KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 273


__ADS_3

“Apa yang kau lakukan pada puteriku Abraham????” teriak seorang pria tua yang berada di belakang Ridwan.


Seorang pria tua yang kedudukan jabatannya berada diatas Abraham, Jenderal Polisi, Irwan Prastyo.


Semua yang ada dalam ruangan itu diam, sunyi dan sepi, saling menatap satu sama lain.


Abraham berdiri, menghela napas untuk menahan emosinya karena sudah mengganggu waktu makan siang bersama isterinya.


Sedangkan Ridwan merasa bersalah karena tidak bisa menahan Jenderal itu untuk bisa lebih sabar menunggu. Bellova yang tidak mengerti dan tidak tahu apa yang sedang terjadi juga ikut kebingungan.


Abraham berbalik menoleh melihat Bellova yang juga ikut menatapnya.


“Love, kamu bisa menunggu diluar kan?” tanyanya dengan suara lembut.


“Hey Abraham! Aku sedang berbicara padamu!!” teriak Irwan masih marah.


Abraham memainkan mulutnya karena emosi dengan atasannya itu.


“A… aku.. aku pulang saja.” Ucap Bellova terbata-bata saking gugupnya.


Abraham tidak ingin membuatnya gugup.


“Baiklah, kalau kau mau pulang, aku akan menyuruh Adley untuk mengantarmu pulang ya-


“Wah… hebat sekali kau ya Komisaris Abraham. Dengan seenak mu menyuruh anggota kepolisian untuk


mengantar isterimu itu pulang? Apa kau pikir polisi adalah pengawalmu?” lagi, Irwan berusaha membuat Abraham kesal.

__ADS_1


“Ya ampun, nih orang tua apa tidak merasakan nyawanya terancam?” gumam Ridwan dalam hati.


“Tidak usah, aku bisa pulang-


“RIDWAN!!” teriak Abraham.


“Siap pak!” Ridwan yang masih berada di depan Irwan segera menghadap.


“Bawa isteriku keluar, dan suruh Adley mengantarnya pulang sampai dengan aman!” suruhnya tanpa perduli


dengan Irwan yang semakin kesal.


“Baik pak.” Jawab Ridwan.


“Kamu pulang lah, nanti Adley yang akan mengantarmu. Jangan pulang sendiri, harus dengan Adley. Mengerti?”


“Permisi pak.” Bellova juga pamit pada Irwan yang menatapnya dengan benci.


Bellova dan Ridwan sudah pergi, tinggallah Abraham dan Irwan yang masih menatap punggung Bellova.


“Jangan menatap isteriku dengan mata jahatmu itu pak Jenderal.” Suara Abraham yang memecah keheningan. Irwan menoleh dan melihat Abraham membereskan kotak makanan yang belum habis semua.


“Nilai kesopananmu sudah tidak ada kah Pak Abraham?” Irwan langsung duduk di sofa.


Abraham diam mengabaikan, masih fokus pada kotak makanannya.


Karena merasa diabaikan, dia semakin kesal.

__ADS_1


“Sebenarnya nilai kesopanan yang hilang itu adalah anda, Pak Jenderal.” Abraham duduk di kuris tempat meja kerjanya.


“Anda datang dengan keributan seperti tadi, dan mengganggu waktu makan siang ku dengan isteriku.


Membuat isteriku juga gugup dan gemetar karena suara teriakan anda-


“Itu karena kau-


“Aku paling tidak suka waktu makan siangku terganggu, kecuali ada gempa bumi atau bencana lainnya.”


Abraham memotong pembicaraan Irwan. Tatapan matanya yang tajam membuat Irwan mulai gugup.


Irwan menjadi diam seperti ‘terkunci’ hanya dengan tatapan Abraham.


Abraham mendapat laporan dari Adley melalui ponselnya, “Pak Abraham, saya sedang dalam perjalanan untuk mengantar Nyonya Bellova pulang.” Pesannya dalam aplikasi WA, Abraham merasa puas.


Tap…


Ponselnya di letakkan diatas meja.


“Anda tadi datang kesini untuk menanyakan tentang puteri anda kan? Angelina?” Abraham berdiri menghampiri atasannya yang masih duduk.


“Iya! Apa yang sudah kau lakukan? Kau mengirim surat penangkapan untuk puteriku? Memangnya apa yang


sudah dilakukannya?” pertanyaan banyak di ucapkan Irwan.


Abraham menatapnya lagi dengan tajam sebelum memulai penjelasannya.

__ADS_1


__ADS_2