KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 46


__ADS_3

Akhir nya keluarga dari yang sudah melakukan laporan kehilangan anak perempuan nya datang dengan terburu-buru. Bersama dengan suami nya beserta salah satu anggota dari kepolisian.


Ceklek…


Mereka masuk dan langsung melihat mayat yang terbaring di tutupi kain putih. Abraham,Leo dan Venam masih ada di situ.


“Dyna….hhiikkss…hhiikkss…hhikkss…. Dyna anak ku… kenapa ibu harus bertemu dengan mu seperti ini nak….ada apa dengan mu? Siapa yang melakukan ini?” tangis pecah dari ibu gadis itu, tangis yang keras, di dalam ruangan yang terdengar jelas suara tangisan itu.


“Pak polisi, ini kenapa anak saya seperti ini?” tanya suami dari si ibu yang masih menangis dalam pelukan nya.


“Anak bapak menjadi korban pembunuhan karena rasa cemburu dari isteri majikan nya sendiri, dan suami nya juga ikut di bunuh bersama dengan anak bapak. Saat di temukan kami anak bapak sedang hamil dua bulan.” Ucap Abraham menjelaskan.


“Tidak mungkin, itu tidak mungkin terjadi, anak saya bukan perempuan yang dekat dengan pria dan dia juga tidak memiliki kekasih, bagaimana


bisa dia hamil, anda pasti berbohong kan?” isteri nya yang tidak menerima kenyataan kehamilan anak yang sudah lama di cari.


Abraham pun menjelaskan semua kronologi nya, di mana mayat nya di temukan, tentang kehamilan, tujuan kenapa wanita itu di bunuh, semua di ceritakan. Orang tua itu menangis sambil berlutut, seakan tidak terima dengan


nasib malang yang merenggut nyawa nya.


“Pak polisi, tolong… tolong tegakkan keadilan untuk anak saya, agar anak saya bisa tenang di sana.” Pinta ibu itu memohon.


“Pak, bu, saya akan membantu mengungkap kejahatan mereka, dan akan berusaha juga memberikan mereka hukuman yang setimpal. Saat ini mereka sudah di tahan di penjara dan akan di mintai keterangan dan reka adegan, ibu


dan bapak bisa mengetahui bagaimana cara mereka melakukan nya.” Balas Abraham.


Abraham mengerti apa yang di rasakan sepasang suami isteri yang baru saja kehilangan puteri nya dan ketika bertemu sudah menjadi mayat.


Suami isteri itu berusaha untuk berhenti menangis, walau sebenar nya masih dalam keadaan duka.


“Pak, apa kami bisa bawa pulang mayat anak kami? Agar kami bisa mengubur nya dengan layak?”tanya si suami masih dengan mata yang


berkaca-kaca.


“Tentu, kalian bisa membawa nya.” Dengan yakin Abraham membolehkan untuk di bawa pulang.


*******


Di dalam kantor polisi, seorang wanita sedang menunggu seseorang dengan sebuah bingkisan kecil di tangan nya. Wanita yang cantik.


Anggota kepolisian selalu melirik wanita itu karena pesona cantik nya. Beberapa


kali wanita itu tersenyum pada mereka, semakin membuat pria-pria di sana


terpesona.


“Pak, apa pak polisi yang tampan itu masih lama di luar?” tanya nya menghampiri Ridwan.


“Wah saya kurang tahu nona, tergantung dari pak Abraham nya. Terkadang lebih banyak di lapangan dari pada di kantor.” Jawab Ridwan.

__ADS_1


“Oh… begitu ya, ya udah saya akan tunggu di sini sebentar lagi ya..”


Wanita itu kembali duduk di tempat nya semula. Awal  nya dia ingin berada di ruangan khusus Abraham, tapi tidak di perbolehkan.


“Apa dia kekasih nya pak Abraham?”


“Entah lah…”


“Ini adalah wanita yang ketiga yang pernah datang kesini..”


“Kalau yang dua orang itu kan sudah ketahuan siapa, adik perempuan dan pembantu nya kan. Berarti nona itu kekasih nya.”


Begitulah bisik-bisik dari rekan-rekan Abraham. Banyak yang berpendapat berbeda-beda, sambil menunggu kedatangan Abraham.


Akhirnya Abraham dan rekan-rekan nya tiba di depan kantor nya. Satu persatu mereka sudah keluar dari mobil. Mereka langsung masuk kedalam kantor sambil berbincang kecil.


Abraham melihat wanita yang sedang menunggu dari tadi.



Wanita itu tersenyum pada nya dan bangkit berdiri. Abraham hanya membalas


dengan senyum singkat lalu masuk keruangan nya.


“Pak polisi..” panggil wanita itu.


Abraham berhenti dan melihat kebelakang.


“Hallo pak, apa kabar?” tanya nya senyum lebar.


Abraham heran, dia melihat orang-orang di sekitar nya yang menatap seperti meledek.


“Saya baik-baik saja. Anda datang kesini bukan nya mau membuat laporan?” tanya Abraham mengatur jarak agar tidak ada yang salah paham.


“Iya pak, saya ingin membuat laporan kehilangan.”


Abraham mengernyitkan kening nya.


“Kalau anda…


“Hati saya hilang pak, maka nya saya datang ingin membuat laporan….”


“Ppppfftth…” orang-orang yang mendengar menahan tawa nya.


Dianggap seperti sedang menggoda seseorang.


Abraham menarik tangan nya yang di genggam wanita itu.


“Bapak polisi ingat aku enggak?” tanya wanita itu, tatapan nya tanpa malu berani melihat Abraham sambil terus tersenyum.

__ADS_1


Abraham menggelengkan kepala nya.


“Saya Monica Stefany, waktu itu pak polisi sudah menolong saya saat penjambretan itu…” Monica berusaha menjelaskan.


Abraham diam sambil berpikir.


“Nona, orang yang di tolong pak Abraham itu banyak, ada nenek-nenek, kakek-kakek, perempuan cantik juga ada, jadi tentu saja pak


Abraham tidak ingat dengan anda.” Celetuk Adley yang ikut mendengarkan.


Monica tidak suka dengan balasan perkataan Adley, dia mendengus dengan ketus. Dia tidak perduli, dia berusaha bersabar dan fokus pada


tujuan awal nya.


“Oh iya, nama anda Abraham kan ya? Hallo pak Abraham salam kenal. Ini saya bawa hadiah buat pak Abraham…


“Maafkan saya nona, tapi kami tidak boleh menerima…


“Tidak apa-apa pak Abraham, ini bukan sogokan kok. Ini hanya hadiah ucapan terima kasih saya saja karena bapak sudah mau menolong saya…


“Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai aparat keamanan..


“Tapi tidak semua polisi yang mau turun tangan langsung seperti anda…


“Anda ini kenapa dari tadi menjawab terus…


“Karena saya mau pak Abraham menerima hadiah saya!” ucap Monica, masih tersenyum. Dia menyodorkan hadiah yang di bungkus rapi pada Abraham.


Adley dan yang lain nya sangat menikmati obrolan Abraham dan Monica yang saling bersahut-sahutan, seperti debat tajam.


“Nnnooonnnaaaa….. tolong anda dengar kan saya, kalau anda tidak ada urusan di sini…


“Saya ada urusan kok dengan anda pak Abraham, saya kan hanya ingin memberikan…


“Cukup!” Abraham memegang kening nya. Ingin marah tapi masih di tahan.


“Kenapa anda tidak mengerti maksud saya?”


“Anda yang tidak mengerti maksud saya pak Abraham, saya kan hanya ingin memberikan hadiah ini.” Balas Monica yang masih tidak mengalah.


“Ayolah pak Abraham, terima saja. Hadiah nya bagus kok. Pasti anda akan suka.”bujuk Monica.


Abraham masih tetap pada pendirian nya, dia langsung pergi keruangan nya.


“Pak Abraham anda…



Abraham tidak mau dengar, dia terus berjalan ke ruangan nya sendiri. Saat Monica ingin mengikuti nya, di tahan Adley. Monica menjadi marah dan kesal pada nya.

__ADS_1


“Sebaik nya anda segera pergi saja, dan bawa hadiah anda ini, karena bagaimana pun cara anda tidak akan di terima atasan kami.” Suruh


Adley dengan tegas.


__ADS_2