
“Abram, ternyata dugaan mu tepat sekali.” Venam baru saja tiba dari tugas luar nya.
“Setelah kami bongkar kandang sapi nya, ada tumpukan mayat di dalam, ada yang sudah membusuk sampai tidak bisa di kenali, tapi ada juga yang masih bisa di kenali. Dan di bawah tempat tidur nyonya Sri juga ada dua mayat, seperti nya itu belum lama ada.” Venam memberikan laporan dalam bentuk foto dari ponsel nya.
Abraham memperhatikan semua mayat-mayat satu persatu, dan ternyata ada salah satu nya adalah korban yang ibu nya sudah membuat laporan.
Abraham menggelengkan kepala, kejahatan yang luar biasa dan sadis.
“Kemana mayat-mayat itu di bawa?”
“Ke rumah sakit Aditya, dan Leo juga sudah melakukan otopsi pada mayat-mayat itu.” jawab Venam meraih ponsel yang di serahkan Abraham.
Abraham bangkit dari kursi nya, menghampiri Ridwan, salah satu anak buah nya. “Ridwan, hubungi keluarga dari korban yang bernama Dyna, dan beritahu mereka mayat nya sudah berada di rumah sakit Aditya.” Suruh
Abraham.
Orang-orang yang sudah di tangkap Abraham yang masih di dalam sel setiap hari bertambah jumlah nya.
“Menurut mu siapa dalang dari aksi kejahatan itu?” tanya Venam pada Abraham, sebenarnya ada tebakan di pikiran nya, hanya saja ingin
memastikan lagi pada Abraham.
“Isteri nya sendiri!”
“Apa?” serentak Adley dan Venam terkejut mendengar nya.
“Salah satu dari mayat-mayat itu pasti ada Agus Wido, dan alasan nya melakukan ini karena rasa cemburu. Ada berapa mayat perempuan yang kau lihat di situ?” tanya Abraham, berbalik melihat Venam.
“Mayat nya ada sepuluh, dua mayat berjenis kelamin laki-laki dan delapan nya perempuan. Untuk mayat laki-laki nya wajah nya sudah sangat rusak, tapi ada salah satu dari mayat itu seperti berumur dewasa.” Jawab Venam
dengan yakin.
“Kalau begitu, aku akan ke rumah sakit untuk melihat nya langsung….
“Aku ikut Bram.” Adley dan Abraham pun pergi bersama, sementara Venam masih melakukan tugas lain nya.
********
Seorang gadis muda, Monica Stefany yang berusia 22 tahun, sangat cantik dan putih. Sedang bercerita pada sepupu nya, Rahul Arasyid yang berusia 28 tahun, pria yang tampan.
__ADS_1
Monica mengeluarkan kesedihan nya pada Rahul, karena pria yang di taksir nya sedang dekat dengan seorang wanita. Dia diam-diam suka pada Abraham, kakak nya Arshinta. Awal bertemu adalah karena Abraham yang pernah
menolong nya dari aksi jambret saat dia menunggu jemputan supir nya.
“Aku sangat suka dengan nya kak Rahul, tapi aku belum berani datang mendekati nya. Aku malu.” Ucap Monica.
Mereka sedang mengobrol di taman rumah Rahul, Monica yang datang dengan terburu-buru seperti tidak sabar ingin curhat.
“Kalau kamu suka, kan bisa kenalan aja dulu, pendekatan dulu, kalau kamu diam-diam begini kan mana dia tahu.” Saran yang di berikan
Rahul.
“Tapi aku malu.”
“Kalau kamu malu ya percuma. Mana dia tahu perasaan mu. Lagi pula kakak yakin kalau perasaan mu itu hanya sesaat, biasa nya juga kamu kayak gitu kan? Seperti mantan pacar kamu, si Alex, bertahan nya Cuma tiga bulan,
udah kayak nanam jagung aja.” Ledek rahul meminum kopi buatan pelayan rumah.
“Itu karena si Alex yang playboy, cewek nya ada di mana-mana, siapa juga yang mau di selingkuhi.” Balas Monic, bibir nya di monyongkan.
Rahul yang sudah tahu karakter sepupu nya itu hanya diam saja, bukan sekali dua kali dia mendapat curhatan dari Monica. Bisa di bilang
“Kak Rahul, bantu aku ya, bantu aku supaya bisa jadian sama cowok itu. Aku tidak mau dia jalan sama cewek lain….
“Apa kamu pernah lihat dia jalan sama perempuan lain?” tanya Rahul memotong kalimat Monica.
“Iya, aku pernah lihat, perempuan itu cantik sih, rambut nya panjang, mereka sangat dekat sampai gandengan tangan gitu. Waktu itu aku juga pernah lihat perempuan itu sedang antar makanan sama cowok taksiran ku. Kak
Rahul aku sangat marah dan cemburu..” rengek Monica.
“Monica, kamu tidak boleh seperti itu. Kalau ternyata pria itu sudah menikah atau sudah punya pacar, apa tetap kamu kejar?”
“Iya, yang menikah saja bisa pisah kan?”
“Ck… Monic, kamu jangan berpikir dan berbicara seperti itu. Dan itu juga tidak boleh, kamu wanita kan? Apa kamu mau jadi pelakor?” Rahul tidak suka dengan ucapan sepupu nya itu, membuat nya gerah dan kesal.
“Gak apa-apa jadi pelakor, kan lagi trend.” Jawab Monic dengan percaya diri tanpa rasa malu.
“Hhmm.. aku tidak tahu mau bicara apa lagi. Lakukan sesuka mu saja…
__ADS_1
“Tapi kakak bisa bantu aku kan? Please….” Monica melipat tangan nya, memohon pada sepupu yang kelihatan tidak mau.
“Monic, aku akan bantu kamu. Tapi kalau dia ternyata sudah menikah atau sudah punya kekasih, kakak tidak mau ikut campur!” jawab Rahul.
“Yess…. Janji ya. Kalau begitu, temani aku beli kado.” Monica berdiri, mengajak Rahul untuk keluar.
“Beli kado? Untuk siapa?” tanya Rahul, tangan nya yang sudah di tarik walau dia masih duduk.
“Untuk cowok yang aku taksir. Aku mau membelikan dia kado yang indah.” Ucap Monica dengan senang.
“Memang nya kamu mau beliin dia apa?” tanya Rahul, dengan terpaksa dia berdiri karena tangan nya yang terasa sakit di tarik.
“Karena itu aku ajak kak Rahul, kakak kan cowok, siapa tahu bisa memilih dan tahu apa yang di sukai cowok.” Jawab Monic.
Rahul, mau tidak mau mengikuti keinginan sepupu nya itu, dengan berat hati dan langkah yang berat juga.
*****
Abraham dan Adley sedang mengamati Leo yang sedang mengorek-ngorek mayat untuk mencari informasi. Adley yang tidak kuat dengan bau dan potongan-potongan daging mayat itu, terkadang menutup mulut nya,
mengalihkan pandangan ke arah lain karena tidak biasa.
Leo suka mengusili Adley.
“Bram, mayat ini seorang wanita, berusia sekitar 20 tahunan, dan…. Sedang hamil sekitar satu bulan.” Ucap Leo, berbicara masih memakai masker.
“Hamil?” Adley langsung melihat Leo terkejut.
“Iya, dan wanita ini meninggal akibat luka tusuk di perut dan dada nya, ada dua luka tusukan.” Leo menunjuk bagian yang sudah ada lubang
tusuk.
“Dan bukan hanya wanita ini saja, tujuh mayat perempuan nya juga sedang hamil satu bulan dan luka tusuk yang sama. Usia nya juga sekitar 22 tahunan, satu mayat laki-laki berusia sekitar 17 tahunan, kalau dia meninggal
akibat benturan di kepala bagian belakang, selain itu tidak ada luka lain nya.” Ucap Leo memberi hasil otopsi nya.
“Wah, berarti si pak Agus itu yang menghamili wanita-wanita itu, dan isteri nya cemburu lalu membunuh mereka. Bagaimana Bram?” tanya Adley.
“Iya, benar semua, tapi isteri nya ada kerja sama dengan yang lain nya.”
__ADS_1