KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 161


__ADS_3

“Ehem, sebaiknya adik ipar dan isteri nya masuk dulu, tidak baik berdiri di depan pintu, menghalangi jalan saja.” Adit berusaha mencairkan suasana.


Eva menganggukkan kepala pada Abraham, sepakat dengan ucapan Aditya.


Akhir nya mereka berdua masuk bersama dengan Bellova yang selalu berada di belakang.


“Karena sudah begini, sebaiknya papa jelaskan saja semua nya.” Ucap Eva melirik Lucifer.


Abraham melempar pandangan nya pada papa nya yang masih diam.


“Aditya dan menantu ku, kita keluar saja ya. Biarkan mereka berdua saja yang bicara.” Ajak Eva sembari menggenggam tangan Bellova yang tidak tahu apa-apa.


Adit menggangguk, sehingga mereka bertiga keluar dari ruangan dan membiarkan papa dan putera nya berbicara serius.


Klik…


Pintu sudah tertutup.


“Pa? bisa di jelaskan semua nya?” Abraham memulai pembicaraan.


“Kamu mau mulai dari mana?” tanya Lucifer santai duduk di sofa panjang melipat tangan di depan dada nya.


“Ayolah pa, masa harus di tanyakan lagi sih.” Abraham menyusul duduk di samping papa nya.

__ADS_1


Lucifer melihat nya sekilas, tatapan mata putera nya yang sama dengan nya, rasa penasaran dan keingintahuan nya yang besar, sama seperti isteri nya, Eva, lalu tersenyum kembali karena teringat.


“Loh, malah tersenyum. Jelasin dong pa.” Abraham yang mendesak Lucifer.


Lucifer menghela napas nya.


“Baiklah, Audrey atau wanita yang pernah kau selamatkan itu adalah bibi mu. Dia adalah sepupu papa.”penjelasan pertama dari Lucifer.


“Sepupu? Bibi? Dari mana cerita nya?” terlihat Abraham kebingungan.


Lucifer berdiri, abraham masih duduk memperhatikan nya.


Memang selama ini Lucifer belum memperkenal kan wanita itu pada nya, dan anak-anak lainnya.


bersamaan dengan papa nya. Dan papa baru saja tahu dari Aditya yang memberitahukan ku. Adit mengatakan pada papa kalau ada wanita yang kau bawa kerumah sakit, lalu dia mengirim foto wanita itu, dan di situ papa baru tahu kalau itu adalah Audrey, bibi mu.” Ucap Lucifer.


Abraham masih diam menunggu penjelasan berikut nya.


“Dan bertemu langsung pada nya untuk memastikan nya.”


Abraham berdiri menghampiri papa nya.


“Aditya? Jadi maksud papa orang itu sebagai mata-mata papa juga?” tanya nya mengarah pada Adit.

__ADS_1


Lucifer menoleh pada Abraham, “ ‘Pria itu’? dia adalah calon ipar mu loh, tidak sopan sekali.” Protes nya.


“Dia bukan mata-mata papa kok. Dia hanya merasa mungkin harus memberitahukan pada papa. Dan untung nya dia cepat memberitahukan, sehingga papa tahu. Dengan begitu kan papa tahu harus ambil sikap bagaimana.” Jawab nya dengan jujur.


“Lalu apa papa tahu kalau dia adalah anak buah Bossa?”


“Manalah papa tahu sebelum nya. Papa tahu saat anak buah papa melihat ada anak buah Bossa yang datang dan-


Lucifer berhenti bicara karena tidak mau Abraham mengetahui sesuatu.


“Papa jangan merahasiakan nya lagi. Aku sudah tahu kalau papa menyuruh anak buah papa untuk menjaga nya kan?”


Lucifer tersenyum, “ Memang benar daya insting putera ku ini sangat kuat.” Puji nya.


“Itu karena Adley yang memberitahukan nya padaku.” Jawab nya santai.


“Oh…”


“Sebenar nya, Audrey itu adalah anak dari Marchel Lee, salah satu kelompok mafia MaLee.”


“Apa? Mafia?” Abraham terkejut kembali seakan tidak percaya.


Lucifer mengangguk perlahan, Abraham mengernyitkan dahi nya.

__ADS_1


__ADS_2