KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 106


__ADS_3

Setelah sarapan Abraham dan Bellova pergi ke kota untuk mengambil uang di Bank, membayar sisa hutang Bellova yang akan di bayar. Karena Bellova naik mobil Abraham, semua nya kagum dan ada yang iri pada nya. Bahkan


ada beberapa tetangga yang menumpang ikut ke kota dengan alasan ingin belanja sesuatu.


“Maaf ya bu, mobil ini bukann mobil angkot yang bisa asal naik dan ikut. Lagi pula mobil ini hanya bisa muat empat orang.” Ucap Bellova melarang.


“Bisa kok itu sampai 10 orang, jangan pelit Bel, yang punya mobil aja santai tuh, kok kamu yang melarang.” Balas tetangga nya yang sudah bersiap dengan dandanan berlebihan.


“Tapi kan ini..


“Sudah lah, ayo pergi sebelum orang gila itu datang.” Ajak Abraham.


“Tuh, dia nya aja ngijinin kok…


“Ck, siapa yang mengijinkan kalian ikut? Aku tidak mau kalian ikut. Lihat apa yang kalian bawa itu, bawa ayam, kambing, anak kecil juga kalian bawa. Apa kalian tidak memikirkan bagaimana kalau peliharaan kalian buang kotoran di dalam mobil ku? Jangan coba-coba masuk!” Ucap Abraham masuk ke dalam mobil, lalu Bellova.


Tetangga Bellova kesal, mereka menggerutu sembari melihat keluarga Bellova yang meledek nya.


“Maaf ya Pak, tetangga saya seperti itu. Mereka tidak bisa melihat barang bagus sedikit.” Bellova membuka obrolan selama dalam perjalanan.

__ADS_1


Tidak ada balasan dari Abraham, dia hanya fokus pada jalan.


“Pak, apa kita langsung kembali ke Jakarta? Tidak bisa di tunda sampai besok?” Tanya Bellova melihat Abraham.


“Ck, apa kamu pikir aku hanya mengurusi mu saja? Pekerjaan ku sangat banyak. Atau kau lebih suka aku di sini bersama dengan mu ya? jangan-jangan kau suka lagi pada ku.” Tanya nya sembari menebak.


“Kan dari awal saya memang bilang kalau saya menyukai anda Pak Abraham. Bapak lupa ya..” Jawab Bellova tanpa ragu dan malu.


“Ehhemm.. Entah lah, aku tidak tahu apa aku lupa atau tidak pernah dengar.” Jawab Abraham.


“Pokok nya hari ini kita kembali ke Jakarta, nanti malam sekitar jam 10 malam. Ingat kan aku mengisi bensin, biar tidak mogok di jalan.” Abraham mengalihkan pembicaraan.


“Baik Pak Abraham tampan.” Jawab Bellova tersenyum senang.


***********


Hubungan Satmaka dengan Arshinta juga sudah mulai tahap serius, hanya saja masih belum memberitahukan pada keluarga dan saudara nya. Selama mereka menjalin kasih, terlihat sangat mesra dan tidak malu dengan kemesraan mereka, selama tidak merugikan orang lain dan  diri nya. Layak nya orang dewasa.


“Nanti malam aku mau mengajak mu makan malam di restaurant yang romantis.” Ucap Satmaka saat mengantarkan Rakha ke sekolah.

__ADS_1


“Oh ya? Rakha ikut kan?” Tanya Arshinta.


“Kalau kau tidak keberatan, dia bisa ikut, tapi kalau kau tidak mau dia…


“Harus bawa dong, masa sih kamu tega ninggalin dia di rumah.” Balas Arshinta.


“Kan ada pelayan di rumah.”


“Itu beda lah. Lebih berharga orang tua dari pada orang lain di sisi kita. Apalagi Rakha kan masih kecil.” Balas Arshinta.


“Apa kamu tidak malu, nanti saat dia ikut, semua orang pikir kalau dia anak kamu.” Tanya Satmaka yang sebenar nya ingin melihat reaksi dari Arshinta.


“Aku kan sudah menganggap nya sebagai anak ku.” Jawab Arshinta tanpa ragu.


Dia tersenyum pada Satmaka, jawaban yang membuat nya bahagia dan senang.


“Terima kasih ya, kau mau menerima Rakha ada di antara kita. Kelak kalau kita punya anak, aku janji tidak akan membedakan kasih sayang ku  pada mereka.” Satmaka ingin mengusap kepala Arshinta.


“Eits… ini di kantor sekolah ku loh, nanti kalau ada yang melihat nya bagaimana? Banyak murid di sini.” Arshinta menahan tangan Satmaka yang hendak menyentuh kepala nya, sebenar nya dia merasa malu dan gugup kalau

__ADS_1


itu terjadi.


Setiap Satmaka mengantar Rakha ke sekolah, dia pasti menemui Arshinta, walau hanya sebentar tapi mereka senang karena bisa bertemu.


__ADS_2