KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 175


__ADS_3

Bossa semakin marah dan kesal, saat dia tahu kalau Audrey belum mati, bahkan sudah mulai di jaga secara terang-terangan dari Lucifer, pihak lawan nya. Itu tidak membuat nya takut, justru dendam dan amarah nya semakin memuncak.


Hari itu juga dia sudah mendapatkan informasi tentang siapa saja yang terlibat dengan Lucifer, termasuk anak dan menantu nya. Dan rencana Bossa adalah ingin melenyapkan mereka, membuat Lucifer merasakan rasa kehilangan yang luar biasa, tanpa perduli dengan akibat yang akan di terima nya.


Audrey juga sudah kembali pulih total, bersikeras ingin pulang dan keluar dari rumah sakit.


Ceklek…


Pintu kamar inap nya di buka dari luar, saat dia hendak bersiap-siap untuk keluar dari ruangan.


“Lucifer?” tanya nya setelah melihat Lucifer dan Eva yang masuk kedalam ruangan nya.


“Audrey, kamu mau pulang sekarang?” Eva langsung menghampiri Audrey yang masih bingung.


“Iya. Aku sudah bosan di sini.” Jawab nya merapikan beberapa potong pakaian yang sudah di pesan nya melalui anak buah Lucifer sebelum nya.


“Kamu mau kemana sekarang Drey?” Eva yang ingin tahu.


“Untuk beberapa hari ini aku akan tinggal di hotel dulu, kemudian aku ingin ke luar negeri.” Jawab nya melirik Lucifer.

__ADS_1


“Apa kamu yakin akan aman? Kalau nyawa mu nanti di serang lagi, bagaimana?”


Tidak ada jawaban dari Audrey.


“Begini saja, kamu sementara ini tinggal bersama kami, bagaimana?” Eva menawarkan bantuan pada Audrey.


“Tapi, aku tidak ingin membahayakan kalian lagi-


“Tidak kok, mana ada yang bisa melawan atau menyerang Adam. Justru kalau kamu tinggal bersama kami, kau lebih aman, dan mereka tidak akan berani datang, kalau mereka datang, sama arti nya mengantar nyawa.” Jawab Eva tersenyum, ingin mencairkan suasana karena terasa canggung antara suami nya dan sepupu suami nya itu.


Audrey melihat Lucifer, dia ingin pria itu bicara, menanggapi ucapan isteri nya, Eva.


“Apa hanya karena Eva yang minta, dan kau mengabulkan nya?”


“Tentu saja! Apa kau pikir aku melakukan ini semua karena keinginan ku? Tidak! Bahkan kalau kau mati pun aku tidak perduli. Kau tahu kan? Anak dan isteri ku yang paling aku utamakan!” ucap Lucifer, dengan kata-kata yang membuat Audrey tidak berdaya dan terdiam lagi.


“Ya ampun papa, kenapa kamu berbicara seperti itu lagi. Dia kan sepupu mu-


“Dia bukan sepupu ku!”

__ADS_1


Lucifer seketika terdiam karena mendapat sorot mata tajam dari Eva, tidak bisa berkutik lagi.


“Kamu ikut kami saja ya. Jangan takut dengan nya, selama ada aku, kamu akan aman. Tapi, selama ada Adam, musuh yang mengejar mu juga akan takut. Jadi ada untung nya kan kalau Adam ada bersama kita.” Eva tersenyum pada Audrey, yang masih terlihat ragu untuk ikut bersama mereka.


Eva terus membujuk nya, dengan cara tersenyum, memegang tangan Audrey, memasang wajah berharap.


“Baiklah, aku akan ikut dengan kalian. Tapi hanya beberapa hari saja. Karena-


“Tentu saja. Jangan berlama-lama tinggal bersama kami!” Lucifer memotong kalimat Audrey.


Tap…


Eva memukul bahu suami nya dengan pelan.


“Sudah..sudah, semua nya sudah selesai kan, sekarang ayo kita pulang, aku tidak suka berlama-lama di rumah sakit, bau nya tidak enak.” Ajak Eva.


“Kau lihat kan? Hanya untuk menemui mu saja isteri ku harus merasakan apa yang dia tidak suka.” Celetuk Lucifer.


“Paaaaa....” Eva berusaha menghentikan keadaan itu lagi. Audrey tidak bisa berkata-kata lagi, karena dia sudah tahu diri betapa merepotkan nya diri nya itu.

__ADS_1


__ADS_2