KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 227


__ADS_3

Di dalam mobil hanya ada empat orang, Ina dan Sakya duduk di belakang, dan di depannya sudah ada dua


anak buah Lucifer salah satunya sebagai supir mengemudikan mobilnya.


Ina yang masih bertanya-tanya dan penasaran tentang Papanya, menatap pandangan di sisi jalan.


“Aneh, kenapa mobil itu seperti mengikutiku?” gumamnya melihat mobil di sisinya berjalan seiring dengan mobilnya.


Lalu sengaja melihat di sisi Sakya, dan merasa ada mobil juga yang mengikutinya.


“Nona Ina tidak usah khawatir, mereka adalah anak buah tuan Lucifer.” Anak buah Lucifer yang duduk di depannya menyadari kegusaran Ina.


“Tuan Lucifer? Sebenarnya siapa ‘Lucifer’ itu? karena aku hanya pikir kalau itu nama panggilan akrab saja.” Tanyanya pada pria yang duduk di depan.


Dua orang yang duduk di depan itu saling menatap, ragu untuk menjawab pertanyaan anak majikannya itu.


“Nona Ina, tuan Lucifer kan orang hebat, pasti punya banyak rekan. Karena dia juga orang hebat, pasti banyak juga yang tidak suka dengan kehebatannya.” Sahut Sakya yang tahu siapa Lucifer itu dari papanya, Hendra, dan dia tidak terkejut.


Ina merasa sedikit tenang dengan penjelasan Sakya, dia menghela napas lega.


“Jadi, ada berapa mobil yang mengikuti kita?” tanya Ina.

__ADS_1


“Ada empat mobil Nona, di depan, sisi kiri dan kanan, juga di belakang.” Jawab yang ada di depan.


“Wah… hebat sekali papa, lebih-lebih dari anak orang kaya ini mah.” Decak kagum Ina.


“Tentulah, papa anda kan bos mafia.” Ucap Sakya dalam hati dan tersenyum.


Baru beberapa waktu perjalanan mereka tenang, tiba-tiba…


Bboomm…


Ledakan berasal dari salah satu mobil di depan mobil Ina. Semua panik, termasuk Ina. Pengendara mobil dan motor menyingkir dari kebulan asap dari mobil yang meledak itu. Hanya ada satu mobil yang meledak.


“Apa yang terjadi?” bodyguard yang bersama Ina keluar, bertanya pada rekannya yang berada di mobil depan.


“Ada ledakan bom dari mobil itu, itu adalah bom bunuh diri yang sengaja di ledakkan di dekat Nona Ina.” Jawab rekannya yang turun untuk memberitahukan.


Ina dan Sakya hanya duduk di dalam mobil, bisa mendengar karena kaca jendelanya di buka.


“Nona, anda jangan membuka jendelanya.” Sakya dengan cepat menutup kembali kaca jendelanya, khawatir kalau ada peluru nyasar mengenai mereka.


Ina tentu saja sangat khawatir sekarang.

__ADS_1


“Cepat periksa, apa ada informasi lainnya!” suruh bodyguard yang bersama Ina.


Orang itu lalu masuk lagi kedalam mobil, di tempat Ina.


“Nona tidak apa-apa kan?” tanyanya duduk di kursi depan.


“Tidak apa-apa kok.  Apa yang terjadi?” tanyanya yang


sedari tadi penasaran.


“Itu adalah bom bunuh diri, mereka sengaja melakukan itu untuk menakuti anda, pasti mereka tahu kalau anda akan lewat dari sini.” Jawabnya melirik rekannya yang duduk di kursi kemudi.


Rekannya yang ada di depan, datang menghampiri mobil Ina, dan bodyguard itu membuka jendela agar bisa berbicara.


“Bagaimana?”


“Di dalam mobil itu hanya ada satu orang saja, dan sudah tewas di tempat dengan kondisi yang mengenaskan. Sepertinya itu adalah pancingan.” Jawab rekannya dari luar.


“Sebentar lagi Polisi akan datang, kalian pergi saja, biar kami yang membereskan ini.” Ucap rekannya.


“Baik, biarkan tiga mobil tetap mengikuti kami.” Pintanya yang di iyakan rekan yang di luar.

__ADS_1


__ADS_2