KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 34


__ADS_3

Tempat pertama Abraham melakukan investigasi adalah majikan nya, Agus Wido. Hanya Abraham dan Adley. Perjalanan mereka sedikit kesulitan, karena lokasi yang agak jauh dari rumah penduduk. Hampir banyak warga sekitar yang tidak tahu di mana alamat rumah Agus Wido. Mereka harus melewati ladang jagung dan kandang sapi.


“Bram, apa ini adalah rumah dari Agus Wido itu?” tanya Adley.


“Kita akan tahu kalau kita coba tanya langsung.” Jawab Abraham. Mereka berdua sudah berada di depan sebuah rumah besar namun tidak terlihat mewah. Rumah yang terdiri dari dua lantai, berwarna hijau muda. Rumah nya memiliki pagar kayu yang tidak terlalu tinggi, hanya setinggi pinggang


orang dewasa. Mereka masuk, melewati pagar yang berwarna cokelat tua itu.


halaman nya sangat luas.


Mmmooo…..Mmmmoooo…….


Terdengar suara dari beberapa sapi.


“Bram, apa kau dengar suara itu?”tanya Adley, langkah nya berhenti saat mendengar suara itu.


Abraham hanya menganggukkan kepala nya.


Mereka terus berjalan hingga berada di depan pintu.


Tok…tok…tok…


Adley mengetuk pintu.


Tok…tok…tok…


Ketukan berikut nya masih tidak ada tanda seseorang untuk membuka nya.


Tok..tok..tok…


Abraham dan Adley melihat bersamaan.


Ceklek……


Seseorang membuka pintu dari dalam. Terlihat seorang wanita setengah tua, dengan pakaian sederhana nya. Dia melihat Abraham dan Adley bergantian.


“Maaf, kalian siapa ya?” tanya nya dengan suara serak.


“Selamat siang bu, maafkan kami karena mengganggu, kami ingin bertemu dengan pemilik rumah, pak Agus Wido.” Ucap Abraham ramah.


Wanita itu mengernyitkan dahi nya mendengar nama itu.


“Kalian…. Kalian memang nya siapa? Dan ada urusan apa dengan beliau?” tanya si ibu seperti berhati-hati berbicara.


“Kami dari kepolisian, ada yang ingin kami tanyakan pada bapak Agus. Bisa tolong panggilkan beliau agar kami bisa bertemu?” ucap Abraham.


Adley melihat ada yang aneh dari ibu itu. si ibu yang merasa gugup dan khawatir. Apalagi saat dia tahu kalau dua orang pria yang ada di


hadapan nya adalah seorang polisi.

__ADS_1


“Ta…tapi maafkan saya…karena…karena tuan saya juga belum pulang… sudah beberapa hari ini.” Jawab nya dengan suara bergetar.


“Kemana pergi nya beliau?” masih Abraham yang bertanya.


“Sa…saya tidak tahu pak. Karena saya juga belum lama bekerja di sini, dan saya juga belum pernah bertemu dengan nya.”


Abraham melihat Adley, mereka merasa ada yang mengganjal.


“Kalau begitu, apa boleh kami bertemu dengan majikan anda?” kali ini Adley yang mengambil inisiatif untuk bertanya langsung.


“Ma…majikan saya…. Majikan saya sedang tidak ada di rumah. Beliau….lagi pergi keluar.”


Abraham berusaha melihat dalam ruangan, dengan pintu yang sedikit terbuka. Memang terlihat tidak ada siapa-siapa di dalam. Hingga si ibu mulai sadar kemana arah mata dari Abraham.


“Maaf, kalau boleh saya tahu, anda siapa? Dan apa hubungan anda di sini?” tanya Abraham.


“Nama saya Jihan, saya adalaha pelayan di sini…


“Sudah berapa lama bekerja di sini?


“Sudah 5 tahun…..eh, maksud saya 5 mi…minggu.” Jawaban si ibu yang gugup dan sempat keceplosan, membuat Abraham curiga.


Padahal pertanyaan itu sengaja di tanyakan Abraham dengan cepat.


“Kalau begitu, kapan kami bisa bertemu dengan majikan anda lagi?”


“Sa…saya tidak tahu, karena nyonya jarang berada di rumah ini.” Jawab nya.


“Maafkan saya, majikan saya melarang memasukkan orang lain yang tidak di kenal. Tolong anda datang lain kali saja, kalau majikan saya ada di rumah.” Jawab si ibu yang tidak bisa menyembunyikan ketakutan nya.


Abraham memberi kode pada Adley dengan menganggukkan kepala, dan Adley mengerti apa maksud dari atasan nya.


“Baiklah kalau begitu bu, kami akan pergi. Tapi kami akan datang lagi ke sini, tolong sampaikan pada majikan anda, untuk bisa memberikan sedikit waktu nya untuk bisa bertemu dengan kami.” Ucap Adley.


“Iya..iya, pasti nanti saya akan memberitahukan nya pada majikan saya.” Jawab si ibu dengan cepat, seperti senang kalau dua orang itu akan segera pergi.


Setelah mengucapkan salam dan berpamitan pergi, si ibu itu langsung menutup pintu. Entah apa yang akan di lakukan nya lagi di dalam.


“Bram, apa yang akan kita lakukan lagi?” tanya Adley.


“Sebaik nya kita berkeliling saja dulu, aku penasaran dengan rumah ini.” Jawab Abraham, melihat sekitar nya, Adley pun setuju.


Mereka berdua tidak langsung pulang.


Mmmooooo………Mmmmmooooo…


“Bram, apa kamu dengar suara itu lagi kan?” tanya Adley, menahan tangan Abraham agar menghentikan langkah nya.


Abraham menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


Mereka berjalan mencari asal suara. Saat berjalan, Abraham melihat ada sesuatu di atas.


“Kau lihat itu!” tunjuk nya pada Adley.


Adley pun melihat arah yang di tunjuk.


“What…. Kamera CCTV?” tanya Adley yang terkejut ada kamera di sudut atap.


“Iya.”


“Tapi, apa kau yakin kalau CCTV nya menyala? Maksud ku, itu bukan hanya pajangan untuk menakuti saja kan?” tanya Adley yang masih mengamati kamera nya.


“Itu masih menyala, kau lihat saja dari sudut sana, aku akan mencoba pergi ke sana.” Ucap Abraham, dengan tangan yang menunjuk ke beberapa arah.


Adley mengikuti petunjuk dari Abraham. Dia berdiri di tempat yang tidak terjangkau kamera, dan melihat kamera saat Abraham berjalan seorang diri.


“Wah…. Kamera nya mengikuti Abraham ke mana pergi.” Gumam Adley.


Abraham berbalik kea rah Adley, memanggil nya kembali.


“Bagaimana? Sudah tahu kan CCTV nya aktif atau tidak?”


“Iya, kamera nya mengikuti mu ke mana pergi. Itu arti nya ada yang sedang memperhatikan kita?” tebak Adley.


“Yups!..”


“Lalu…..”


“Kita kesana dulu, seperti nya aku tahu di mana asal suara itu.” dan Abraham mengajak Adley menuju tempat yang ternyata ada kandang sapi di dalam.


Mmmmoooo…..Mmmmooooo……Mmmooo….


Sapi-sapi itu bersuara, melihat kehadiran mereka.


“Ada kandang sapi di sini ya. Ada 6 sapi.” Ucap Adley saat sudah menghitung jumlah sapi nya.


“Kau lihat, ada banyak kotoran sapi nya menumpuk di sini, ada yang masih baru dan udah lama, dan itu seperti sengaja di biarkan tanpa di bersihkan.” Abraham menunjukkan tumpukan kotoran yang berceceran.


“Dan sepanjang kita berjalan sampai kesini, aku sudah menemukan ada 5 kamera CCTV yang mengamati kita dari tadi.” Ucap Abraham.


“Apa? Tapi kenapa akau tidak tahu ya? Padahal aku sudah melihat ke atas juga, tapi tidak menemukan nya.”


“Warna CCTV nya sengaja di buat sama dengan atap-atap nya, menurut ku…….mereka ada hubungan dengan kasus hilang nya perempuan itu.” ucap Abraham.


Adley menganggukkan kepala nya, sepemikiran.


“Lalu, apa kita menerobos masuk saja ke dalam?”


“Tidak usah untuk hari ini! Kita kembali dulu, beberapa hari kemudian kita akan kembali lagi ke sini, dan aku pastikan… harus bertemu

__ADS_1


langsung dengan mereka.” Ucap Abraham bersungguh-sungguh.


__ADS_2