KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 262


__ADS_3

Bangunan berlantai belasan itu segera di kosongkan. Semua staf-stafnya berlarian untuk segera keluar tanpa perduli di pecat dari pekerjaannya. Sementara itu kendaraan alat-alat berat juga sudah datang dan menunggu aba-aba dari Aris untuk bergerak.


“Kami akan melaporkan ini pada Polisi, dan kalian akan-


“Berhentilah bicara dan selamatkan saja dirimu pak tua!” ujar Aris menghentikan kalimat Hendra si wakil perusahaan.


Aris masih menunggu agar semua orang turun dan mengosongkan bangunan.


“Baiklah, aku rasa sudah tidak ada orang lagi didalam, kita turun dan biarkan sisanya di kerjakan alat-alat itu.” ucap Aris setelah melihat sekitarnya.


Hendra melihat stafnya yang ragu apakah harus pergi atau tetap bertahan dalam gedung itu. Stafnya terlihat panik ketakutan, sama seperti dirinya.


“Ayo tinggalkan tempat ini!” teriak Aris pada anak buahnya.


Aris, Hendra dan lainnya segera turun. Awalnya staf-staf disitu ingin bertahan, tapi pada akhirnya mereka pun mundur dan ikut turun bersama mereka. Aris tersenyum sinis pada mereka yang keras kepala.


************


Seluruh tubuh Angel terasa mau patah akibat dua hari satu malam di paksa melayani nafsu pria yang


membawanya secara paksa ke hotel. Saking lelahnya dia tidak bisa untuk bangun dari tempat tidur.


Denis, pria yang melampiaskan nafsunya pada Angel baru saja keluar dari kamar mandi membersihkan


diri setelah bergulat beberapa kali dengan wanita yang  baru di temuinya. Hanya menggunakan handuk

__ADS_1


putih menutupi tubuhnya mulai dari pinggang sampai lutut berjalan mendekati tempat tidur, melihat Angel yang masih tertidur. Ujung bibir Denis naik merasa puas.


Dilihatnya tas milik Angel di atas meja, segera diambil untuk memeriksa sesuatu dari sana. Benda yang


diambil pertama adalah dompet berwarna hitam dengan bahan kulit yang mengkilap.


Sreg…


KTP Angel di keluarkan.


“Angela. Jadi namamu adalah Angela ya, nama yang cantik.” Ucapnya memegang dagu dan melirik Angel.


Setelah melihat dan membaca seluruh catatan dari KTP itu, di letakkannya lagi. Dilihat ada banyak lembaran uang kertas bernilai seratus ribuan, tapi dia tidak tertarik.


“Pakai sandi ternyata. Wajar sih, wanita seperti ini tidak mungkin sembarangan dalam menjaga rahasianya kan?”


Angel terbangun, dan melihat Denis yang duduk disampingnya sedang membongkar tasnya.


“Kau… ssssshhh…” Angel ingin bangun tapi tidak berdaya karena rasa nyeri.


“Oh, kau sudah bangun ya… Angel.” Senyum Denis mengetahui Angel yang sudah bangun.


“Apa yang kau lakukan? Apa kau mau mencuri?” tanya Angel menahan rasa sakit.


“Hahahaha… mencuri? Apa yang ingin aku curi darimu? Uang mu? Hm?”

__ADS_1


“Bahkan uangku lebih banyak dari mu…. Angel.” Bisiknya di telinga Angel, dia berusaha menghindar.


Tak…


“Buka layar ponselmu ini!” Denis melempar ponsel milik Angel padanya.


Angel tidak mau, menatapnya dengan kesal.


“Jangan memancing emosiku Angel. Cepat buka sandinya.” Perintah Denis lagi dengan nada penekanan.


“Sial! Siapa orang ini? Berani seka-


Greb…


Denis menarik rambut Angel dengan keras, membuat wanita itu merintih kesakitan.


“Aku sudah bilang kan? Jangan memancing emosiku. Karena kalau aku sudah marah, aku bisa melakukan


sesuatu yang buruk padamu…. Lagi.” peringatan kembali diberikan pada Angel.


“Dan berhenti menatapku seperti itu! kalau tidak, akan aku congkel matamu dengan tanganku sendiri.”


Ketakutan dirasakan Angel. Pandangannya pun beralih ke sudut lain.


“Cepat buka!” Denis melepas jambakan rambut dari Angel dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2