KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 280


__ADS_3

Abraham segera berlari keluar untuk melihat Bellova yang memberitahukannya sedang berada dirumah sakit.


Semua jadi ikut bingung dengan Abraham yang pergi tanpa memberitahukan apapun.


********


Bellova sudah berada dirumah sakit, dan dia juga sudah di beri pengobatan. Denis juga selalu menemaninya disamping.


“Lukanya sudah di obati, ini hanya luka luar dan bisa sembuh beberapa hari, usahakan jangan terkena air dulu biar lukanya tidak basah.” Ucap sang Dokter.


“Terima kasih Dokter.” Ucap Bellova yang sudah merasa baikkan.


Denis lega, dia ikut senang mendengarnya.


Setelah selesai memeriksa Bellova, Dokter itu pergi meninggalkan mereka berdua.


“Kalau begitu biar saya antar kamu Bella,” pintanya.


“Tidak usah, karena-


Tiba-tiba ponsel milik Denis berdering.


“Tunggu sebentar ya, saya menerima panggilan masuk dulu.” Denis menunjukkan ponselnya yang masih


berdering, Bellova memberikan jawaban dengan anggukkan kepala.


Denis pergi keluar, meninggalkan Bellova dalam ruangan.


Tidak lama kemudian, giliran ponsel Bellova yang berdering, dengan cepat wanita itu meraih ponsel dan melihat siapa yang telah menghubunginya.


“Abraham,” ucapnya tersenyum saat tahu nomor itu.


“Hallo.”


“Lov, kamu ada dimana?” tanya Abraham yang terburu-buru.

__ADS_1


“Aku ada dirumah sakit-


“Iya, diruangan apa? Aku sekarang sudah berada dirumah sakit yang kamu beritahu.” Abraham yang panik


memotong ucapan Bellova.


“Dia sudah ada disini?” tanyannya dalam hati.


“Aku ada diruang pemeriksaan-


“Oke, aku rasa aku sudah tahu dimana kamu.” Abraham memotong ucapan Bellova lagi.


Abraham muncul dari pintu yang memang sedang terbuka.


“Lova,” Abraham melihat Bellova yang duduk diranjang pasien, dia segera masuk untuk menemuinya.


“Bram, kamu sudah disini? Cepat sekali.” Bellova yang sebenarnya merasa senang karena kedatangan


suaminya.


Bellova, mulai dari kepala, wajah dan tangan.


“Semuanya tidak apa-apa kok, hanya luka di kaki, dan sekarang sudah di obati.” Ucap Bellova menenangkan Abraham yang masih sibuk mencari lukanya.


Abraham melihat kakinya yang sudah di perban, “Apa sangat sakit?” tanyanya melihat perban itu.


Bellova mengggelengkan kepala, “Udah enggak kok.” Jawabnya.


“Kok bisa sampai terluka seperti ini sih? Lalu kemana orangnya?”


“Dia tidak sengaja, dan sekarang dia sedang menerima panggilan telepon.” Jawabnya menenangkan


Abraham.


“Kalau aku bertemu dengannya, aku harus periksa semua kelengkapan mobil dan SIMnya.” Gerutu Abraham

__ADS_1


yang masih melihat perban itu. Bellova tersenyum mendengar gerutuan suaminya.


“Apa semuanya sudah selesai?”


“Sudah.”


“Kalau begitu, aku akan mengantarmu pulang dulu.” Abraham langsung menggendong isterinya tanpa


menunggu jawaban.


Bellova memang ingin menolak, tapi karena Abraham yang sudah bersikeras, dia akhirnya hanya diam saja.


Abraham menggendong Bellova, keluar dari ruangan dan melewati banyak orang yang melihatnya juga.


*************


Denis yang menerima panggilan dari anak buahnya.


“Apa? Dia kabur?”


“Benar tuan, kami sudah berusaha mengejarnya.”


“Breng**k! cepat cari dia! Aku akan menghukum kalian kalau wanita itu tidak bisa kalian temukan.” Ancamnya


pada anak buahnya.


Denis yang sangat kesal, mematikan ponsel dan memasukkan kedalam saku celananya.


“Dasar perempuan tidak tahu diri banget ya\, lihat saja nanti\, aku akan menghukummu kalau aku bisa menemukanmu. Larilah yang jauh sampai aku tidak bisa menemukanmu\, pe****r.”


Denis ingin kembali keruangan dimana Bellova terakhir kali ditinggalkan.


Baru saja ingin melangkah, dia sudah melihat Bellova berada dalam gendongan seorang pria.


“Waww… Abraham. Apa yang dilakukannya? Jadi… Hahahahha… ini semakin menarik ya.” ucap Denis meremas rambutnya saat melihat Abraham yang sedang menggendong Bellova.

__ADS_1


__ADS_2