
“Lalu bagaimana kalau seandai nya anda jatuh cinta dengan wanita lain?” Tanya Adley serius.
Abraham mengalihkan pandangan nya, menghindari tatapan Adley.
“Kalau aku jatuh cinta dengan wanita lain selain Bellova, aku akan menceraikan nya dengan memberikan banyak kompensasi pada nya, aku akan mengatakan kalau aku yang salah, dan membuat diri nya tidak menanggung malu. Dan yang paling penting, aku tidak akan menyentuh nya kalau aku belum jatuh cinta.” Jawab Abraham serius, santai dan tersenyum.
“Dan kalau anda mencintai Bellova, tapi ternyata isteri anda sudah jatuh cinta dengan pria lain? Bagaimana?” pertanyaan selanjutnya dari sahabat nya itu.
Abraham menghela napas, “Aku akan melepaskan nya. Karena memang dari awal kan aku yang mengajaknya menikah. Yang panting dia bahagia.” Jawab Abraham lagi.
“Aku tidak yakin itu.” Gerutu Adley.
“Apa?”
“Tidak ada apa-apa Pak Abraham.” Adley tidak mengulangi kalimat nya.
*************
Monika dan satu orang rekan kerja nya baru saja keluar dari salah satu Mall. Banyak sekali bahan-bahan dapur yang di beli, terlihat dari bungkusan-bungkusan plastik besar yang mereka bawa.
“Tidak ada yang kurang kan ya bahan-bahan nya?” Tanya Monik sembari mengecek catatan nya.
“Mmm… tidak ada nona Monik.” Jawab asisten nya.
__ADS_1
Setelah semua belanjaan nya sudah di masukkan kedalam bagasi mobil nya, mereka meninggalkan lokasi pusat belanja.
“Mulai besok sampai seminggu kedepan nya, banyak pesanan untuk customer kita, jangan sampai kita mengecewakan mereka.” Ucap Monik yang mengemudikan mobil nya.
“Tentu saja nona, dan saya yakin mereka tidak akan kecewa. Tangan anda kan ajaib, masakan apapun itu pasti enak.” Jawab asisten nya yang duduk di samping.
“Bisa aja kamu muji nya.” Balas Monik.
Beberapa saat perjalanan mereka yang tenang mulai mencekam.
“Nona, apa anda lihat motor yang ada di belakang kita? Seperti nya mereka mengikuti kita dari tadi.” Tanya Mila, asisten nya.
Monik melihat dengan kaca spion yang ada di sisi kanan nya.
“Aku yakin nona, karena dari tadi juga aku melihat mereka, aku pikir mereka akan berbelok arah atau akan mendahului kita.” Jawab Milla panik.
Kecepatan mobil Monik pun di tambah, berusaha masuk ke area jalanan yang ramai. Semakin mobil nya cepat, tiga motor yang di belakang pun ikut menambahkan kecepatan nya.
Milla juga beberapa kali melihat kebelakang, dengan panik.
Sebenar nya Monik adalah wanita yang gampang gugup dan panik, karena trauma dengan kejadian seperti itu.
Dua motor melaju dengan cepat, sehingga berada di depan mobil Monik, dan mereka pun berhenti agar mobil Monik berhenti.
__ADS_1
“Nona Monik, bagaimana ini?” Tanya Milla sudah sangat panik.
Mereka sekarang sudah tahu kalau tiga motor dengan enam pria yang sedari tadi mengikuti mereka adalah penjahat. Karena mereka sudah menghalangi jalan Monik dan berdiri dengan berani menghentikan mobil Monik yang mau tidak mau harus berhenti.
Salah satu dari pengendara motor menghampiri mobil Monik.
Tok…tok… tok..
Milla panik karena kaca di sisi nya yang di ketuk.
Ketukan yang sangat keras, menyuruh agar mereka keluar.
“Bagaimana ini nona?” Tanya Milla melihat Monik yang sedang sibuk menghubungi seseorang dari ponsel nya.
Prang…
Seseorang dari sisi Monik memecah kaca jendela. Serpihan kaca nya masuk mengenai sebagian wajah Monik.
Monik semakin panik, ponsel yang ada di tangan nya jatuh. Tangan nya gemetaran saat pria itu menarik rambut nya dengan paksa.
“Tolong pak, tolong lepaskan kami. Kalau anda mau uang, saya akan memberikan nya. Tapi tolong-
Rambut nya semakin keras di tarik, mereka tidak mendengar apa yang di ucapkan Monik, walaupun wanita itu sudah memohon nya.
__ADS_1