KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 14


__ADS_3

“Biarkan saja dia mati. Orang korupsi dan pencuri ini harus di lenyapkan dari muka bumi ini, biar aman.” Ucap Arshinta.


“Tapi bu, anda bisa masuk penjara nanti.” Ruly masih berusaha menurun kan kaki Shinta dari leher Wilton yang wajah nya sudah kemerahan.


“Bu, sudah bu, hentikan.” Sekarang para pedagang yang berusaha.


Akhir nya Wilton bisa kembali bernafas.


Arshinta mengatur nafas nya yang tersulut emosi, merapikan kembali pakaian nya.


“Wilton, aku tanya pada mu,kau kemanakan uang nya?” tanya Arshinta dengan tatapan sinis.


“Saya… saya… menggunakan nya untuk pembangunan sekolah bu.” Jawab Wilton.


“Hah…..hahahahahahaha….. pembangunan sekolah yang bagaimana maksud mu Wilton???” tanya Arshinta teriak.


“Seperti perbaikan tolilet… atap sekolah… dan…. Dan… ruang …sholat bu…” jawab nya yang gugup.


Arshinta melihat pedagang-pedagang yang masih ketakutan, di tambah lagi akibat teriakan Arshinta dan suara gebrakan meja, banyak siswa dan beberapa guru yang berkumpul di luar mengintip dan menguping.


“Eehheemm….. mulai sekarang kalian bisa berdagang di sini sampai kalian bosan, tanpa ada pungutan sewa lapak atau sewa kantin. Dengan kata lain….gratis!” ucap Arshinta mengarah pada pedagang.


“Apa? Benar kah bu?” tanya mereka bersamaan.


“Iya, tidak ada pembayaran, dengan syarat…aku paling tidak suka berantakan dan kotor, jadi kalian harus menjaga kebersihan, baik


lingkungan atau makanan nya. Aku tidak mau ada kabar murid ku mengalami keracunan makanan di sekolah ku. Kalian mengerti?” tanya Arshinta.


“Baik bu, baik…. Kami akan menjaga kebersihan lingkungan dan makanan nya bu.” Mereka sangat senang dan bahagia mendengar nya.


“Selain itu, aku akan mengembalikan uang sewa kalian, kalian beritahu saja dengan Ruly, tapi aku tidak suka ada yang ngarang atau


berbohong.” Ucap nya lagi.


“Kalau saya tidak masalah uang sewa yang sudah saya berikan bu, mendengar ibu akan menghilangkan uang sewa kedepan nya saja saya sudah sangat senang bu.” Ucap salah satu pedagang nya.


“Benar bu, saya juga tidak masalah.” Jawab rekan nya yang lain.


“Saya juga bu….


Semua sepakat untuk tidak menerima kembalian sewa yang sebelum nya.


“Baiklah… kalian sekarang boleh kembali ke tempat nya. Ingat! Jika ada yang meminta uang apapun itu, kalian bisa laporkan itu pada ibu Ruly.” Ucap Arshinta menunjuk pada Ruly.


“Baik bu… terimakasih ya bu. Terimakasih……


Akhir nya semua pedagang dengan senang hati dan berbahagia keluar dari ruangan kantor Arshinta. Tampak sekali senyum lepas dari bibir mereka.


Tinggal lah Wilton yang masih dalam tatapan Arshinta dan Ruly.


Arshinta yang masih berdiri melipat tangan di depan dada nya, melihat Wilton, berusaha ingin menenangkan emosi nya dulu.

__ADS_1


Tidak lama bel masuk sekolah sudah berbunyi. Semua murid kembali masuk ke kelas dan guru-guru juga akan mulai mengajar.


“Ikut aku!” suruh nya pada Wilton.


“Saya juga bu?” tanya Ruly.


“Iya dong, kau kan asisten ku.” Jawab Arshinta melihat Ruly.


Mereka bertiga masuk keruangan guru.


Guru-guru sudah mulai melihat kedatangan Arshinta, mereka gugup dan ingin segera bersiap masuk ke kelas agar tidak bisa bertemu dengan Arshinta.


“Semua nya jangan ada yang keluar dari sini!” teriak Arshinta yang masih di luar ruangan, dia melihat dari jendela kalau ada guru


yang hendak keluar.


Ada yang pura-pura tidak dengar.


“Ibu Jamila, apa anda tidak dengar apa yang aku katakan?” teriak Arshinta lagi.


Ibu jamilah menghentikan langkah nya, dan berbalik kembali ke ruangan guru.


Hingga semua sudah berkumpul di ruangan guru. Tidak ada yang pergi melanjutkan tugas nya.


Arshinta dan Ruly sudah berada di ruangan. Wilton juga ikut bergabung dengan rekan-rekan nya. Mereka melihat wajah pucat Wilton.


Arshinta melihat mereka satu persatu.


“Aku akan keluar sebentar, jangan coba-coba ada yang keluar dari ruangan ini tanpa ijin dari ku.” Suruh Arshinta.


“Ruly kau di sini. Awasi mereka sebentar. Aku akan ke toilet dulu, mau buang air besar.” Ucap Arshinta.


“Baik bu Shinta.” Jawab Ruly.


“Ingat! Kalian jangan ada yang keluar, aku tidak mau membuang waktu lagi untuk mengumpulkan kalian.” Dia mengingat kan kembali.


“Baik bu.” Jawab mereka dengan serentak.


Arshinta pergi dari ruangan itu. Ruangan yang berada di ujung lorong.


Arshinta tidak pergi ke toilet, melainkan ke kelas murid-murid nya.


Kelas pertama yang di datangi adalah kelas 1 SMA, semua murid-murid yang tadi nya berisik, sekarang diam setelah Arshinta masuk.


Semua melihat kedatangan nya.


“Selamat siang adek-adek.” Sapa Arshinta dengan tersenyum.


“Siang bu…” jawab mereka serentak.


Arshinta berdiri di tengah-tengah papan tulis, sambil memperhatikan murid-murid yang penasaran kenapa pemilik sekolah datang.

__ADS_1


“Bagaimana pelajaran kalian? Bisa mengerti kah?” tanya Arshinta untuk mencairkan suasana.


“Bisa bu…” jawab mereka serentak walaupun sebelum nya saling melihat.


“Kalau guru nya bagaimana?” tanya nya lagi.


Pertanyaan yang membuat lain nya bingung untuk menjawab.


“Adek-adek…. Di sini aku ingin membantu kalian. Aku akan menggantikan dan mengeluarkan guru-guru mana saja yang tidak becus mengajar. Mungkin kalian sudah mendengar kejadian saat jam istirahat siang tadi kan?” tanya nya.


Mereka mengangguk bersamaan.


“Nah…. Ayo kita terbuka ya. Tolong jawab yang jujur, apa kah guru-guru di sini baik?” tanya Arshinta memulai topik penting.


Awal nya semua diam, hingga salah satu murid berdiri….


“Bu Shinta, tadi pagi ada pertikaian antara Reny, Rian dan pak guru Dedy.” Ucap nya.


Semua melihat arah murid yang melapor itu.


“Oh ya? Kenapa?” tanya Arshinta.


“Yang mana nama nya Reny dan Rian tolong maju kedepan.” Suruh Shinta.


Dua orang nama yang di sebutkan pun maju.


Rian yang wajah nya membengkak dan merah.


“Kenapa wajah mu?” tanya Arshinta langsung memegang pipi Rian.


“Ti…tidak….


“Ingat ya, aku paling tidak suka berbohong, dan aku datang untuk membantu kalian.”ucap nya serius.


“Bu, sebenar nya ini salah saya.” Ucap Reny membuka mulut.


“Salah nya kenapa?” tanya Arshinta melihat Reny.


“Itu….itu karena saya menunggak uang sekolah, jadi pak guru Dedy marah.” Jawab Reny gugup.


“Apa? Kenapa dia pula yang harus marah? Lagi pula kan aku sudah memberitahukan kalau kalian tidak perlu membayar nya.” Ucap Arshinta.


“Pak Dedy….pak Dedy tidak suka bu. Dan dia… dia berani melakukan tindak pelecehan terhadap Reny.” Ucap Rian.


“Maksud nya?” tanya Arshinta yang mengernyitkan dahi nya.


“Dia…. Pak guru itu memegang bahu…dan… pinggang Reny bu, lalu….lalu karena saya tidak suka cara nya…dia…..dia menampar saya.” Ucap Rian gugup.


“Waaaahhhhh….. bikin emosi nih…..” ucap Arshinta mengibas kan tangan nya.


“Kenapa kalian tidak beritahukan pada ku?” Arshinta mulai emosi, suara nya pun terdengar keras.

__ADS_1


“Kami di ancam bu. Rian akan terus di pukuli kalau kami mengadu.” Ucap Reny.


“DDDDEEEEEDDDDYYYYYYYY……….” Teriak Arshinta keluar dari kelas.


__ADS_2