KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 128


__ADS_3

“Kamu tidak apa-apa?” Adley yang sudah berhasil mengalahkan lawan nya, hingga tidak sadarkan diri di tanah.


“I…iya. Terima kasih pak Adley.” Jawab Monik gugup.


Monik melihat kelompok penjahat itu terluka, sedangkan Adley sedang berbicara dari ponsel nya.


“Nona, bagaimana ini? Apa anda terluka? Sebaiknya kita kerumah sakit saja dulu.” Milla yang keluar dari mobil setelah melihat keadaan yang sudah aman.


Monik membalas dengan menggelengkan kepala nya.


“Sebentar lagi polisi akan datang. Kalau begitu biar aku yang mengantar kalian.” Ucap Adley setelah selesai berbicara dan memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana.


Baik Monik dan Milla tidak menolak nya, karena merasa masih takut juga. Mobil nya masih di tinggalkan di lokasi.


Hanya hitungan beberapa menit, pihak kepolisian sudah datang dan segera membawa mereka yang setengah sadar ke kkantor polisi, sebelum nya tangan dan kaki mereka sudah di ikat Adley dengan tali dari Monik dan dua buah borgol yang selalu di bawa nya.


“Pak Adley kenapa bisa ada di sana?” Monik membuka obrolan.


“Kebetulan saja, karena aku juga sering lewat dari sini.” Jawab Adley melirik Monik sembari mengemudikan mobil Monik.


“Untung saja anda datang tepat waktu, kalau tidak, pasti akan terjadi sesuatu yang buruk.” Ucap Monik menundukan wajah nya.

__ADS_1


“Tapi kamu berani juga ya. Berani mengambil tindakan.” Ucap Adley yang teringat sebelum bertindak.


“Hahaha, sebenar nya aku sudah sangat ketakutan waktu itu.” Jawab Monik tertawa kecil.


“Sebaik nya anda jangan lakukan itu lagi kalau tidak yakin. Bagaimana kalau tidak ada yang menolong anda? Mungkin banyak orang yang melihat, tapi tidak banyak yang berani untuk ikut campur dan lebih memilih untuk mengabaikan daripada mereka ikut bahaya juga.” Nasihat Adley serius.


Monik melihat nya, lalu menganggukkan kepala nya.


*************


Bellova yang sedang sibuk menyiapkan makan malam, tentu saja semua pekerjaan rumah juga sudah selesai di lakukan, tinggal memasak makanan saja.


Ting…ting…


“Seperti nya Pak Abraham sudah pulang?” Gumam nya.


Masih menggunakan celemek, Bellova segera berlari kecil membuka pintu.


Ceklek…


Dan ternyata Abraham sudah menunggu di depan pintu untuk di bukakan.

__ADS_1


“Pa…Anda sudah pulang?” Tanya Bellova yang masih belum terbiasa memanggil nya tanpa kata ‘Pak’.


Abraham hanya menganggukkan kepala nya dan langsung masuk.


“Wangi banget. Kamu sedang masak ya?” Tanya nya membuka jaket, meletakkan di atas sofa.


“Iya. Tumben sekali anda sudah pulang jam segini?” Tanya Bellova melihat Abraham duduk.


“Anda? Masa kamu memanggil suami mu dengan sebutan ‘Anda’?” Tanya Abraham risih.


“Saya… saya hanya masih tidak nyaman memanggil nama anda.” Jawab Bellova menundukkan wajah.


“Aku juga paling tidak nyaman. Panggil saja nama ku, Abraham, Abram. Karena aku lebih suka seperti itu. Jangan Pak, Anda, mas, atau apa lah itu. Kamu mengerti kan?” Tanya Abraham membuka kaos kaki nya.


Bellova hanya menganggukkan kepala nya.


“Bagus. Aku mau mandi dulu, nanti kalau makanan nya sudah siap, langsung di hidangkan saja di meja. Aku sudah lapar sekali.” Ucap nya berdiri mengangkat kedua sepatu yang sudah di lepas.


“Sini biar aku saja yang membawa sepatu nya-


“Tidak usah.” Abraham menolak, menjauhkan sepatu dari jangkauan Bellova.

__ADS_1


“Kalau begitu aku siapkan air hangat untuk mandi-


“Tidak usah Lov. Apa aku lumpuh makanya kau lakukan itu? urus saja masakan mu.” Tolak Abraham lagi sembari berjalan terus ke kamar nya.


__ADS_2