KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 13


__ADS_3

Jam istirahat berlangsung. Seperti tugas dari Arshinta untuk Ruly segera di lakukan. Arshinta yang menunggu di ruang kantor nya. Ada perasaan lelah yang di rasakan nya saat ini.


“Aduh…. Pengen makan es krim nih.” Ucap nya pelan meregangkan tubuh nya.


TTTOOKKK…TTTOOKKK….TTTOOKKK


“Bu Arshinta, saya sudah memanggil mereka ke sini.” Ucap Ruly.


“Suruh masuk Rul.” Jawab Arshinta.


Semua pedagang datang, mereka penasaran kenapa di panggil langsung oleh pemilik sekolah. Mereka juga saling melihat rekan nya, seakan-akan memiliki pertanyaan yang sama.


“Ruly, tolong bawakan kursi agar mereka bisa duduk.” Suruh nya lagi pada asisten nya.


Ruly pergi mengambil kursi plastik untuk buat mereka agar tidak pegal berdiri.


“Maaf ya, aku memanggil kalian di jam yang sibuk ini.” Arshinta keluar dari kursi nya. Dia berjalan agar lebih dekat dengan mereka.


“Ti….tida apa-apa bu. Tapi maaf kan saya, kenapa ibu memanggil kami ke sini?” tanya ibu salah satu pedagang.


“Hanya untuk mengobrol saja kok bu. Santai saja ya kita berbicara nya.” Jawab Arshinta.


“Saya mau tanya dulu nih, kalian berjualan di sekolah ini, nyaman tidak?” tanya arshinta.


Mereka saling melihat, takut menjawab yang tidak di senangi Arshinta.


“Kenapa kalian diam? Nyaman tidak?” tanya Arshinta lagi.


“Se…sebenar nya…kami sangat nyaman berjualan di sini bu, hanya saja…..


“Apa? Hanya saja apa pak?” tanya Arshinta karena si bapak tadi berhenti bicara.


“Uang….uang sewa nya sangat mahal bu. Setiap bulan bahkan dalam 2 minggu uang sewa nya naik terus.” Jawab si bapak dengan ragu dan menundukkan wajah nya.


“Memang nya berapa uang sewa yang harus bapak bayar?” tanya Arshinta yang masih berdiri, sedangkan si pedagang sudah ada yang duduk.


“4 juta bu, dan ini saya baru dapat informasi lagi menjadi 4,8 juta bu.” Jawab si bapak tadi.


“Apa?” tanya arshinta di dalam hati.


“Apa semua nya sama?” tanya Arshinta pada yang lain nya.


“Iya bu. Saya juga. Padahal saya cuma jualan mainan anak-anak bu, yang saya sendiri membuat nya dan harga nya juga Cuma seribuan bu.” Jawab si ibu yang berjualan mainan anak-anak, seperti balok kayu, balon dan lain nya.


Arshinta menganggukkan kepala nya.


“Siapa yang mengatakan uang sewa kalian? Dan pada siapa kalian memberikan nya?” tanya Arshinta yang sudah mulai pusing menahan emosi nya.


Pedagang-pedagang itu ragu untuk memberitahukan nya, mereka saling melihat.


“Katakan saja, di sini saya berusaha untuk membantu kalian, jadi mari bekerja sama.” Ucap Arshinta.


“Itu… itu kata pak Wilton bu, kata nya dia adalah suruhan ibu Arshinta mengurus biaya sewa, dan beliau juga yang menerima uang sewa kami yang kata nya…. Kata nya akan di berikan pada bu Arshinta.” Jawab bapak itu


sedikit mulai berani.


“Bagus…bagus….” Jawab Arshinta dengan seyum marah menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


“RRUULLYYYY….PANGGILKAN SEKARANG….WWWIILLTTOONN!!!!!” teriak


Arshinta memukul meja.


“Baik bu.” Jawab Ruly yang terkejut.


Bukan cuma Ruly saja yang terkejut, semua nya juga terkejut.


Arshinta menghela nafas nya dalam.


“Sudah berapa lama…. Sudah berapa lama kalian memberikan uang sewa pada nya?” tanya Arshinta mengatur pernafasan nya.


“Saya sudah 6 bulan bu.” Jawab nya.


“Saya 8 bulan bu…


“Saya 1 tahun bu….


Arshinta memijit kepala nya sekarang.


Tidak lama, Ruly datang dengan membawa pak Wilton sekaligus guru bahasa Inggris di sekolah itu.


“Ibu, ini saya sudah bawa pak Wilton.” Ucap Ruly.


“Rasa nya pengen aku pecahkan tengkorak kepala orang ini.” Gumam Arshinta.


“Pak Wilton, silahkan masuk pak.” Suruh Arshinta dengan tenang namun terkesan menegangkan.


Wilton masuk, di lihat nya banyak pedagang yang juga ada di ruangan itu bersamaan dengan nya.


“Pak Wilton, apa tugas anda di sekolah ini?” tanya Arshinta.


“Saya…saya sebagai guru bu, dan saya mengajar mata pelajaran bahasa Inggris.” Jawab Wilton berusaha tenang.


“Lalu apa anda yang bertugas menerima uang sewa di kantin?” tanya Arshinta.


“Apa dia tahu? Gawat ini.” Gumam Wilton sudah gugup dan panik.


“Itu….itu saya…


“Jawab!!!!” teriak Arshinta memukul meja lagi.


“Waduh, dalam satu hari ini sudah 2 kali bu Shinta menggebrak meja.” Gumam Ruly.


“I..iya..bu. Itu karena…


“Karena apa? Dan berapa besar sewa yang kau berikan?” tanya arshinta sudah mulai bersuara keras.


Wilton tidak menjawab.


Wajah nya menunduk. Sekarang dia sudah ketakutan.


“Lama-lama aku tidak bisa sabar lagi ini.” Gumam Arshinta memegang belakang leher nya.


“Sewa nya sebesar…..500 ribu bu.” Jawab Wilton yang berbohong.


“Bohong bu, bukan segitu.” Potong salah satu penyewa yang tidak merasa bayaran nya segitu.

__ADS_1


“Tidak bu, sewa nya hanya 500 ribu sebulan. Saya tidak bohong bu.” Ucap Wilton yang masih bertahan.


“Hhhaaahh….Wilton, aku paling tidak suka orang yang berbohong dan mencuri…paling tidak suka.” Ucap Arshinta.


“Siapa yang menyuruh mu menyewakan ruang kantin??? Siapa yang menyuruh mu meminta uang pada mereka? Dan kau membawa nama ku untuk bisnis gelap mu itu bang**t!!!” teriak Arshinta.


Semua orang terkejut dengan ucapan maki dari mulut Arshinta.


Karena mereka melihat wanita anggun dan lembut itu tidak mungkin bisa mengeluarkan kata kasar.


“Bahkan sudah sampai 1 tahun? licik sekali kau! Apa otak mu ini hanya berpikir tentang uang, mengambil untung dan mencuri? Hah??” tanya Arshinta menunjuk-nunjuk kening Wilton dengan jari telunjuk nya.


Wilton hanya diam. Namun seperti merasa terhina.


Arshinta mengatur nafas nya lagi.


“Wilton, apa kau tahu kalau aku memiliki kakak seorang polisi? Kompol lagi. Aku akan menyerahkan mu pada kakak ku agar kau di Proses secara hukum karena kasus korupsi mu ini. Dan mulai sekarang pun kau di pecat,


tidak boleh mengajar di sekolah ini dan aku juga pastikan, kau tidak akan bisa mengajar di mana pun.” Ancam nya pada Wilton.


“Tidak! Anda tida bisa melakukan itu! saya akan….


BBBRRRRUUUGGGHHH…..


Arshinta meletakkan telapak kaki nya di leher Wilton dan menyudutkan nya di dinding. mereka dalam posisi berdiri.


Wilton sekarang kesulitan bernafas, leher nya di cekik dengan telapak kaki seorang wanita.


Semua yang ada di situ membuka mulut namun menutup nya dengan tangan nya.


“Siapa kau??? Apa kau berusaha melawan ku? Hah??” tanya Arshinta yang masih memberikan telapak kaki nya.


“Siapa yang mau kau hadapkan pada ku? Tunjukkan saja, aku siap menghajar mereka.” Ancam nya lagi.


“Uuuhhuukkk….uuhhuukkk….uuhhhuukk…le…lepaskan….” Wilton yang sudah memerah wajah nya akibat kesulitan bernafas.


“Ibu Arshinta, tolong lepaskan dia, nanti dia bisa mati.” Ucap Ruly berusaha menurunkan telapak kaki Arshinta.


“Biarkan saja dia mati. Orang korupsi dan pencuri ini harus di lenyapkan dari muka bumi ini, biar aman.” Ucap Arshinta.


.


.


.


Anak-anak Lucifer dan Eva ini adalah perpaduan antara orang tua nya ya....


Ayo....jangan lupa Like n Vote nya ya.....


Oh ya.... kalau cerita ini menarik... aku akan lanjutkan terus...


tapi kalau tidak..... aku minta maaf kalau aku hentikan.


Seperti yang pernah aku sebutkan, aku mencari penghasilan dari menulis.


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2