KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 87


__ADS_3

“Pak Ridwan, ada yang keracunan di dalam sel.” Seorang petugas yang berlari menemui Ridwan, melaporkan kejadian yang terjadi.


“Apa?” Ridwan dan beberapa petugas segera melihat dan mengecek nya.


Monik yang penasaran pun ikut.


Saat sampai di depan sel, semua anak buah Shadow sudah keracunan, busa banyak keluar dari mulut mereka, mata menatap ke atas.


“Apa yang terjadi? Kenapa bisa jadi seperti ini?” tanya Ridwan pada yang lain nya.


“Sebelum nya mereka memang tidak apa-apa pak, tapi setelah memakan makanan itu, mulut mereka berbusa.” Jawab rekan nya.


“Gawat… pak Abraham pasti marah.” Ridwan yang panik.


“Ada apa ini?” tiba-tiba suara Abraham dari belakang muncul.


Mereka melihat Abraham dan Adley.


“Pak Abraham, mereka seperti keracunan, dan..


“Bukan seperti nya lagi, tapi mereka memang sudah keracunan.” Ucap Abraham, dia melihat ada makanan yang berantakan di lantai.


“Makanan dari mana itu? dan siapa yang membawa?” tanya Abraham.


“Itu…itu dari orang tua salah satu tahanan pak, kata nya itu masakan nya dan kami juga sudah cek, tidak ada yang mencurigakan…


“Bagaimana kau bisa mengecek makanan? Apalagi rasa dari makanan itu? tidak mungkin kalian memakan nya sedikit kan? Kumpulkan makanan itu sebagai bukti dan di cek.” Suruh Abraham untuk mengumpulkan makanan.


“Baru di tinggal sebentar sudah terjadi seperti ini.” Ucap nya menghela napas.


Adley melihat ada Monik yang masih berdiri, dia tidak takut tapi panik dan gugup.


“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya nya dengan nada ketus.


Abraham dan Ridwan melihat Adley yang berbicara pada Monik.


“Saya..saya mengantarkan makan siang untuk Ridwan.”jawab nya masih gugup.


Jawaban nya tidak membuat Adley suka mendengar.


“Tolong anda keluar dari sini! Ini bukan taman bermain yang bisa anda datangi sesuka hati. Kalau anda mau mengantar makanan, kan bisa di luar saja. Lagi pula anda…


“Adley…” Abraham menghentikan Adley agar berhenti bicara.


“Baik, saya akan keluar. Oh ya Ridwan, habisin makanan nya ya. Saya permisi pulang dulu.” Monik pamit ijin melambaikan tangan dan


tersenyum pada Ridwan.

__ADS_1


Abraham masuk kedalam sel, mengecek tahanan yang sudah mati di tempat. Adley menatap tajam Ridwan, merasa tidak enak, Ridwan mengikuti Abraham.


“Maafkan kami pak Abraham, kami pikir dua orang tua itu adalah keluarga nya. Karena mereka tampak lemah.” Ridwan meminta maaf merasa bersalah.


“Mereka sangat pintar untuk menyamar. Pasti mereka juga adalah anak buah nya Bossa. Sengaja untuk menghapuskan bukti.” Ucap Abraham, memeriksa mata dan denyut nadi orang yang sudah tidak bernyawa lagi.


“Bawa mereka ke rumah sakit dan lakukan otopsi mayat, suruh Leo yang mengerjakan nya.” Perintah Abraham.


“Siap pak!” ucap petugas nya.


************


Malam hari di tempat kediaman Bossa, saat semua nya sudah berkumpul.


“Bos, saya sudah bereskan Teddy, saya yakin kalau mereka sudah memakan makanan yang saya bawakan.” Anak buah Bossa memberi laporan pada Bossa.


“Apa ada yang curiga pada kalian?”


“Tidak ada bos, karena kami menyamar.” Jawab orang yang menyamar sebagai orang tua Teddy.


Bossa mengangguk kan kepala nya.


“Tuan, silahkan minum dulu.” Audrey memberikan gelas yang berisi alkohol untuk Bossa.


Bossa melihat Audrey dengan tatapan sinis dan tajam, Audrey sudah biasa di tatap seperti itu, tapi tidak membuat nya jera atau ketakutan.


“Hey pela**r, apa kau sudah mengumpulkan mereka?” tanya Bossa pada Audrey dengan panggilan hinaan itu.


“Tuan sabar saja dulu, anak buah saya sedang berusaha mengumpulkan mereka, anda…


Plak…


Bossa tidak suka mendengar jawaban wanita tua itu. Dia menampar nya dengan keras.


“Ma…maafkan saya tuan, saya..


“Hanya pekerjaan mudah seperti ini saja kau tidak bisa melakukan nya?”


“Bukan saya tidak bisa tuan, tapi karena..


Plak…


Bossa menampar Audrey lagi, tidak mau mendengar alasan dan bantahan dari nya.


“Berani sekali kau melawan ku ya? apa kau merasa sudah hebat? Hah?” tanya Bossa dengan menggenggam kasar dagu Audrey.


“Ma…maafkan saya tuan, saya akan melakukan nya dengan cepat.” Jawab Audrey menahan sakit.

__ADS_1


Cuuuhh…


Bossa membuang ludah nya tepat di wajah wanita malang itu. Audrey tidak bisa melakukan apa-apa selain menahan baud an menerimanya tanpa protes.


“Dasar sampah, pela**r, kau sudah ku buang beberapa kali tapi kau dengan tidak tahu malu nya selalu mengikuti ku. Harus nya kau bangga


dan senang karena aku selalu memberikan mu kesempatan.” Ucap Bossa yang masih belum puas menghina Audrey.


Tidak ada jawaban lagi dari nya. Dia berharap agar bos nya itu melepaskan dia dan berbicara dengan anak buah nya yang lain.


Salah satu pelayan Bossa yang berumur sedikit lebih tua dari Audrey melihat adegan itu, dia merasa kasihan melihat nya di hina dan di


perlakukan seperti itu.


“Felix, bagaimana dengan si Irwan itu?” tanya Bossa dengan suara keras setelah melepas dagu Audrey.


“Sudah beres bos, Irwan sudah memperingati anak buah nya, si polisi sombong itu.” jawab Felix yakin dan merasa hebat karena sukses melakukan pekerjaan yang di berikan pada nya.


“Bagus, tapi tetap awasi polisi bre****k itu, aku yakin, dia sama keras kepala nya dengan ku. Selidiki dia, keluarga nya pokok nya siapa saja yang terlibat dengan nya.” Suruh nya lagi pada Felix.


“Baik bos.” Jawab nya dengan cepat.


“Hey pel***r, bawakan tawanan untuk memuaskan ku di kamar sekarang!” Bossa berdiri menuju kamar nya.


“Baik tuan.” Jawab Audrey yang menahan sakit di pipi nya.


********


Abraham sudah pulang kerumah nya. Ini adalah malam kedua nya tanpa Bellova. Semenjak wanita itu tidak ada di rumah, dia merasa sangat sepi, tidak mendengar suara bersih-bersih dari nya, dan selalu mencium bau masakan yang enak dari dapur. Abraham sangat suka mengemil atau makan semenjak Bellova ada di rumah.


Setelah selesai mandi dan masih memakai jubah mandi nya, dia menunggu makanan yang sudah di pesan melalui online.


Ting…


Segera Abraham berdiri dari duduk nya dan membuka pintu, yang ternyata makanan nya sudah datang di antar.


“Se…


Si pengantar makanan tercengang melihat orang yang memesan makanan dari tempat nya bekerja, dia kagum dan… terpesona.


“Eh..hallo…kenapa diam?” Abraham melambaikan tangan nya agar wanita yang mengantar makanan itu kembali sadar.


“Ma..maafkan saya pak. Ini..ini saya antarkan makanan anda.” Si wanita memberikan bungkusan makanan pesanan nya.


Abraham menerima dan mengecek nya sebentar. Saat itu, si pengantar memandangi nya dengan takjub.


“Oke, ini tip buat kamu, terima kasih.” Abraham memberikan uang di dalam genggaman tangan wanita itu dan menutup pintu, wanita itu yang

__ADS_1


masih tersihir ketampanan Abraham, diam di depan pintu.


__ADS_2