
“Puteri anda sudah melakukan beberapa kejahatan. Be.Be.Ra.Pa, yang artinya lebih dari satu kali kejahatan yang dilakukannya.”ucapnya dengan nada penekanan.
“Apa? Kejahatan apa yang sudah dilakukannya?”
“Dua kali melakukan pencobaan pembunuhan-
“Itu tidak mungkin Pak Abraham!” Irwan yang tidak suka dengan penjelasan Abraham, dia bangkit berdiri dengan wajah yang marah.
“Puteriku tidak mungkin melakukannya, puteriku anak yang baik dan sangat lemah lembut-
“Pfft… hahahhaha… apa anda yakin mengenal anak anda seperti itu? setahu ku anda tidak dekat atau malah tidak perduli dengan puteri anda itu kan?”
“Apa-
“Anda hanya merasa malu saja kalau anak anda mencoreng nama jabatan anda, yang seorang Jenderal
Polisi ini. Iya kan? Pak Jenderal?” tanya Abraham dengan tatapan dan senyum sinis, masih duduk sedangkan Irwan berdiri dihadapannya dengan emosi.
“Jangan sembarangan anda bicara. Dengan ucapan mu ini, posisi mu akan terancam kedepannya-
“Apa tidak sebaliknya?”
Irwan langsung terdiam.
Abraham berdiri, menghampiri Irwan.
“Anda tahu kan bagaimana karakter ku? Bagaimana caraku bisa naik sampai ke posisi ini? Jarak posisi kita tidak terlalu jauh pak Irwan, bisa saja anda akan turun dan aku yang akan naik, bagaimana?” bisik Abraham dengan tajam tanpa rasa takut.
Terlihat Irwan sudah mulai panik.
__ADS_1
“Dasar kau anak Mafia! Kau berani mengancam ku seperti ini-
“Aku tidak mengancam anda Pak Jenderal. Aku kan hanya mengatakan, ‘bisa saja anda akan turun dan aku
yang naik’, apakah terlihat aku mengancam anda?” Abraham berbalik membelakangi Irwan.
“Oh ya, karena anda sudah tahu kalau saya adalah keturunan Mafia seperti yang anda dengar… berarti…
anda tidak akan melangkah lebih buruk lagi kan?” tanya Abraham berbalik melihatnya.
“Kau-
Irwan mengangkat jari telunjuknya, menunjuk kearah Abraham yang menatapnya dengan tajam.
“Apa kau tahu, semua masyarakat sudah tahu kalau kau-
Irwan terkejut dengan jawaban bawahannya.
“Apa kau sombong Abraham?”
“Tentu!”
“Aku… aku akan membuatmu turun dari posisi mu yang sekarang-
“Silahkan kalau anda mampu, atau jangan-jangan anda yang akan turun? Seperti yang saya katakan sebelumnya.”
Karena merasa kesal, Irwan keluar dari ruangan tanpa permisi atau pamit.
“Anak anda tidak akan bisa lepas dari hukuman kejahatannya, Pak Irwan. Dan aku akan terus mencarinya,
__ADS_1
karena orang yang ditargetkan untuk di bunuh adalah… isteriku.” Ucap Abraham sebelum Irwan keluar dari pintu.
Irwan yang mendengarnya sempat berhenti melangkah. Seakan dia tidak percaya dengan ucapan Abraham, lalu melanjutkan kembali langkahnya.
Sekarang dalam ruangan hanya ada dirinya sambil menatap jendela, melihat Irwan dan penjaganya keluar
dari kantor polisi dengan marah.
Sebenarnya ada perasaan was-was dalam dirinya, menyangkut dengan hukuman yang diminta masyarakat untuk Papanya. Dan dia juga adalah seorang aparat Polisi yang bertugas untuk menangkap orang jahat.
Kkrrryyuuukk… kkrruuyuukk..
“Ah… gara-gara si pak tua itu, waktu makan siangku terganggu, aku jadi lapar lagi kan.” Abraham memegang
perutnya dan melihat kotak makanan yang sudah tertutup.
“Untung saja masih ada sisa makanan.” Dia membuka kotak makanan dan melanjutkan memakan sisanya lagi.
************
Bellova dalam perjalanan diantar pulang Adley.
“Apa bapak-bapak tadi, adalah atasan dari Abraham, pak Adley?” tanya Bellova memecah keheningan.
Adley melihat isteri atasannya sembari menyetir.
“Benar, nyonya Bellova, beliau adalah Jenderal Polisi.” Jawab Adley kembali fokus pada jalan raya.
“Apa? Jenderal.. Polisi?” Bellova yang terlihat terkejut.
__ADS_1