
“Sebentar lagi kan kalian akan mengadakan pesta istimewa, jadi jangan sampai salah satu dari kalian itu sakit, bisa repot kan nanti? Jadi sebaik nya kau pulang saja, kan masih ada tim mu yang lain di sini.” Leo tetap membujuk agar sahabat nya itu menuruti perkataan nya.
“Berisik sekali kau! Kau saja yang pulang, lakukan lagi pekerjaan mu.” Abraham tetap menolak, masih memijit kening nya.
“Ih… dasar kau, keras kepala sekali. Baiklah, aku memang mau pergi kok.” Leo berdiri untuk merapikan pakaian nya.
“Kalian berdua itu harus menjaga kesehatan, biar kuat seharian pesta, apalagi malam pertama nya kan? Hahahahha…” goda Leo yang tidak takut kalau Abraham marah walaupun sudah menatap nya dengan tajam.
“Aku pergi dulu, sampai jumpa” akhir nya Leo pergi keluar dari ruangan nya.
Wajah Abraham kembali pucat, tubuh nya sudah lemah, hampir tidak bisa di tahan nya lagi.
“Apa aku pulang saja?” Abraham memijit kening nya.
**********
Arshinta, Ina dan pasangan mereka masing-masing bertemu di salah satu kafe coffe, tentu saja anak laki-laki kecil juga ikut bersama mereka, Rakha.
Ina terlihat sibuk menyuapi Rakha dengan pancake yang sudah di pesan.
“Apa semua keperluan Abraham sudah lengkap?” tanya Aditya yang berada di sana.
“Tinggal beberapa hari lagi kan? Tapi kenapa Abraham seperti tidak sibuk ya?” ucap Satmaka.
__ADS_1
“Berarti semua nya sudah lengkap, lagipula undangan nya kan sudah di bagikan. Terakhir kata kakak, cincin dan baju pengantin sudah di pesan juga, aku dan kak Ina juga sudah memesan catering untuk acara nanti.”
“Lalu bagaimana dengan gedung nya?” tanya Satmaka, yang belum mendengar info tentang lokasi tempat acara.
Ina dan Arshinta saling menatap, “Belum sempat tanya sih, besok aku akan kerumah kak Abraham, di sana kan ada kakak ipar, jadi aku akan bertanya pada nya.” Ucap Arshinta.
Satmaka mengerti.
“Lalu bagaimana dengan rencana pernikahan kalian kak Ina? Apa sudah lengkap?” Arshinta bertanya pada Ina.
Ina melihat Aditya, pasangan nya.
“Sudah dong, semua nya sudah lengkap, gaun, cincin,catering, atau gedung nya.” Jawab Ina dengan bangga.
Arshinta dan Satmaka menggelengkan kepala serentak.
“Tidak mau.” Jawab mereka serentak.
“Sendiri-sendiri saja. Jadi selama tiga bulan itu kan akan merayakan ulang tahun pernikahan, seru kan?” jawab Arshinta yang sudah membayangkan dengan bahagia.
“Iya juga sih. Kesan nya lebih bermakna ya.”
Mereka menganggukkan kepala.
__ADS_1
*************
Pukul 4 sore, Abraham berniat untuk pulang lebih dulu sebelum jam kerja nya berakhir.
Seharian dia hanya minum kopi, makan roti, dan menyandarkan diri nya di kursi dengan menengadahkan wajah ke atas.
“Uuuhhuukk..uuhuukk…” Abraham batuk saat baru keluar dari ruangan nya.
“Pak Abraham, anda sakit?” Ridwan berdiri menghampiri Abraham.
“Aku tidak apa-apa.”
“Wajah anda sangat pucat, di tambah lagi anda batuk-batuk dari tadi, itu arti nya anda sakit, sebaik nya anda-
Abraham mengangkat tangan nya agar Ridwan yang khawatir pada nya untuk diam.
“Aku bilang aku tidak apa-apa. Uuhukk…uuhuukk..” Abraham menutup mulut nya dengan tangan.
“Adley!” dia memanggil rekan nya.
“Ya pak!” dengan cepat si pemilik nama sudah datang.
“Tolong kau urus semua nya ya. Aku mau pulang dulu.” Abraham memberi pesan pada nya.
__ADS_1