KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 223


__ADS_3

Author : Selanjutnya ini adalah adegan extrim, sadis dan menjijikkan, bisa berefek mual dan nafsu makan hilang, silahkan di skip tapi tinggalkan Like nya ya.


“Apa benar mereka akan di bebaskan begitu saja?”


“Entahlah, tapi apa itu mungkin? Bos kan butuh banyak anak buah.”


“Kita lihat saja dulu, kalau memang benar, aku juga ingin maju kesana.”


Orang-orang yang sudah tiba di altar, di sambut Bossa. Dia menggenggam kedua tangan anak buah yang menyerah dengan tersenyum.


“Jadi, kalian akan berhenti?” tanya nya masih dengan suara pelan.


“Iya tuan Bossa.” Jawab orang yang masih di genggam kedua tangannya. Dia menjawab dengan tanpa sadar, tapi jawabannya benar. Mulutnya menjawab tanpa sadar.


“Kenapa?”


“Karena saya masih mencintai nyawa saya, dan saya juga tidak ingin membuat keluarga saya menderita


kehilangan diri saya. Saya tidak ingin bekerja lagi pada anda.” Jawabnya lagi, tatapan matanya kosong, hanya menatap pada Bossa.

__ADS_1


Anak buah yang lainnya terkejut, mendengar jawaban jujur dari rekannya.


“Aku akan memberikan banyak uang, banyak sekali sampai kau tidak akan kekurangan untuk beberapa generasimu.”


“Tidak tuan, saya tidak mau. Saya bisa mencari pekerjaan yang lain.” Jawabnya lagi seperti terhipnotis.


“Baiklah, kalau memang itu yang kau inginkan. Aku akan melepasmu, membebaskanmu sekarang.” Bossa


melepas genggaman tangan itu.


Sekarang dia berjalan, mengambil sesuatu di dalam meja. Benda sepanjang 10 cm, di bungkus dengan kain hitam. Semua masih melihat, apa yang dilakukan Bossa, dan penasaran, apa yang akan di lakukannya lagi.


kembali mendekati anak buah yang masih di altarnya, sambil membuka bungkusan kain hitam itu.


“Belati? Itu belati kan?” bisik anak buah yang masih sadar, yang tidak maju kedepan.


“Benar, apa yang akan di lakukannya.”


“Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku akan melepas dan membebaskan kalian.” Dia sudah berdiri di hadapan pria yang di bawah alam sadarnya. Tidak takut, dan hanya pasrah, seperti mayat hidup, sementara yang di belakangnya masih menunggu giliran dengan sadar, menyaksikan apa yang akan dilakukan.

__ADS_1


“Ini adalah caraku untuk melepaskan kalian.” belati tajam sudah berada di leher pria itu.


Ssrreett….


Bossa menggoreskan belatinya di leher anak buah nya,kepala nya tidak langsung terpisah dari tubuhnya, masih menggantung dan darah juga sudah mengalir banyak. Yang di belakang juga semakin ketakutan, bahkan sampai ada yang kencing di celana. Mereka ingin segera turun, tapi kedua kaki tidak bisa bergerak, seperti sudah di paku di lantai.


Tubuh korban sudah jatuh telungkup, wajahnya menengadah keatas, sangat mengerikan dan menyeramkan.


Darah yang ada di belati Bossa, di jilat dengan lidah yang sudah terbelah dua seperti lidah ular. Dia lalu jongkok, masih melanjutkan kegiatannya.


Ssrett…ssrreett….ssrreett…


Bossa masih menyayat leher itu hingga bisa putus, beberapa kali karena masih ada tulang yang belum putus. Darah yang mengenai wajahnya membuatnya semakin bernafsu dan semangat.


Tak…


Akhirnya kepala pun sudah putus, dia mengangkat dengan salah satu tangan, menunjukkan pada yang lainnya yang masih menyaksikan, lalu mengisap darah yang masih keluar dari bagian yang terluka itu lalu melemparkan kepala kearah anak buah yang menunggu di bawah.


Suara jeritan mereka karena berusaha menghindari kepala agar tidak mengenai mereka.

__ADS_1


__ADS_2