KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 75


__ADS_3

“Kamu punya keluarga yang perduli dan khawatir pada mu, apa kamu ingin membuat mereka khawatir lagi ketika kamu masih kecil? Bukan nya kakak tidak bisa bersikap seperti mu, main berkelahi, lawan penjahat semau


kita, tapi kakak juga harus memikirkan efek yang akan terjadi pada keluarga, pada mama, papa, kamu dan kak Ina.” Ucap Abraham, nada yang serius dan penuh makna.


Arshinta masih diam dengan wajah sedikit di tekuk.


“Kakak akui kamu hebat, dan bahkan lebih hebat dari kakak…


“Bukan begitu kak, Shinta cuma….


Arshinta diam saat di tatap tajam Abraham.


Abraham menghela napas dalam.


“Aku sangat menyayangi Shinta, aku harap kau bisa hidup tenang, tidak terlibat perkelahian seperti aku dan papa. Cukup kami berdua


sebagai laki-laki yang berkelahi dan melindungi kalian.” Ucap Abraham lagi.


Ina hanya mendengar, karena jika Abraham sudah berbicara seperti itu, betapa khawatir nya dia pada Arshinta, dan apa yang di katakan


adik nya, itu memang benar. Ina juga sudah beberapa kali menasihati Arshinta, tapi tidak bisa terlalu tegas seperti Abraham.


Sementara Rakha ikut merasakan ketegangan di pembicaraan tiga orang dewasa itu. Rakha merasa sedih karena di marahi Abraham, anak itu mengusap tangan Arshinta, agar tidak bersedih.


“Shinta minta maaf kak Abraham, mungkin karena terlalu emosi dan suka ikut campur, lain kali, Shinta janji tidak akan melakukan itu lagi,


kecuali…… terancam dan terpaksa.” Ucap Arshinta bersungguh-sungguh.


“Sifat mu sama seperti papa, Shinta. Kalau seandai nya kau tahu siapa dan bagaimana kehidupan papa di masa lalu, pasti kau malah senang dan bangga, bukan nya takut atau khawatir.” Gumam Abraham menggelengkan kepala nya.


***********


Bellova baru saja selesai menyiapkan makan malam, dan lanjut untuk membersihkan diri sebelum majikan nya datang.


“Masih sempat mandi kan? Pak Abraham belum pulang.” Ucap nya sendiri.


Baru saja Bellova masuk ke kamar mandi dan sudah melepas semua pakaian nya, bel rumah sudah berbunyi, ada seseorang di depan pintu.


Karena Bellova yang tidak mendengar nya, pintu tidak di buka.


“Kemana perempuan itu?” ucap Abraham menggaruk kepala nya.


Berkali-kali dia mengetuk dan memencet pintu, tapi tidak di buka juga. Membuat nya kesal.


“Tahu begini aku bawa kunci cadangan tadi pagi, benar-benar bodoh.” ucap nya menggerutu.


Abraham masih mencoba menunggu beberapa saat, berdiri di depan pintu memegang pinggang.

__ADS_1


Ada 5 menit, di ketuk lagi, dan tidak ada jawaban.


“Akkhh… sialan, ngapain sih tuh orang? Kebelet lagi..” gerutu nya lagi.


Padahal Bellova sedang berendam riang dan santai di kamar mandi.


“Apa aku dobrak saja pintu nya?” gumam Abraham yang hampir hilang kesabaran nya.


Hampir satu jam Bellova baru keluar dari kamar mandi, memakai jubah mandi nya dan segera memakai pakaian nya.


“Ya ampun, sudah satu jam an aku di kamar mandi nya ya? tapi kenapa Pak Abraham belum pulang ya?” ucap Bellova sendiri.


Setelah memakai pakaian lengkap nya, di lihat ponsel yang sudah ada puluhan kali panggilan tak terjawab dari Abraham, ‘POLISI GANTENG’ ,


itu adalah nama kontak yang di simpan Bellova.


“Ya Tuhan, pak Abraham menelepon ku beberapa kali tapi tidak aku angkat, pasti pak Abraham marah.” Ucap nya dengan panik.


Bellova segera menghubungi nomor Abraham, dan tersambung…


“Pak Abraham, ada apa…


“BUKA PINTU NYA SEKARANG!!!” teriak Abraham yang sudah sangat emosi.


Mendengar perintah dengan suara yang keras itu, membuat Bellova cepat berlari kedepan untuk membuka pintu.


Ceklek…


di rentangkan ke depan, seperti orang yang akan meledak emosi nya jika di senggol sedikit.


“Pak Ab…..


Abraham langsung berdiri, mendorong pintu dengan sangat keras, bahkan tubuh Bellova sedikit mundur kebelakang.


Bellova sangat ketakutan dengan kemarahan Abraham, dia masuk dengan pelan dan langsung menutup pintu.


Tidak terlihat di mana pria itu, Bellova mencari ke sekitar nya, dan tidak lama dia keluar dari kamar mandi di lantai bawah, biasa nya di


gunakan untuk pembantu, ukuran nya juga tidak terlalu luas.


“Pak Abraham, maafkan saya karena…


Abraham menatap nya dengan tajam.


“Tadi saya sedang di kamar mandi, dan saya tidak…


“Lama sekali kau di kamar mandi? Ngapain saja kau disana?” teriak Abraham.

__ADS_1


“Saya…. saya luluran pak, dan…


“Luluran? Ha…ha..hahahaha…Bellova, Bellova… aku tidak tahu mau marah atau harus apa yang akan aku lakukan.” Abraham memijit kening nya.


“Saya pikir anda membawa kunci cadangan, dan saya…


“Udah..udah, diam sekarang. Pusing dengerin celotehan mu.” Abraham menghentikan ucapan Bellova dengan lambaian tangan nya.


Abraham, naik ke tangga untuk pergi ke kamar nya.


“Pak Abraham, apa tidak makan malam dulu?” tanya Bellova, melihat Abraham yang sudah ada di anak tangga.


“Siapkan saja dulu, mana bisa aku makan kalau belum mandi..” jawab Abraham sambil berjalan.


Bellova yang masih melihat Abraham masih terus merasa bersalah.


**************


Icha, sedang makan malam di rumah Adley, makanan yang di pesan lewat online, Icha atau Adley tidak bisa memasak makanan selain air dan mie instant. Padahal makanan sudah di hidangkan di atas meja, tapi Icha masih asik bermain dengan ponsel nya, bahkan dia tersenyum sendiri.


“Cha, kamu makan dulu, kamu bilang kan lapar, ini makanan nya keburu dingin loh.” Suruh Adley.


“Iya, sebentar lagi, ini masih tanggung.” Ucap Icha, tanpa menoleh pada Adley.


Adley diam menatap kekasih nya yang mengabaikan pandangan nya.


“Cha, kamu dari tadi ngapain sih? Aku paling tidak suka kalau lagi makan harus bermain dengan ponsel nya. Tadi kamu minta buru-buru


mesan makanan nya, tapi kamu malah tidak langsung makan.” Protes Adley.


“Ck.. kalau kamu lapar, kan bisa makan saja duluan, ini tanggung banget.” Balas Icha.


Adley menyandarkan diri nya di sandaran kursi sambil menghela napas.


Menatap Icha yang masih saja tersenyum sendiri. Entah apa sekarang yang ada di dalam pikiran nya.


“Seperti nya kita tidak bisa mempertahan kan hubungan ini lagi.” ucapan Adley membuat Icha terkejut, dia spontan melihat Adley dengan


tatapan kaget.


“Maksud nya?” tanya Icha, menatap Adley.


“Maksud ku adalah… kita akhiri saja hubungan ini.” Jawab Adley dengan tegas dan serius.


“Kenapa? Apa salah ku? Kamu kan tahu kalau aku mencintai mu, dan kau juga begitu kan?” tanya Icha yang memasang wajah sedih nya.


Suara Icha menjadi serak menahan tangis.

__ADS_1


“Kau tanya kenapa? Kau sudah tahu alasan nya, dan masih bertanya?” balas Adley.


“Apa karena aku tidak makan ya? baik lah, aku akan makan. Tolong maafkan aku dan jangan marah, aku tidak mau kita putus. Jangan marah ya sayang, aku tidak bisa putus dari mu.” Bujuk Icha memegang tangan Adley.


__ADS_2