari ini lo lebih pinter dari gue, sih?! " Tukas Galaksi setelah pelajaran selesai dan bel istirahat berbunyi.
Sea mengulum senyum senang, " Hari ini gue teraktir kalian. "
" Yes!! " Seru Rian senang.
" Tapi Budget-nya cuma sampai 50 ribu, sisanya tanggung sendiri. " Lanjut Sea.
" Lah, biasanya neraktir mah sepuasnya. " Protes Galaksi yang diangguki setuju Rian.
Sea merentangkan dua tangannya agar kedua temannya menjinjingnya.
" Hari ini makan sepuas kalian. let's go! " Seru Sea membuat kedua temannya langsung bersemangat menjinjing Sea memasuki Kantin.
" CkCkCk! Kenapa Sea makin cantik aja, sih, setiap harinya?! " Puji Revan yang sibuk memandang kagum Sea yang sedang makan dan sesekali tertawa dengan temannya.
" Menurut lo, Galaksi punya perasaan lebih ke Sea gak, ya? Secara, dia dekat banget dan Sea yang cantik banget. " Sambung Revan sambil menatap bertanya Samudra yang sibuk memakan gado-gadonya.
" Sam, lo dengerin gue gak sih, Sat! " Kesal Revan karena tidak mendapat jawaban dari Samudra.
" Gue gak tau dan gak mau tau! " Jawab Samudra lalu beranjak pergi ke Perpustakaan karena makanannya juga sudah habis.
" Astaga, dosa apa gue dapat teman model gini?! "
__ADS_1
Tidak Revan pedulikan Samudra, ia kembali memandangi Sea sambil terus memuji kecantikan gadis tersebut di dalam hatinya.
Jam istirahat telah usai, para siswa kembali ke kelas masing-masing karena akan dimulai pembelajaran.
" Thank's ya, Se. Hari ini kita kenyang banget. " Ucap Rian yang diangguki setuju Galaksi.
" Lebih baik lagi kalau lo neraktirnya setiap hari. " Timpal Galaksi.
Sea berdecih, " Dasar gak tahu malu! "
Ketiganya langsung mengerutkan dahi bingung saat Kelvin ketua kelas mereka menghadang jalan mereka dan terlihat ngos-ngosan.
" Lak, Yan. Dipanggil bu Dinar ke ruang BK. " Suruh Kelvin Dengan nafas sepenggal.
Rian yang sudah berpengalaman hanya menanggapi dengan santai, berbeda dengan Galaksi yang langsung menatap kesal Rian Dan Sea yang tersenyum senang.
Sea menepuk bahu kedua temannya.
" Perut kalian sudah terisi, sepertinya sudah bisa menjalankan hukuman. " Ujar Sea bijak lalu pergi meninggalkan temannya.
" Se, bilangin abang lo buat ngeringanin hukuman kita! " Teriak Rian.
" Dia udah angkat tangan, jadi selamat bersenang-senang. " Sahut Sea dengan senyum senang.
Sea memilih tetap berjalan meskipun kedua temannya memanggilnya, ia sebenarnya tidak tega. Tapi Sean yang memintanya melakukan hal seperti itu, setidaknya ia sudah merelakan uang sakunya untuk menyenangkan temannya.
Memang selama Rian melakukan kenakalan, dia selalu dilindungi oleh Sean dan sedikit bantuannya. Nanti ia akan kembali meneraktir mereka setelah hukumannya.
🐣
Hari ini mereka belajar di Kafe tempat Samudra kemarin manggung. Agar ia tidak bosan, mereka selalu mengganti-ganti tempat belajarnya.
" Keluarin buku Matematikanya, kita belajar bab 1. " Suruh Samudra setelah Sea baru saja selesai memesan minuman dan cemilan untuk mereka.
Jangan salahkan ia yang masih mengajari Sea bab 1, salahkan karena muridnya terlalu bodoh. Sampai dasarnya aja dia gak tahu, mangkanya ia harus mengajari dari awal, Untungnya Sea cepat paham.
Sea mendengus, " Matematik, fisika, kimia. Sekali-sekali belajar bahasa indonesia, sejarah, atau musik kek. " Protesnya.
" Selain tiga pelajaran itu, lo hanya perlu hafalin dan pahami sendiri. " Jawab Samudra.
Sea hanya membalas dengan deheman, ia terlalu malas menanggapi.
" Gue udah belajar bab 1 sama bang Sean dan udah ngerjain soal yang dia kasih. " Ujarnya sambil menyerahkan lembar soal dan jawaban yang ia kerjakan kemarin.
Samudra menerima lembaran tersebut dan mengoreksi jawabannya, Tak lama senyumnya terbit.
Kemajuan pesat.
" Lumayan, semua jawaban lo benar. " Ujar Samudra sambil mengembalikan lembaran soal dan jawaban tadi.
" Untunglah, gak sia-sia gue tidur kemaleman. " Serunya senang.
Samudra tersenyum senang, lalu menjulurkan tangan kanannya untuk mengelus puncak kepala Sea.
" Lo udah bekerja keras, nanti gue teraktir sesuatu. "
Sea memandang bingung jemari Samudra yang mengelus puncak kepalanya, Ia bingung kenapa perasaannya menghangat hanya karena ini. Ia bahkan tak rela saat jemari Samudra pergi. perasaan apa ini?
Sea menggeleng kuat-kuat untuk menghilangkan perasaan ' unknown ' itu.
" Kenapa lo? Kepala lo bautnya kendor? " Ngasal Samudra.
" Ehm-, "
Kenapa tiba-tiba gue jadi gugup, ya?
" Ayo mulai belajar, keburu malam nanti. " Serunya mengalihkan topik.
Samudra mengangguk setuju, lalu memulai pembelajarannya diawali dengan do'a.
...©©©©©©©©...
...Thank's For Reading, Guys!...
...Jangan lupa ditekan tombol votenya! ⭐...
...Dan jangan lupa kasih kritik dan saran dikolom komentar😚...
__ADS_1
...See you next chapter 🖐🏻...