KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 277


__ADS_3

Orang-orang yang datang ingin membawa Angel memakai penutup wajah berwarna hitam. Polisi wanita yang berada di samping Angel juga kelabakan, mereka melukai Polwan itu.


Brak…


Pintu sudah bisa dibuka paksa, mereka menarik Angel untuk dibawa. Sisa anak buah Abraham masih


berusaha menahan dan melawan mereka, padahal tubuh mereka juga sudah terluka.


“Merepotkan. Apa hanya segini saja mereka bisa menjaga satu wanita?” Denis keluar dari mobilnya.


“Tuan, anda mau kemana?”


“Tenang saja paman, saya akan membereskannya dengan cepat.” Jawab Denis tersenyum dengan tenang.


“Tapi-


Denis tidak perduli lagi, dia terus berjalan menuju Angel yang sudah dalam genggaman mereka.


“Berhenti disana! Atau kau akan sama seperti mereka!” ancam mereka yang menahan Angel. Denis tidak perduli, dia terus berjalan mendekati mereka.


Dor…


Tembakan pertama yang diarahkan untuk Denis bisa di hindari.


Dor…


Tembakan kedua, dan ketiga masih bisa dihindari Denis dengan tenang, sedangkan Angel sangat ketakutan.


“Ck..ck..ck..ck… kalian itu, masa sih sesame rekan harus saling menyakiti.” Ucap Denis menggelengkan kepala sembari terus berjalan kearah Angel.


Mereka yang menahan Angel saling menatap.

__ADS_1


“Apa kalian tidak takut hukuman yang akan kalian dapatkan nanti? Karena kalian sudah melanggar pasal-


“Diam kau! Banyak bicara.” Teriak salah satu dari mereka yang sebenarnya sudah panik.


Denis menatap mereka dengan tajam, namun tersenyum dengan sinis.


“Apa yang dia lakukan? Sebenarnya dia ingin menolongku atau-


Brrughh..


Bbraaggh..


Denis langsung memberikan tinju dan tendangan pada mereka, yang berdiri disamping Angel. Tiga banding


satu.


Satu persatu mereka berhasil di kalahkan Denis dengan tenang dan santai.


menjaga.


Angel bingung, dia tidak mengerti, sedangkan Denis masih menyerang mereka.


“Pak Abraham, ada kekacauan disini,” anak buah Abraham menghubungi Abraham melalui ponselnya.


“Apa? Sekarang kalian ada dimana?”


“Kami masih disekitar menuju Bandara, mereka ada banyak, mereka menginginkan… nona Angel.” Dengan suara terbata-bata menahan sakit, dia menjawab pertanyaan Abraham dan memberitahukan letaknya sekarang.


“Kami akan segera kesana-


Bragghh…

__ADS_1


Ponsel rekan Abraham dihancurkan dan diinjak Denis yang sudah selesai menghabisi mereka.


“Ups…. Maaf ya, ponsel anda jadi rusak nih, apa mau aku gantikan?” tanya Denis tersenyum sinis pada


rekan Abraham yang kesakitan dan kemudian pingsan.


Denis berdiri, menatap semua disekitar kejadian. Sambil memegang kedua pinggang dan mengatur napas yang sangat kelelahan. Semuanya pingsan, tidak ada yang berdiri, hanya ada Angel dan Denis.


“Ah…. Padahal aku setiap hari olahraga loh, kenapa hari ini aku sangat capek.” Ucapnya merapikan rambutnya yang berantakan.


Denis menatap Angel, dengan tatapan kemenangan.


“Ada apa dengan wajahmu itu? harusnya kau senang dong, karena aku datang.” Ucap Denis tersenyum


mendekati Angel yang mengernyitkan dahi.


“Oh… atau kau akan lebih senang kalau bersama mereka ya? ya ampun, berarti semua yang aku lakukan


sia-sia dong.” Denis membersihkan tangannya dengan saputangan berwarna merah yang selalu dibawa dalam saku celana.


“Aku jadi sedih nih.” Denis memiringkan kepala menatap Angel yang melangkah mundur perlahan.


“Dasar gila!” ucap Angel dengan sisa keberaniannya.


Denis malah tersenyum membalas.


Tak…


Tangan Angel di raih Denis, dan membawanya kedalam mobilnya.


“Lepaskan! Lepaskan aku!” teriak dan pinta Angel berusaha melepaskan tangan Denis.

__ADS_1


Denis tidak perduli, dia terus membawa Angel, walau wanita itu terus merengek minta dilepaskan.


__ADS_2