KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 105


__ADS_3

“Tidak usah pak, nanti tangan anda terluka.” Larang Bellova.


Abraham tidak perduli, dia tetap melakukan nya.


Di ambil kayu dan di berdirikan agar bisa di potong.


Tak…tak…tak..


Kayu sudah terbelah menjadi empat bagian. Mereka berdua kagum melihat aksi Abraham.


Belum selesai, dia mengambil kayu lagi untuk di belah, meski masih di larang, tapi Abraham melakukan nya lagi.


Bellova sempat kagum melihat Abraham saat membelah kayu, cara dia mengangkat kapak, kekuatan tangan nya saat mengayunkan kapak nya juga.


Tanpa mereka sadari, Abraham sudah membelah banyak kapak, hingga stok kayu yang belum di belah sudah habis.


“Ini di taruh di mana?” Tanya nya mengangkat kayu yang sudah di belah.


“Oh.. taruh di sana saja nak Abraham.” Jawab ibu nya Bellova.


Abraham pun memindahkan kayu yang sudah di belah di tempat yang di tunjukkan ibu nya Bellova.


“Wah, anda hebat sekali ya pak. Saya saja untuk bisa dapat membelah kayu sebanyak itu saja, butuh waktu setengah hari, itu juga saya harus istirahat dulu.” Bellova memuji hasil kerja Abraham.


“Ini bukan masalah, dulu sebelum jadi polisi, kami harus di latih mandiri.” Jawab Abraham sembari memindahkan kayu.

__ADS_1


“Anda sudah sangat lelah, sebaik nya anda mandi saja dulu, saya akan menyiapkan makanan nya.” Suruh Bellova karena melihat pakaian Abraham yang basah karena keringat.


“Apa pak Abraham membawa pakaian ganti?” Tanya Bellova.


Langkah Abraham berhenti dan menoleh melihat Bellova.


“Pakaian ganti? Aku tidak bawa, karena terburu-buru datang kesini.” Jawab nya teringat.


“Kalau begitu apa anda mau memakai pakaian ayah saya? Saya akan carikan yang sesuai dengan tubuh anda dan pasti nya sangat bersih.” Ucap Bellova menawarkan pakaian ayah nya.


“Tidak usah, aku ke toko baju saja. Di mana ada toko baju terdekat?” Tanya Abraham menolak halus.


“Sangat jauh pak, anda harus ke kota baru bisa menemukan nya, itupun tidak banyak toko baju di sini.” Jawab Bellova.


“Maka nya saya kasih pakaian ayah saya, anda tidak usah khawatir, pakaian nya bersih kok. Nanti kalau anda mau keluar, bisa sekalian membeli nya.” Ucap Bellova.


Abraham menghela napas, “ Baiklah kalau begitu, berikan aku sepasang pakaian ayah mu.” Akhir nya Abraham menyerah dan menerima tawaran Bellova.


************


Jam 8 pagi semua makanan sudah di hidangkan, karena tidak ada meja, mereka meletakkan nya di atas lantai, tentu saja menggunakan piring plastik, dan mereka duduk di lantai. Hanya ada satu kursi yang sengaja di kosongkan untuk Abraham.


Semua sudah berkumpul untuk makan, mereka tidak berani makan kalau Abraham belum datang, adik Bellova sudah kelaparan.


“Loh, kenapa kalian tidak makan? Kenapa makanan nya di pelototin gitu?” Tanya Abraham yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut basah nya.

__ADS_1


“Ppffftt…” Bellova menahan tawa saat melihat Abraham memakai pakaian ayah nya.


Tidak hanya Bellova, semua anggota keluarganya tertawa.


“Coba kalau ayah mu seperti pak Abraham waktu muda nya, pasti banyak wanita di sana yang mengejar-ngejar ayah mu.” Canda ibu nya Bellova.


“Ada apa? Apa ada yang aneh?” Tanya Abraham melihat diri nya sendiri.


“Tidak ada nak Abraham, pakaian saya ternyata cocok untuk anda ya.” Ucap ayah nya.


“Ayo dong kita makan, aku sudah lapar.”


“Iya, aku juga nih.”


Adik-adik Bellova minta segera makan karena sudah lapar.


Abraham mengambil posisi duduk di samping Bellova, “Jangan pak, anda duduk di kursi saja.” Ucap ayah Bellova.


“Loh, kenapa? kalian saja duduk nya di lantai.” Tanya Abraham heran.


“Anda kan tamu sekaligus penyelamat kami, jadi anda istimewa di sini.” Jawab ibu.


“Ck, tidak ada beda nya. Kalian duduk di lantai, ya aku juga duduk di lantai juga kan. Jangan mengistimewakan manusia hanya karena posisi nya, semua sama saja.” Ucap Abraham tetap duduk di lantai bersama mereka.


Akhir nya, Abraham dan keluarga Bellova makan bersama. Mereka kagum dengan sifat dari Abraham.

__ADS_1


__ADS_2