KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 131


__ADS_3

Satmaka terkejut, kenapa calon isteri nya tertawa seperti itu.


“Kau lucu sekali. Lihat wajah mu itu.” Arshinta menyentuh pipi Satmaka yang masih cemberut di depan nya.


“Tentu saja aku juga mencintaimu sayang. Kenapa di tanyakan lagi sih? Aku hanya ingin melihat reaksi wajah mu saja. Lihat tuh, wajah mu masih seperti itu.” Ucap Arshinta.


Satmaka menghela napas, dia berdiri dan berjalan menghampiri Arshinta yang duduk tidak jauh dari nya.


“Senang ya meledek ku seperti itu?” Tanya nya dengan suara pelan di telinga Arshinta, tangan nya bertumpu pada sandaran kursi yang di duduki Arshinta.


Arshinta tidak mau kalah, dia menggeserkan wajah nya mengarah pada Satmaka, hingga mereka bertatapan.


“Senang dong. Yang aku ledekin juga kan kamu, calon suami ku.” Balas Arshinta mengalungkan tangan nya di leher Satmaka dengan tersenyum.


Mereka berdua sama-sama tersenyum dengan posisi dekat dan mesra itu.


Ruly yang ketika tahu Satmaka berada di ruangan atasan nya, memilih keluar dari pada mengganggu kemesraan mereka.


“Aku akhir nya lega karena kau juga mencintaiku. Tiba-tiba aku punya tingkat percaya diri yang tinggi.” Ucap Satmaka masih menatap Arshinta.


Tangan Arshinta turun ke pipi Satmaka, menyentuh nya dengan lembut.


“Mereka pasti menyukai mu. Aku yakin itu, selama kau serius dengan perasaan mu, karena aku pun serius pada mu.” Ucap Arshinta.


Satmaka pun tersenyum pada nya.


Cup…

__ADS_1


Kening Arshinta di kecup Satmaka, walau sebenar nya yang ingin di kecup nya adalah bibir merah Arshinta, tapi masih harus di tahan dulu.


Cup…


Sekarang giliran Arshinta membalas kecupan di kening Satmaka juga.


Lalu mereka kembali tersenyum lagi.


Satmaka berdiri lagi, berjalan dan mengambil posisi untuk duduk di depan meja kerja Arshinta.


“Tapi, apa tidak apa-apa kalau kita menikah lebih dulu daripada kakak mu, Abraham?” Tanya nya yang sudah duduk.


“Tidak apa-apa kok. Kalau menunggu nya lebih dulu menikah, aku tidak bisa menunggu.” Jawab Arshinta kembali fokus pada pekerjaan nya yang sempat terhenti.


“Lalu dengan Ina? Harus nya dia lebih dulu yang menikah di bandingkan Abraham kan?”


“Hhhahh.. aku sangat gugup sekali.” Satmaka menghela napas menggelengkan kepala nya.


Arshinta menahan tawa, hanya tersenyum mendengar keluhan Satmaka.


*************


“Aku sudah dalam perjalanan pulang nih. Kau harus sudah siap ya, aku tidak mau menunggu lagi.” Abraham menghubungi Bellova yang akan di jemput dari rumah.


“Iya, aku juga sudah siap, sedang menunggu mu.” Jawab Bellova.


Abraham menutup ponsel nya karena ingin fokus pada kemudi mobil nya.

__ADS_1


Abraham mengambil lebih cepat waktu pulang nya, karena sudah janji akan mempertemukan dan memberitahukan pernikahan  mereka pada keluarga besar nya.


Begitu juga dengan Arshinta dan Ina, dalam perjalanan kerumah orang tua mereka.


Awal nya Adley dan Venam ingin datang, tapi Abraham tidak mengijinkan nya.


Ting…ting…


Bellova segera berlari untuk membuka pintu.


Ceklek..


Abraham sudah berada di depan pintu. Dia melihat Bellova yang sudah rapi, walau tidak berdandan, wajah cantik nya saja sudah natural.


“Kamu sudah siap?”


Bellova menganggukkan kepala nya.


“Kalau begitu, ayo.” Ajak nya.


“Apa kamu tidak mandi atau ganti pakaian?” Tanya Bellova menahan.


“Tidak usah. Nanti aku mandi di rumah saja, pakaian ku juga ada di sana kok. Ayo cepat.” Jawab Abraham menggenggam tangan Bellova agar berangkat.


“Se…sebentar, aku harus mengunci pintu nya dulu.” Ucap Bellova.


Abraham menunggu, masih menggenggam tangan kiri Bellova, sementara itu Bellova mengunci pintu hanya dengan tangan kanan nya saja. Entah karena Abraham yang tidak sadar dengan apa yang dia genggam, Bellova pun hanya

__ADS_1


diam padahal dia sangat gugup.


__ADS_2