
“Ya ampun, apa yang aku pikirkan? Kenapa aku memikirkan wanita itu sih?” ucap nya gelisah mengacak rambut.
Abraham tertidur di sofa saking lelah nya. Belum mandi atau mengganti pakaian nya.
***********
Adley yang baru tiba di rumah nya juga sama seperti yang di rasakan Abraham, sedikit berbeda tapi sama-sama tentang asmara.
Dia sudah memutuskan hubungan dengan Icha, hanya saja wanita itu tidak mau, dia tetap bersikeras mempertahankan hubungan dengan Adley.
Saat duduk pun ponsel nya beberapa kali berdering, dan setiap Adley melihat nama kontak di layar nya, selalu berdecak tidak suka,
karena nama Icha yang ada dalam panggilan ponsel.
Tidak seperti Abraham, Adley bergegas mandi dan menyiapkan makan malam nya sendirian. Adley adalah sosok yang rajin dan bisa masak walau menu yang sederhana.
********
Bellova, masih dalam perjalanan menuju kampung halaman nya.
Duduk di kursi baris ketiga, di samping nya sudah duduk seorang ibu-ibu berbadan gemuk berlemak.
Beberapa kali melihat ponsel yang di belikan Abraham, melihat foto majikan nya saat masih ketiduran di sofa, atau saat tidak di ketahui Abraham. Bahkan wallpaper gadis itu adalah Abraham dengan memakai seragam kerja nya.
“Pasti pak Abraham sudah pulang, dan tidur di sofa, jaket atau pakaian nya ada di lantai.” Gumam Bellova.
“Aku harap Pak Abraham tidak telat makan dan tidak sering memesan makanan online.” Gumam nya lagi tersenyum kecil.
Ibu di samping nya melihat gambar di ponsel Bellova.
“Apa itu suami anda? Tampan sekali ya.” ucap si ibu menunjuk layar ponsel Bellova.
Wanita itu kaget, dan melihat ibu di samping nya. “Bukan kok bu, hehehehe..” jawab Bellova merasa malu.
“Bukan? Terus siapa dia? Apa dia aktor? Seperti nya seorang polisi.” Tanya wanita lebih tua dari nya itu.
“Dia..dia adalah majikan saya bu. Dan dia juga memang seorang polisi.” Jawab Bellova masih tersenyum ramah.
“Majikan? Maksud nya kamu… pembantu nya gitu?” tanya si ibu yang merasa keget tidak percaya.
“I…iya bu.” Jawab Bellova merasa malu karena di sebut pembantu.
Si ibu yang merasa tidak percaya kalau Bellova adalah seorang pembantu, karena wajah dan tubuh Bellova yang cantik dan indah.
“Terus, kenapa kamu pergi? Apa di pecat karena melakukan kesalahan?”tanya nya lagi.
__ADS_1
“Bukan kok bu, saya pulang kampung karena mau di nikahkan orang tua saya.” Jawab Bellova.
“Ooohh… jadi gitu. Tapi majikan kamu ini sudah menikah belum?” tanya si ibu dengan semangat, seperti memiliki tujuan.
Bellova melihat wanita yang berharap penuh dengan jawaban nya.
“Belum, beliau belum menikah.”
“Wah bagus dong, bisa tidak saya minta nomor kontak nya? Saya ingin mengenalkan nya dengan anak gadis saya, anak saya baik kok, masih single juga.”pinta nya.
Bellova memasang wajah tidak suka.
“Maaf bu, saya tidak bisa, karena majikan saya tidak suka nomor nya di bagi-bagi. Beliau orang yang teliti.” Tolak Bellova dengan pelan.
“Loh? Kan cuma minta nomor nya saja, kok pelit banget sih. Kamu yang enggak mau kasih ya?” si ibu yang mulai sewot.
“Ck… bukan bu, saya tidak bisa memberikan nomor nya, mau ibu maksa juga saya tidak mau dan tidak bisa!” jawab Bellova suara keras.
Si ibu memelototi nya tidak suka, Bellova tidak mau kalah, dia pun menatap nya dengan tajam, menyimpan ponsel kedalam tas kecil nya.
****************
Pukul 10 malam Abraham baru terbangun dari tidur nya, di rasakan seluruh tubuh sudah pegal karena tidur di sofa dengan salah satu kaki
yang jatuh di lantai.
“Ya ampun, sudah jam 10 malam? Gila aku,” dia segera bangun dan langsung naik ke kamar nya tanpa makan malam atau minum.
Sambil berjalan, di lihat ponsel nya yang tidak ada pemberitahuan apapun.
“Wanita itu apa sudah tiba di rumah nya? Kenapa dia tidak memberi kabar?” ucap nya pada diri sendiri.
***********
Setelah malam terlewati untuk makhluk di bumi, berganti dengan muncul nya matahari. Dan di pagi hari semua sudah sibuk dengan aktifitas nya masing-masing.
Abraham bersiap ke kantor polisi tanpa sarapan dan terburu-buru karena bangun kesiangan. Pakaian pun masih rapi karena masih sisa hasil kerjaan Bellova. Arshinta yang juga sibuk di sekolah yang dia bangun, semenjak tidak ada Rakha bersama nya, dia hanya seorang diri tinggal di rumah besar nya.
Ina, pagi itu itupun mempersiapkan diri untuk kesibukan di kantor, untung saja di bantu beberapa karyawan-karyawan yang cekatan.
Adley yang sudah lebih dulu tiba di kantor.
“Selamat pagi pak Adley.” Sapa dan hormat Ridwan bawahan nya.
“Pagi. Apa pak Abraham sudah datang?” tanya nya mencari Abraham.
__ADS_1
“Belum, seperti nya sedikit..Nah, itu dia sudah datang.” Tunjuk Ridwan pada Abraham yang ada di belakang Adley, baru saja memarkirkan
mobil nya.
Abraham walaupun pakaian nya masih rapi dan wangi, wajah nya tidak ‘sehat’, terlihat letih dan lesu.
“Selamat pagi pak Abraham.” Sapa dan hormat semua yang melihat nya.
Abraham membalas dengan tersenyum kecil dan menganggukan kepala.
Saat ingin masuk keruangan nya, dia berhenti di depan Ridwan dan Adley.
“Ridwan, tolong belikan sarapan untuk ku, aku tadi tidak sempat membeli nya.” Suruh nya pada Ridwan.
“Memang nya bapak tidak sarapan tadi?” tanya Ridwan heran.
“Kalau aku sudah sarapan, aku tidak akan menyuruh mu membeli nya. Cepat belikan jangan banyak tanya.” Balas Abraham melangkah keruangan nya.
“Pak Adley, bukan nya pak Abraham ada pelayan ya? dan pak Abraham kan tidak pernah beli makan di luar, tapi kenapa…
“Sudah jangan banyak tanya, keburu ngamuk nanti bos kita.” Adley menepuk bahu Ridwan dan meninggalkan nya, menuju ruangan Abraham.
***********
Tok…Tok…Tok…
Adley mengetuk pintu ruangan Abraham, meminta ijin masuk.
Abraham hanya menatap nya lalu kembali pada laporan nya, Adley merasa sudah mendapat ijin untuk masuk.
“Kenapa wajah anda lesu seperti itu pak Abraham?” tanya Adley yang penasaran.
Tidak ada jawaban dari Abraham.
“Apa anda bangun kesiangan tadi ya? tadi malam makan apa?” tanya nya lagi antara penasaran dan meledek.
“Diam lah Adley, kalau kau mau menghina ku lebih baik pergi dan kerjakan pekerjaan mu.” Jawab Abraham kesal.
“Saya tidak meledek kok pak, saya kan penasaran dengan..
“Daripada kau penasaran tentang ku, lebih baik kau cari informasi tentang si Shadow itu.” ucap Abraham gerah.
Adley diam mengangguk kan kepala.
“Aku sudah mencari informasi tentang Bossa, tapi entah kenapa beberapa hari ini berita nya kosong, tidak ada terdengar aktifitas nya.
__ADS_1
Informasi terakhir adalah anak buah nya yang melakukan acara penyambutan untuk Bossa.” Jawab Adley.