KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 93


__ADS_3

“Abraham, lihat ini. Berita hari ini.” Adley berlari sambil menunjukkan beberapa koran terbaru.


Dia merasa terkejut dengan isi berita nya.


‘Beberapa kantor majalah dan koran tiba-tiba tutup karena menyebarkan berita palsu dan mencemarkan nama baik seorang polisi negara’.


Judul yang tertulis besar menghiasi banyak koran.


Abraham menerima dan membaca nya, dan ternyata di koran itu juga tertulis nama Abraham dan kawan-kawan nya. Mereka di tulis sebagai korban yang di rugikan karena berita palsu itu.


Abraham dan Adley saling menatap, seakan tahu siapa yang melakukan ini, melakukan usaha untuk memperbaiki nama nya dari masyarakat.


Di dalam koran juga tertulis bahwa ada beberapa masyarakat tidak mampu yang di suruh untuk mengatakan penyiksaan yang di lakukan Abraham, padahal hanya melakukan kesalahan mencuri makanan kerupuk di warung. Mereka ada yang sudah mengakui, bahwa di bayar untuk menyebarkan kabar yang tidak benar itu, tentu saja wajah mereka di blur agar si tersangka tidak di serang pihak lain.


“Bagaimana menurut mu Bram? Apakah, apa yang ada dalam pikiran mu sama seperti yang aku pikirkan?” tanya Adley memberi kode.


Abraham tidak langsung menjawab, tapi menangguk pelan dan ragu.


“Apa kau pikir bahwa mereka yang berusaha mengungkap berita palsu ini adalah…


Sampai di sini Adley tidak melanjutkan ucapan nya lagi, karena dia yakin Abraham tahu siapa yang dia maksud.


Adley kembali membaca koran yang dia bawa, sedangkan Abraham berpikir, menduga-duga apakah itu benar atau tidak.


“Apa mungkin ini papa yang melakukan nya?” gumam nya.


*************


“Kami sudah melakukan nya tuan Lucifer. Memang benar kalau mereka mengaku mendapatkan bayaran untuk menyebarkan berita palsu itu. Tapi mereka tidak mengatakan kalau Bossa atau kelompok Shadow yang membayarnya.” Ucap Aris memberikan laporan pada Lucifer.


“Tentu saja itu adalah anak buah nya Shadow, mana mungkin mereka memberitahukan nama mereka yang sebenar nya.” Ucap Hendra berkomentar.


Ucapan Hendra yang santai itu dib alas anggukkan kepala dari Lucifer.


“Tuan Lucifer, kami juga sudah memberikan berita yang sebenar nya pada kantor berita koran dan majalah lain nya. Dengan kata lain,


‘menyerang’ mereka dengan alat yang sama, hanya beda nama perusahaan saja, dan


ternyata mereka sangat senang untuk menerbitkan berita nya.” Ucap Hendra memberitahukan hasil kerja nya.


Lagi Lucifer menganggukkan kepala nya.


“Kami juga sudah menangkap orang-orang yang menyebarkan gossip itu, ada beberapa yang ternyata anak buah nya Shadow.” Ucap Hendra lagi.

__ADS_1


Lucifer tersenyum mendengar bagian anak buah Shadow.


“Serahkan mereka pada Abraham, biar dia yang mengurus nya.” Suruh Lucifer.


“Baik tuan.” Jawab Hendra.


“Lalu apa lagi yang akan kami lakukan tuan Lucifer?” tanya Aris semangat.


Lucifer menatap Aris dan Hendra berapi-api menunggu perintah selanjut nya.


“Tidak ada. Kalian hanya mengawasi saja.” Jawab Lucifer.


Terlihat wajah mereka meredup, namun tetap patuh pada perintah Lucifer.


************


Di rumah sakit pun Aditya membaca koran tentang berita itu.


“Akhir nya terungkap juga kan apa yang sebenar nya terjadi. Berita seperti ini tidak pernah bertahan lama.” Ucap Aditya tidak terkejut.


“Abraham itu orang yang hebat, dia bisa tenang menghadapi masalah, hanya orang-orang sekitar nya saja yang sibuk dan khawatir pada nya. Sifat nya seperti mama nya, tenang, tapi kalau marah seperti papa nya.” Ucap Aditya tersenyum kecil.


Aditya teringat beberapa kejadian saat masih kecil. Berbeda terbalik dari Arshinta.


“Kak Bram, itu istana pasir mu di injak sama om botak itu, aku akan menghajar nya! Kau tenang saja di sini ya…


“Hahahaha… kalau teringat dengan kejadian itu, lucu sekali.” Aditya tertawa menggelengkan kepala nya.


Aditya melihat jam di tangan nya.


“Sudah waktu nya makan siang ya, aku harus pergi menjemput Ina. Aku sudah janji untuk makan siang bersama nya.” Aditya mengambil kunci mobil dan melepas jas seragam dokter nya.


*************


“Dua hari lagi nona Bellova akan menikah. Apa kau tidak ingin datang kesana? Ucapin selamat menempuh hidup baru loh.” Ucap Adley.


Abraham menggelengkan kepala nya.


“Pasti nona Bellova sedih dan kecewa karena majikan nya tidak datang di acara pernikahan nya. Ckckckckckc…” ledek Adley.


“Yang penting kan transferan hadiah nya. Aku yakin dia juga senang.” Jawab Abraham santai.


“Dia kan bukan mata duitan, bukan itu juga yang dia inginkan.” Tebak Adley.

__ADS_1


Abraham menganggukkan kepala nya sepakat.


“Sudah lah, mau makan siang tidak? Aku sudah lapar.” Ajak Abraham melihat jam tangan nya.


“Ayolah, aku juga sudah lapar.” Adley pun ikut, mereka berdua keluar dari ruangan kerja nya.


Adley dan Abraham melihat Monik yang sedang berbicara dengan Ridwan.


“Terima kasih ya Monik, anda masih mengantarkan saya makanan.” Ucap Ridwan merasa tidak enak setiap hari mendapat kiriman langsung.


“Sama-sama Ridwan. Aku senang kalau kau menyukai masakan ku, tapi… kau benar-benar menyukai nya kan? Tidak bohong atau membuang makanan nya?” tanya Monik tidak ada maksud untuk menyinggung orang lain.


“Pertanyaan apa itu? apa dia menyindirku?” ucap Adley dengan suara pelan, yang hanya bisa di dengar Abraham yang berdiri di samping dan memperhatikan mereka.


“Eeheemm…” Abraham mendehem saat mendekati mereka.


“Pak Abraham, selamat siang.” Monik yang melihat kedatangan dua orang pria itu.


Abraham menganggukkan kepala sambil tersenyum.


“Ridwan kamu enak ya, setiap hari dapat kiriman makanan, dua kali sehari dari nona cantik lagi.” ledek Abraham pada Ridwan yang masih memegang kotak makanan.


“Iya nih pak Abraham, saya sebenar nya sangat suka, tapi merasa tidak enak juga merepotkan nona ini.” Ucap Ridwan melirik Monik.


“Tidak apa-apa, itu karena aku suka memasak, dan..


“Jadi ini kamu yang masak sendiri? Bukan di pesan dari orang lain?” tanya Abraham memotong ucapan Monik.


“Enggak lah pak Bram, ini tuh asli aku yang masak. Bukan orang lain.” Ucap Monik menekankan lagi.


“Kalau anda mau, saya bisa membawa untuk anda juga.” Ucap nya menawarkan.


Abraham melihat Adley yang masih berdiri di samping nya berlagak acuh.


“Hhmm.. kalau Ridwan dan nona Monik tidak keberatan, aku ingin merasakan masakan anda.” Jawab Abraham dengan senyum manis nya.


“Te… tentu saja saya tidak keberatan pak Abraham. Mungkin pak Adley juga…


“Tidak, aku tidak suka. Tidak usah memperdulikan ku.” Tolak Adley cepat.


Dia melirik Monik, dia pikir kalau wanita itu akan tersinggung, tapi ternyata tidak!. Justru wanita itu tersenyum ramah tanpa tersinggung, Adley jadi merasa salah tingkah.


“Baiklah, kalau begitu aku tidak keberatan mencoba makanan nya, atau anda mau aku membayar nya saja? Aku benar-benar tidak bisa menerima gratis terus.” Ucap Abraham.

__ADS_1


__ADS_2