
Abraham dalam perjalanan ke tempat kerja nya. Sementara Bellova di rumah dengan aktifitas nya. Walaupun dia sudah menikah dengan Abraham, dia tetap melakukan tugas nya seperti ketika dia masih jadi pembantu di rumah Abraham. Tidak membuat nya untuk tenang dan sombong.
Bellova mengumpulkan semua pakaian kotor yang di pakai nya dan juga Abraham, merapikan tempat tidur dan membersihkan kamar mandi.
Jujur saja, setelah mereka menikah, Bellova lebih nyaman kalau Abraham berada di luar.
Dan di kantor polisi pun sudah bersiap-siap rekan-rekan nya untuk menyambut kedatangan Abraham yang sebentar lagi akan tiba di lokasi.
Monik juga sudah datang mengantarkan sarapan untuk rekan-rekan Abraham. Walaupun masih terkesan cuek, sudah ada perubahan sedikit dari Adley. Dia sudah mau berbicara dengan Monik, walau hanya sebentar.
“Aku dengar pak Abraham masuk kerja hari ini ya?” Tanya Monik setelah membagikan kotak makanan.
“Iya, ini sekarang lagi dalam perjalanan.” Ridwan yang menjawab.
“Wah, aku sudah lama menantikan pak Abraham. Dia sangat hebat.” Puji Monik semangat.
“Memang nya kami tidak hebat?” Adley langsung bertanya karena sedikit tidak suka.
__ADS_1
“Anda dan lain nya juga hebat kok pak Adley. Tapi saya kan tidak bisa bohong dalam menilai, kalau Pak Abraham lebih hebat.” Jawab Monik masih tersenyum tanpa takut dengan Adley yang menatap nya tajam.
“Kau sangat suka dengan nya ya? bukan nya kau menyukai Ridwan?” Pertanyaan Adley yang memancing reaksi Ridwan dan Monik.
“Tentu saja aku suka dengan pak Abraham. Siapa sih yang tidak suka dengan nya. Aku juga suka dengan pak Ridwan, pak Adley, semua yang ada di sini, karena kalian baik pada ku, dan kalian juga hebat-hebat kok. Tapi
makna dari rasa suka itu kan berbeda. Suka bukan berarti harus memiliki. Dan aku menyukai kalian bukan untuk harus aku miliki.” Jawab Monik.
“Dia menyukai ku tapi tidak ingin memiliki ku, begitu maksud nya?” Tanya Adley dalam hati.
Ridwan tidak masalah dengan jawaban Monik.
Tap…tap…tap…
“Selamat pagi pak Abraham.” Sapa dan hormat dari salah satu petugas di kantor.
Mereka yang mendengar dan melihat atasan sudah datang, mereka memberi hormat pada nya, termasuk Adley dan Ridwan.
__ADS_1
Monik yang kebetulan masih ada di situ pun ikut memberikan hormat padanya.
“Selamat pagi dan selamat datang kembali pak Abraham.” Sapa dan hormat Monik sembari tersenyum pada Abraham yang sudah berada di hadapan nya.
Abraham tersenyum, “Selamat pagi juga nona Monik. Anda baru mengantarkan sarapan ya?” Tanya Abraham setelah membalas sapaan Monik.
“Iya pak. Tapi, saya tidak membawa untuk anda, karena saya tidak tahu kalau anda masuk kerja hari ini, saya tahu nya baru tadi dari yang saya dengar.” Ucap Monik menjelaskan.
“Tidak apa-apa Mon, seterus nya pun kau tidak usah repot-repot membawa untuk ku.” Jawab Abraham sembari duduk dan melepaskan jaket kulit yang di pakai nya.
“Loh, kenapa pak?” Tanya Monik penasaran.
Ridwan yang ikut menunggu jawaban Abraham sembari memakan sarapan dari Monik.
Abraham melihat anak buah nya satu-persatu, ada yang menatap nya penasaran seperti Adley.
“karena aku sudah menikah. Dan isteriku yang akan menyiapkan sarapan dan makanan untuk ku.” Jawab Abraham santai.
__ADS_1
“Uhuk..uhuk..uhuk..apha..?” Ridwan tersedak makanan nya. Makanan yang ada di mulut nya keluar dan jatuh di atas meja.
Mereka terkejut dengan ucapan Abraham yang di anggap bercanda.