
Angelina, duduk di kantor polisi dengan santai dan tenang, dia pikir kalau sekarang dia ada di tempat hiburan. Tidak perduli dengan tatapan ketidak sukaan beberapa orang di sana, tapi ada juga yang menikmati pemandangan itu, karena tubuh dan pakaian Angel yang seksi dan menarik.
Tidak ada yang menemani nya di sana, hanya supir yang tetap berdiri di samping majikan nya itu.
Bbbruummm..bbruumm…
Seperti biasa, mobil Monik sudah datang, mengantar pesanan.
Ridwan melihat Adley yang tersenyum, saat melihat Monik.
“Pak Adley, apa anda menyukai nona Monik?” tanya Ridwan.
Adley melihat Ridwan dengan heran.
“Maksud nya?”
“Barusan wajah anda sangat kesal, tapi saat nona Monik datang, anda tersenyum dan bersemangat, jadi menurutku-
“Apa yang kau bicarakan? Aku ti-
“Selamat pagi semua.” Sapa Monik yang sudah ada di belakang mereka.
“Pagi Monik.” Ridwan yang menjawab nya langsung, Adley berbalik untuk melihat Monik.
“Seperti biasa, aku datang untuk mengantar sarapan.” Monik meletakkan satu ikatan yang baru saja di bawa.
__ADS_1
Adley melihat wajah Monik yang berkeringat, dia mengeluarkan sapu tangan berwarna pink, dengan bahan halus, di berikan pada Monik, yang mengusap wajah dengan tangan mungil nya.
“Ini.”
“Sapu tangan?” Monik menerima tapi sedikit heran.
“Iya, keringat mu banyak sekali, jadi pakai ini saja, bisa langsung menyerap keringat.” Jawab Adley ragu-ragu.
“Tapi aku bawa tissue-
“Pakai saja, kalau tissue kan bisa menempel di wajah. Tidak usah khawatir, karena sapu tangan ini bersih kok.” Adley tetap memberikan sapu tangan nya.
“Sudah, ambil saja Monik.” Ridwan berdiri, keluar dari meja kerja nya.
“Aku akan membantu membagikan makanan nya pada teman-teman.” Ridwan mengambil kotak, mengecek nama
Monik mengambil sapu tangan.
“Terima kasih pak Adley.” Langsung mengusap keringat di wajah nya, meski masih bingung.
“Masa ada sih cowok punya sapu tangan, apalagi warna nya pink.” Ucap Monik dalam hati, tanpa sadar dia tersenyum.
“Ada apa?” tanya Adley karena melihat Monik yang tersenyum.
“Oh, maafkan aku, aku hanya terkejut saja karena masih ada pria memiliki sapu tangan, apalagi warna nya pink.” Jawab Monik, masih menahan senyum nya.
__ADS_1
“Tidak apa-apa kan? Tidak ada larangan nya juga.” Sahut Adley tidak malu.
“Iya sih.” Monik mengangguk.
“Aku tidak suka memakai tissue, tidak menyerap dan suka menempel di wajah, tapi kalau sapu tangan kan, terasa berbeda, wajah terasa kering. Kenapa warna nya pink, karena aku suka warna pink.” Jawab Adley lagi dengan bangga memilih warna pink.
Monik sekali lagi menahan senyum nya.
“Anda tahu kan, warna pink itu.. warna yang di sukai wanita.” Ujar Monik.
“Tahu kok. Kamu sendiri, sering pakai warna hitam, padahal hitam kan warna yang lebih banyak di sukai pria.” Balas Adley tersenyum.
“Wah, anda balas dendam ya.” canda Monik juga tersenyum.
Ridwan yang mengamati senang dengan kedekatan mereka.
Tak….Tak…Tak…
“Apa ini? Sampah?” Angel memecah suasana akrab Adley dan Monik.
Wajah Adley kembali mengerut, melirik Angel yang suka sekali melihat rendah orang yang tidak berasal dari keluarga kaya.
Angel mengambil satu kotak, membuka nya dan..
“Iiiuuuww…. Makanan apa ini? Apa ini sudah basi ya? ini tuh tidak bisa di makan lagi, harus di buang.” Dengan sombong nya Angel menghina makanan dari Monik.
__ADS_1
Adley merampas kotak makanan dari tangan Angel, dengan tatapan tajam.