
Semua terkejut, karena Abraham malah memutuskan panggilan.
“Loh, kenapa tidak anda ang-
“Kita kan sedang bekerja, jadi tidak boleh ada yang mengganggu.” Jawab Abraham memasukkan ponsel kedalam laci meja.
“Tapi kan-
“Fokus! Harus fokus bekerja.” Abraham menekankan nada nya.
“Tumben, biasa nya dia tidak pernah mengabaikan telepon dari siapapun, selama itu adalah keluarga nya. Bukankah…. Isteri nya sekarang adalah keluarga nya?” gumam Adley dalam hati.
********
“Tidak di angkat, apa dia sangat sibuk?” Bellova merasa kecewa.
Bellova menghela napas, menyandarkan kepala nya.
“Apa dia akan makan siang tidak ya? apa dia sudah sarapan tadi pagi? Dia sangat sibuk dan terburu-buru.”
Karena suami nya tidak menjawab panggilan nya, nafsu makan Bellova juga hilang.
********
__ADS_1
Sudah hampir empat hari Abraham dan Bellova tidak pernah bertemu langsung, selama itu mereka tidak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur. Abraham yang membangun jarak diantara mereka, membuat Bellova merasa bersalah, dan khawatir.
Selama empat hari, Abraham hanya makan di luar, hanya makanan kecil dan camilan, kalaupun pulang kerumah, tengah malam saat Bellova tidur, meskipun isterinya akan bangun dan turun kebawah untuk menyelimuti Abraham, dan suami nya sadar tapi pura-pura untuk tidak tahu, mengabaikan nya.
Melihat sikap suami nya, Bellova juga jadi tidak memperhatikan kesehatan nya. Makan tidak tepat waktu, terkadang tidak makan seharian, hanya minum air putih saja. Sering melamun di tengah malam, di tambah lagi pikiran nya yang bertanya-tanya tentang sikap suami nya itu.
“Apa aku melakukan kesalahan? Tapi apa itu?” pertanyaan yang berkali-kali dalam pikiran Bellova.
*************
Rafhael baru saja keluar dari toko roti dan ice krim, setelah di bungkus dengan rapi, dia berjalan keparkiran untuk menyalakan motor nya yang besar. Setelah memakai helm yang menutupi kepala, dan memakai jaket kulit berwarna hitam, dia meninggalkan lokasi.
Tiba-tiba…
Motor nya menabrak mobil berwarna merah. Akibat kecelakaan itu, Rafhael dan motor nya jatuh tepat di depan mobil itu.
Tak…
Seorang wanita turun dari mobil, ingin melihat kondisi keadaan mobil bagian depan nya.
“Ya ampun, apa kau tidak bisa mengemudi hah? Lihat nih mobil ku jadi lecet.” Teriak wanita, si pemilik mobil.
Rafhael yang berusaha mendirikan motor nya itu melirik wanita yang sudah berteriak dan marah pada nya.
__ADS_1
Setelah motor sudah berdiri dan di beri standart, Rafhael membuka helm nya.
Wush..
Angin meniup rambut pria itu. Wanita itu merasa terpesona, sekilas dia kagum dengan wajah pria tampan itu.
“Maafkan saya nona, mungkin karena saya tadi terburu-buru dan tidak melihat jalan.” Jawab nya membenarkan rambut nya yang berantakan setelah membuka helm nya.
Angelina, wanita si pemilik mobil melihat Rafhael, mulai dari kaki hingga wajah nya.
“Tampan juga.” Gumam nya dalam hati.
“Walaupun kau terburu-buru, tapi lihat jalan dong. Lihat mobil ku ini. Kau harus mengganti rugi.” Ucap Angel dengan gaya sombong nya.
Rafhael melihat kondisi depan mobil wanita itu.
“Ya, saya akan bertanggung jawab kok, lebih baik mobil nya di bawa ke bengkel, biar saya yang menanggung biaya nya.” Jawab Rafhael enteng.
Angelina diam, masih asik memandang wajah Rafhael.
“Nona?... eh nona?” Rafhael memanggil Angelina dengan melambaikan tangan nya di depan wajah Angel yang masih diam.
__ADS_1
“Woy?” panggil nya lagi dengan memukul pelan bahu wanita itu, hingga dia sadar dengan keadaan nya.