KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 90


__ADS_3

‘KEKEJAMAN PENYIKSAAN DARI POLISI TAMPAN, ABRAHAM EVANO RAMESES’, judul itu menjadi topik utama dan hangat di setiap koran dan majalah.


Bahkan sudah berani muncul di televisi walupun mereka belum pernah bertemu


apalagi berbicara dengan Abraham, mereka terus menulis dan menyebarkan aksi kebencian untuk Abraham.


Di mana Abraham? Kenapa tidak muncul dan melakukan klarifikasi?


Begitulah pertanyaan dari masyarakat yang butuh kebenaran.


Padahal, Abraham si tokoh utama nya saja dengan santai dan tenang, tidak panik menghadapi berita keburukan nya.


“Kamu beli di mana makanan ini? Enak banget, ayam nya empuk.” Tanya Abraham saat melahap makan siang nya bersama rekan-rekan di dalam kantor polisi.


“Aku beli di tempat yang baru buka, belum punya banyak langganan sih, tapi masakan mereka itu enak dan bersih, sesuai dengan kesukaan pak Abraham.” Jawab Venam, yang sering bertugas sebagai intel nya Abraham.


“Tapi pak Abraham, mana yang lebih enak masakan nya, antara masakan ini atau masakan nona Bellova?” tanya Adley yang ikut makan siang bersama.


“Ya Bellova lah, kau belum pernah aja merasakan masakan nya.” Jawab Abraham dengan cepat.


“Kalau begitu kenapa anda menyuruh nya pulang kampung?” tanya Adley.


“Ck, siapa yang menyuruh nya pulang? Kan dia sendiri yang minta, kata nya mau di nikahkan di sana.” Jawab Abraham gerah dengan pertanyaan Adley.

__ADS_1


“Apa anda tidak cemburu pak Abraham?” tanya Venam yang pernah bertemu dan tahu tentang Bellova.


“Ini anak lagi, pertanyaan nya aneh.” Ketus Abraham mengarah pada Venam.


“Buat apa cemburu, kalau tidak ada perasaan, rasa cemburu itu tidak ada.” Walau tidak suka dengan pertanyaan rekan nya, tapi Abraham


tetap menjawab.


“Jadi berarti anda tidak ada perasaan dengan nona cantik itu?” tanya venam, padahal makanan nya penuh di mulut.


Mulut Abraham yang juga penuh dengan makanan melirik Venam tidak suka.


“Aku kan sudah jawab, kalau aku tidak cemburu! Itu berarti aku…..


“Tidak punya perasaan pada nya..” jawab Adley dan Venam serentak.


************


Aris dan Hendra berada di rumah Lucifer. Karena tugas yang di berikan bos nya, mereka datang untuk memberitahukan apa yang mereka kerjakan.


“Tuan Lucifer, ternyata ini ulah dari anak buah Shadow, mereka menyuap kantor berita dan televisi untuk menyebarkan berita yang tidak


benar.” Ucap Aris.

__ADS_1


“Dan, ada juga beberapa masyarakat yang tidak punya uang, banyak utang dan memerlukan uang, mereka di bayar untuk menyebarkan gossip dari mulut ke mulut.” Lanjut Hendra.


Lucifer tetap tenang mendengar nya, karena dia sudah tahu kalau itu yang sebenar nya.


“Tuan, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita harus menangkap mereka dan mengaku telah di bayar?” tanya Aris, menunggu perintah


selanjut nya yang pasti bisa di kerjakan.


“Lakukan sama seperti yang mereka lakukan.” Jawab Lucifer.


Aris sedikit tidak mengerti.


“Maksud anda, kita bayar orang lain untuk menyebarkan gossip tentang kebenaran Abraham?” tebak hendra.


Lucifer tersenyum dan menganggukkan kepala, karena Hendra bisa menebak apa yang di pikirkan nya.


“Dan untuk kantor majalah koran nya, hancurkan perusahaan mana yang menerbitkan berita bohong itu. Siapa yang melawan, bunuh saja.” Perintah selanjut nya dari Lucifer.


“Apa tidak ada masalah dengan Abraham tuan? Walaupun anak anda sudah tahu tentang anda, pasti dia akan marah kalau anda bertindak sama seperti Shadow.” Tanya Aris khawatir.


Lucifer sadar, apa yang di katakan Aris masuk akal, karena Abraham tidak suka ada campur tangan dari pihak luar, apalagi dari kelompok


mafia juga.

__ADS_1


“Kalau begitu, buat mereka tersiksa saja, biar mereka rasakan keinginan untuk mati dan meminta nya.” Jawaban Lucifer yang di balas


dengan anggukkan kepala dari dua asisten yang sudah lama ikut dengan nya.


__ADS_2