
“Kata mu mereka semua terkena racun?”
“Benar. Ada racun Arsenik, racun ini sangat mematikan dan hanya perlu 200 miligram saja, atau setara dengan satu tetes hujan untuk membuat seseorang mati dalam dua jam. Lalu racun Digoxin, jika masuk ke aliran darah, maka detak jantung bisa melambat dan akhir nya berhenti bekerja, sebelum nya mereka yang terkena racun ini mengalami sakit perut dan sakit kepala yang hebat, karena aku melihat organ dalam perut nya sudah ada yang membusuk dengan cepat saat kalian membawa nya padaku.” Leo menjelaskan dengan serius.
Abraham mendengar merasa ngeri.
“Tapi Bram, semua anak buah Bossa, hanya memiliki satu ginjal saja, di bagian perut ada bekas jahitan, ginjal mereka pasti diambil sebelum nya.”
Abraham heran, menggelengkan kepala nya.
“Bahkan pada anak buah nya sendiri pun dia melakukan itu.”
“Sebaiknya kau cepat menghentikan nya, Bossa itu pendendam loh. Lagi pula aku dengar kalau paman Lucifer juga sudah ikut mem-
Leo menutup mulut, takut keceplosan.
“Kenapa? aku sudah tahu kok siapa papa ku.” Abraham yang tidak terkejut lagi.
__ADS_1
“Oh ya? bagus lah.” Leo merasa lega.
“Tapi kau tahu dari mana? Sejak kapan?” Abraham penasaran, karena menurut nya, yang tahu hanya dirinya dan Adley.
“Sudah lama sih, saat pertama kali aku melihat paman Lucifer melawan mereka dengan hebat dan gagah berani, lalu aku lihat banyak anak buah nya, memanggil nya dengan sebutan ‘Lucifer’, paman mu…. Paman Revand menyebut ‘Deadly Poison’ pada nya, karena penasaran aku mencari tahu, dan ternyata….
Paman adalah-
“Sstt… diam. Jangan sampai ada yang tahu.” Abraham memberi kode.
Leo menutup mulut nya lagi, melihat sekitar untuk memastikan tidak ada yang melihat.
“Menangkap nya? Lebih baik dia di bunuh saja. Kau tahu kan kalau dia sudah beberapa kali masuk penjara dan hanya beberapa minggu saja, dengan alasan tidak ada bukti kuat. Dia tidak akan menyerah, apalagi tobat. Bunuh saja! Atau… minta saja pada paman Lucifer, dia pasti-
Leo berhenti bicara saat anak Lucifer itu menatap nya dengan tajam.
“Oke..oke, aku diam.” Dia mengalah, lalu duduk kembali setelah berdiri saat menjelaskan informasi.
__ADS_1
“Bagaimana dengan isteri mu? Kata tante isteri mu sangat cantik ya? aku jadi penasaran loh.” Leo tersenyum menggoda Abraham.
“Nanti kau juga akan bertemu dengan nya, sabar saja.” Jawab Abraham menahan kesal.
“Kapan? Ooohhh… aku baru ingat, sebentar lagi kau kan akan mengadakan pesta resepsi nya ya. Apa semua keperluan nya sudah selesai? Pakaian? Makanan? Kartu undangan? Atau-
Abraham hanya diam, seperti tidak bersemangat. Suami Bellova itu memegang kepala dan memijit bagian kening nya.
“Ada apa dengan mu? Seperti nya kau tidak sehat, apa kau sakit?” Leo yang khawatir mendekati Abraham.
Tap…
Leo menyentuh dahi Abraham.
“Pak Komisaris, jidat anda sangat panas, sudah bisa ceplok telur mata sapi di sini.” Ucap Leo yang merasakan panas di telapak tangan nya saat menyentuh kening Abraham.
“Sebaik nya kau pulang saja, biarkan isteri mu merawat mu sekarang. Lagipula-
__ADS_1
“Aku tidak apa-apa, ini sudah biasa bagiku.”
“Itu kan sebelum menikah, kalau sekarang sudah ada isteri yang akan mengurus dan memperhatikan mu.” Balas Leo menambahkan.