
Di dalam satu mobil ada Lucifer, Eva dan Audrey, mereka bertiga ada di bangku belakang, dan Eva berada di tengah antara Lucifer dan Audrey. Di depan, sudah ada Aris dan Hendra, mereka berdua yang sangat lebih dekat dengan Lucifer di bandingkan anak buah nya yang lain, dari dulu sudah seperti itu.
Selama perjalanan tidak ada pembicaraan, suasana yang canggung. Aris dan Hendra saja saling melirik, bingung harus berbicara apa.
“Tuan, seperti nya ada yang mengikuti kita.” Aris melihat kaca spion sebelah kiri.
Yang duduk di bangku belakang serentak melihat kebelakang.
“Tetap tenang, dan jalan terus mobil nya.” Perintah Lucifer yang tetap tenang.
Hendra, yang duduk di kursi kemudi pun tetap tenang.
Semakin lama mobil di belakang sudah semakin cepat, berusaha ada di depan mereka, padahal saat itu jalanan lumayan ramai kendaraan nya.
Audrey dan Eva terlihat panik, beda dengan Lucifer, duduk santai tanpa melihat kebelakang atau sisi kiri dan kanan.
“Di depan ada jalan kecil sebelah kiri, arahkan mobil nya kesana.” Perintah nya.
“Baik tuan.” Dengan cepat Hendra menjawab.
__ADS_1
“Dari mana tuan tahu ada jalan kecil di sini?” tanya Hendra dalam hati.
“Kau tidak lupa dengan jalan ini kan Hendra?” tanya Lucifer.
“Oh… saya…lupa tuan, hehehehehe.” Jawab Hendra jujur, melihat kaca diatas untuk menatap Lucifer yang ada di belakang nya.
Aris tersenyum.
“Lalu kau Ris?”
“Saya tahu kita sering lewat dari sini tuan, tapi saya tidak tahu kalau ada jalan kecil di sini.” Jawab Aris yang juga tidak tahu, gantian, Hendra sekarang tersenyum menahan tawa.
“Kalian itu kalau jalan jangan cuma melihat kedepan, lihat kiri dan kanan nya, siapa tahu suatu saat kita butuh jalan kecil untuk bersembunyi.” Ucap Lucifer yang menghela napas.
“Di depan nanti hentikan mobil nya, dan kalian pergi saja dari sini.”
“Apa? Kau mau kami meninggalkan mu di sini? Aku tidak mau!” protes Eva.
“Benar tuan, biar kami saja yang menghadapi nya, anda di sini saja.” Aris mendukung Eva.
__ADS_1
“Tuan, apa anda tidak percaya pada kami untuk mengalahkan mereka?” Hendra menoleh kepala nya untuk menatap Lucifer.
Lucifer tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena dua anak buah dan isteri nya menatap nya dengan tatapan tajam.
“Hhmm… baiklah. Kalian selesaikan saja mereka.” Ucap nya mengalah menghela napas.
“Tenang saja tuan, tangan saya juga sudah sangat gatal untuk memukul orang.” Hendra mengepalkan tangan nya.
“Biarkan satu diantara mereka hidup dan suruh dia melapor pada Bossa.” Suruh Lucifer.
“Anda tahu kalau itu anak buah Bossa?” tanya Aris bergantian melihat kebelakang.
“Menurut mu siapa lagi? apalagi kita membawa salah satu anak buah kesayangan nya.” Sindir nya melihat Audrey yang tidak berdaya.
Akhir nya mobil pun berhenti, dan dua mobil yang ada di belakang nya juga berhenti, tapi belum ada yang berani turun.
“Apa ini tidak apa-apa pa?” Eva yang sudah mulai panik.
“Apa kau tidak percaya pada mereka? Atau kau mau aku saja yang turun langsung, aku pasti-
__ADS_1
“Tidak! Papa di sini saja, biar mereka saja yang bertindak.” Dengan cepat Eva menahan suami nya.
Lucifer hanya tersenyum, Aris dan Hendra juga sudah turun lebih dulu untuk menghadapi lawan nya.