KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 248


__ADS_3

Penampilan Lucifer yang berantakan, keringat dan darah yang sudah mengering terlihat di pakaian dan wajahnya. Bau amis pun tercium di hidung mereka, keluarganya.


“Hhueekk…” Belova merasa mual karena melihat penampilan Papa mertuanya.


“Papa…” Rakha berlari memeluk Satmaka karena ketakutan melihat Lucifer yang masih berdiri dihadapan


mereka.


Semua menatap Lucifer, membuatnya jadi salah tingkah dan merasa bersalah.


“Papa, cepat mandi dan bersihkan  tubuhmu, ya ampun…” Eva berdiri menghampiri suaminya.


“Adik ipar, sepertinya kau sangat bersenang-senang sekali ya dengan mainan barumu? Apa masih ‘ada’ ?”


sindir Revand dengan senyum yang membuat kita ingin memukul kepalanya.


Eva menoleh Revand untuk diam, Isabella memukul suaminya agar berhenti meledek iparnya itu.


Bagai anak kecil yang ingin dimandikan orang tua nya, seperti itulah Eva membawa Adam untuk membersihkan diri.

__ADS_1


“Hahahaha…. Bram, kau lihat kan? Betapa hebatnya papamu itu.” tawa Revand.


Semua menjadi ikut kesal dengan tingkah Revand. Rasanya mereka ingin menjahit mulutnya agar tidak bisa berbicara. Beberapa kali juga Isabella memperingatinya agar berhenti, tapi hanya dibalas dengan senyuman nakal dan candaan dari Revand.


Melihat Bellova yang masih mual karena melihat Papanya, Abraham mengusap-usap punggung isterinya dengan pelan, diapun sampai menghela napas karena penampilan Papanya itu.


“Ini, makan dulu buah ini supaya tidak terasa mual lagi.” Lisna memberikan potongan semangka pada


Bellova, buah kesukaannya. Abraham membantu menyuapi Bellova memakannya.


*******


“Maafkan papa. Papa tidak tahu kalau mereka ada disana.” Jawab suaminya dengan tulus.


“Kan Papa sudah lihat kendaraan mereka, dan Mama juga sudah kasih tahu kan kalau anak dan menantumu ada dirumah.” Balas Eva.


“Mungkin karena terburu-buru, jadi tidak sadar.”


Eva tidak bertanya lagi, di lihat suaminya juga sudah terlihat sangat kelelahan. Dia hanya fokus membersihkan noda di tubuh Lucifer.

__ADS_1


“Bagaimana dengan keadaan mereka? Tidak ada yang terluka parah kan?” tanya Lucifer tanpa menoleh kebelakang.


“Hanya luka kecil, tapi Bellova lukanya terbuka lagi, karena saat itu mereka sedang dalam perjalanan pulang kerumah. Aditya sudah mengobatinya lagi, jadi sudah tidak apa-apa.” Eva menjawab pertanyaan suaminya.


“Apa semuanya sudah selesai?”


“Orang yang berniat jahat pada kita tidak akan ada habisnya sayang, pasti ada lagi, lagi dan lagi. Dan kita hanya bisa mempersiapkan diri saja. Untuk Bossa dan anak buahnya sudah papa bereskan, jadi untuk saat ini semua sudah selesai.” Jawabnya.


***********


Makan malam sudah di hidangkan di atas meja. Semuanya juga sudah duduk di tempatnya, tinggal


menunggu Adam dan Eva. Begitu banyak menu yang dihidangkan, karena ketiga anak Eva memiliki menu makanan kesukaan yang berbeda. Semuanya duduk di samping pasangannya. Tidak ada yang tidak memiliki pasangan.


“Apa makanan kesukaan mu ada di sini?” tanya Abraham.


“Semua makanan yang ada di meja, aku sangat suka. Tapi, bagaimana dengan keluargaku? Maksud ku orang tua dan adikku?” Bellova khawatir pada keluarganya.


“Jangan khawatir, teman papa ada disana bersama mereka. Besok mereka akan dibawa kesini. Oh ya, untuk beberapa hari ini kita akan tinggal disini, bagaimana? Apa kau mau?”

__ADS_1


Bellova tidak menolak, dia menerima ajakan Abraham untuk tinggal dirumah mertuanya.


__ADS_2