
“Apa sudah di cari ke tempat-tempat lain bu? Seperti rumah teman nya atau saudara lain?” tanya Abraham.
“Sudah pak, seluruh keluarga saya sudah berkeliling mencari tahu, tidak ada juga.” Jawab nya menangis.
“Permisi pak Abraham, ada yang ingin saya sampaikan.” Tiba-tiba seorang rekan nya mengajak nya untuk berbicara.
“Kalau begitu Rom, kau urus ibu ini, minta foto, dan data-data anak nya.” Abraham memberikan perintah pada rekan nya.
Dia pergi meninggalkan tempat itu, dan masuk kekantor bersama rekan nya yang ingin memberikan informasi.
**********
Arshinta naik mobil bersama Ina dengan mobil Ina sendiri.
Sedangkan Satmaka naik sendiri dengan mobil nya, dan berada di depan sebagai
petunjuk untuk di ikuti Ina.
“Dek, kok kakak kayak kenal dengan orang itu deh.” Ina membuka obrolan sambil mengemudi.
“Maksud nya? Mungkin cinta pertama kakak di kehidupan masa lalu, hehehehehe…” jawaban Shinta yang bercanda.
Ina tersenyum mendengar jawaban Shinta yang ceplos.
“Enggak, kayak gimana gitu. Tapi apa mungkin itu hanya perasaan kakak saja kali ya….”
“Iya, itu perasaan mu saja itu.” ucap Arshinta yang menguap.
“Hhhooaaammmm….
“Tapi kenapa anak nya ingin bertemu dengan mu? Memang nya mana isteri nya?” tanya Ina yang penasaran.
“Aku juga tidak tahu kak, setiap aku tanya dia selalu saja diam.” Shinta mengucek mata nya yang sudah mulai ngantuk.
“Apa mungkin dia itu duda ya? Dan mungkin lagi cari mama muda, hahahahaha..” ledek Ina sambil tertawa.
“Hahahaha….kakak mau? Kalau mau biar aku dekatin dia sama kakak.” Shinta menawarkan Ina pada Satmaka.
“Enggak ah… kakak gak mau sama duda.”
“Jangan gitu kak, entar malah jodoh nya yang begitu lagi…” Shinta memotong kalimat Ina.
**********
“Kakak…….kakak Shinta akhirnya datang juga……” Rakha melihat kedatangan Arshinta dengan berlari kecil menghampiri Arshinta.
Arshinta berjongkok untuk menangkap tubuh kecil Rakha yang berlari pada nya.
“Ya ampun…. Aka jangan lari-lari dong, nanti kalau jatuh gimana? Papa kamu yang galak itu bisa salah paham lagi loh.”ucap Arshinta pada Rakha yang sudah berada dalam pelukan nya.
“Akha kangen kak Shinta, kenapa kakak enggak datang sih?” Rakha merajuk pada Arshinta yang masih berusaha membujuk nya.
__ADS_1
“Ini kan kakak sudah datang.”
“Kalian silahkan duduk dulu,mau minum apa?” tanya Satmaka menawarkan.
“Terima kasih, aku minta minuman yang dingin aja ya.” Pinta Shinta.
Ina yang masih berdiri memperhatikan sekitar ruangan.
“Satmaka, kamu tinggal dengan siapa di sini? Sepi sekali?” tanya Ina yang penasaran.
“Aku dan anak ku saja, disini ada beberapa pelayan juga.” Ucap nya duduk di sofa di hadapan mereka.
“Isteri mu kemana?” pertanyaan yang keluar dari mulut Ina yang sama penasaran nya dengan Arshinta.
Arshinta pun menunggu jawaban.
Satmaka melihat dua orang wanita yang menunggu jawaban.
“Mama nya sekarang sedang berada di rumah sakit.” Jawab Satmaka dengan menundukkan wajah.
“Kak, kakak tinggal di sini kan? Kakak tidur di sini kan?” tanya Rakha yang berharap agar Arshinta tinggal.
“Aduh…… kakak tidak bisa Aka, karena kakak harus pulang. Tapi kakak janji, akan sering main ke sini kok.” Ucap Arshinta melihat Satmaka.
Wajah Rakha seketika murung, seperti ingin menangis. Dia hanya diam, tidak memaksa juga.
Shinta memangku Rakha, dan mengusap kepala nya.
Rakha memeluk Arshinta dengan wajah murung. Wanita itu tidak tahu harus berbuat apa.
Seorang pelayan membawa minuman untuk Ina dan Arshinta.
Minuman dingin yang di inginkan.
“Oh ya kak Ina, kapan datang Oksana dan Gwen? Aku ikut menjemput nya ya.” Tanya Arshinta sambil memeluk Rakha dengan lembut.
“Besok, besok sore. Kalau begitu aku juga ikut menjemput nya, soal nya kemarin aku suruh Zafran dan Sakya yang menjemput.” Ina
meletakkan gelas minum dengan pelan.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kalian di sini sampai habis makan malam saja? Biar pelayan ku menyiapkan makan malam. Sekalian melepas rindu Rakha.” Satmaka ingin lebih banyak waktu lagi antara Rakha dan Arshinta.
“Bagaimana ya, aku juga harus pulang dengan kak Ina, kecuali kakak mau makan malam.” Arshinta melirik Ina, berharap agar Ina mau ikut dengan nya.
Arshinta, Satmaka dan Rakha melihat serentak pada Ina.
Tatapan mereka membuat nya merasa tersudutkan.
“Hhhhmmmm…… seperti nya kalian sengaja ya melihat ku seperti itu?....... baik….baik…. kita akan malam di sini dan habis itu pulang ya…” akhir nya Ina pun setuju untuk sedikit waktu bersama.
“Yyyyyyeeee……” Rakha sangat senang, dia mengangkat kedua tangan nya.
__ADS_1
******
Tibalah saat nya Ina dan Arshinta menjemput Gwen dan Oksana di bandara Soekarno Hatta, tanpa di temani Sakya atau Zafran.
Sambil menunggu, mereka duduk mengobrol kecil.
“Kak….. itu…. itu Oksana dan Gwen…” tunjuk Arshinta pada dua orang gadis muda yang sangat cantik dan modis.
Semua melihat Gwen dan Oksana dengan terpesona. Bentuk tubuh dan wajah yang bisa menarik perhatian perempuan dan pria.
“Gwen…. Okasana…” panggil Ina melambaikan tangan nya.
Adik sepupu nya pun melihat dengan senyum. Mereka berlari saling menghampiri.
“Kak Arshinta, kak Ina…” ucap nya bersamaan sambil memeluk kakak-kakak nya.
Empat wanita itu saling berpelukan.
“Kak Shinta dan kak Ina bagaimana kabar nya?” tanya Oksana.
“Baik, paman dan bibi bagaimana? Sehat kan?” tanya Arshinta balik setelah melepas pelukan.
“Iya, mereka baik kok. Kirim salam untuk kak Arshinta dan yang lain nya. Mungkin kalau ada waktu mereka akan datang ke Jakarta.”
“Kalau begitu, ayo kita pergi, di sini terlalu ramai.” Ajak Ina pada ke tiga adik perempuan nya.
Empat wanita yang sangat cantik itu berjalan dengan mendorong dua troli besi. Ina yang membawa mobil nya tanpa supir, agar muat
mereka duduk.
“Kalian tunggu di sini ya, kakak ambil mobil nya dulu.” Ucap Ina meninggalkan mereka bertiga di depan.
“Kak, paman Adam dan tante Eva bagaimana kabar nya?” tanya Gwen sambil menunggu Ina membawa mobil.
“Mereka baik. Apa kalian mau kesana? Sekalian kita ngumpul bersama kak Abraham juga.” Jawab Arshinta.
“Iya nih, aku juga kangen dengan kak Abraham, aku dengar dia sekarang sudah jadi polisi hebat ya.”
Puji Gwen.
“Dan kak Abraham pasti sangat tampan sekarang, dan banyak wanita yang tergila-gila pada nya.” Puji Oksana juga.
“Iya, kak Abraham memang hebat dan tampan. Hanya saja sampai saat ini dia masih jomblo. Aneh kan?”
“Hahahahaha…… itu karena kak Abraham yang mungkin selera nya tinggi.”
“Tidak juga, bisa saja sebenar nya kak Abraham sudah memiliki pacar, tapi tidak mau memberi tahu pada kita, karena malu?” Oksana tidak ingin kalah berpendapat.
__ADS_1