KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 52


__ADS_3

“Sudah. Dasar, wanita itu fans gila mu Bram. Aku yakin dia tidak akan berhenti, dan pasti akan terus berusaha mendekati mu.” Ucap Adley cerewet.


“Kalau dia mau datang, selain berhubungan dengan pekerjaan kita, abaikan saja. Nanti juga pasti akan capek dan nyerah sendiri.” Ucap


Abraham membaca laporan.


“Bram, kamu nya juga harus tegas dong. Kalau suka, katakan, kalau tidak suka katakan juga. Jangan kasih harapan sama siapapun yang sudah berharap pada mu.” Nasehat Adley pada sahabat nya.


“Iya..iya, nanti saja itu ya. Sekarang kita fokus saja dengan pekerjaan kita.” Abraham yang lebih memilih mengalah.


Adley sebenar nya masih merasa kesal, tapi karena Abraham langsung memusatkan topik, Adley jadi konsentrasi.


“Ada pasar gelap, dan beberapa nama-nama kelompok mafia yang kemungkinan ada hubungan nya.” Ucap Adley masih berdiri di depan meja kerja Abraham.


“Kelompok mafia?” Abraham mengangkat kepala melihat Adley.


“Iya, ada dua nama kelompok yang paling terkenal, Shadow dan Deadly Poison, untuk pemimpin Deadly Poison ada yang mengatakan kalau orang itu sudah meninggal ada juga yang mengatakan sudah pensiun. Kalau Shadow lebih banyak aktifitas nya, salah satu nya perdagangan manusia dan organ-organ dalam


nya.” Ucap Adley menjelaskan.


“Shadow… waktu kecil aku seperti pernah mendengar nya…


“Itu adalah kelompok mafia yang menculik aku, Arshinta dan yang lain nya. Mereka sangat kuat dan bermain dengan ‘bersih’.” Jelas Adley


menambahkan.


Abraham mengepalkan tangan nya, kesal jika mengingat kejadian yang buruk yang pernah menimpa adik nya itu.


Bbbrraagghh….


Tanpa di sadari nya, dia memukul meja dengan keras.


“Adley, apa kau pernah bertemu dengan orang itu?” tanya Abraham.


“Sampai saat ini, belum pernah ada kabar atau foto dari pimpinan nya, waktu kecil, Arshinta yang mungin bisa melihat dengan jelas,


karena adik mu yang paling di sukai….


“Cukup! Jangan bicarakan seperti itu lagi. Kita fokus kan dulu untuk menyelidiki Shadow.” Perintah Abraham, dia marah kalau tahu Arshinta orang yang di sukai Shadow itu.


“Lalu untuk Deadly Poison?” tanya Adley.


“Tinggalkan dulu itu.” jawab Abraham, duduk di kursi sambil memijit pelipis mata nya.


*******


Beberapa hari Ina sudah sembuh dari sakit nya. Walaupun masih belum terlalu pulih, dia masih sadar dan harus bertanggung jawab dengan


pekerjaan nya. Arshinta sebenar nya sudah melarang, tapi Ina yang termasuk keras kepala, membuat Arshinta menyerah.


Di kantor nya juga lebih banyak di wakilkan asisten nya, Zafran dan Sakya.

__ADS_1


“Zafran, masuk ke ruangan ku sekarang.” Suruh Ina melalui panggilan telepon.


Tok…Tok…Tok…


“Masuk.”


Zafran setelah mendapat persetujuan masuk, membuka pintu dan menghadap atasan nya.


“Ada apa bu bos memanggil hamba?” canda Zafran.


Ina melihat sekilas..


“Duduk!”


Pria yang beda usia itu duduk setelah di suruh.


Ina yang masih sibuk mengecek dan menandatangani berkas nya, membiarkan Zafran diam menatap nya, menunggu apa perintah dari atasan nya.


“Berikan laporan ini pada bagian keuangan, dan jangan sampai terlambat. Katakan ini untuk gaji di bulan ini.” Suruh Ina sambil memberikan


laporan nya pada Zafran.


“Apa ini bu bos?”tanya nya menerima laporan.


“Baca dong, bisa baca kan?” ledek Ina, hanya bercanda.


Zafran merespon dengan tersenyum.


Lembaran demi lembaran di buka dan di baca.


“Hhheemm… sekarang cepat berikan, kalian gajian 10 hari lagi kan? Cepat antar sebelum tutup buku.” Suruh nya tegas.


“Baik bos, kalau begitu hamba sudah bisa keluar bos?” Zafran berdiri.


“Iya, suruh Sakya membuatkan kopi


untuk ku, kopi buatan nya sangat enak dan cocok dengan lidah ku.” Suruh Ina yang masih menulis.


“Siap bos. Hamba pergi dulu..” ucap pria itu, berjalan menuju pintu, Ina yang melihat hanya menggelengkan kepala nya.


**********


Ceklek…


Pintu terbuka, Bellova segera berlari kedepan untuk melihat siapa yang membuka pintu. Tangan nya yang masih memakai celemek dan sarung tangan plastik dengan tepung yang lengket.


“Pk Abraham…. Anda sudah pulang?” tanya Bellova setelah tahu kalau majikan nya yang sudah pulang.


“Iyyaahhh…..” menjawab sambil duduk, menghela napas karena kelelahan.


Bellova segera ke dapur, ingin membawa sesuatu yang menyegarkan untuk majikan nya.

__ADS_1


“Loh, kemana dia? Tadi ada di sini?” gumam Abraham mencari Bellova, dia tidak tahu kalau wanita itu pergi kedapur lagi.


“Pak Abraham, ini….


“Kamu tuh ya….” Teriak Abraham, tubuh nya terperanjat saking terkejut nya.


Bellova menunduk kan wajah, merasa


bersalah walau dia tidak tahu, kesalahan apa yang dia perbuat.


“Lain kali, jangan berlarian dan mengagetkan orang. Kalau orang itu terkena serangan jantung gimana? Apa kamu mau bertanggung jawab?” tanya nya, Abraham sampai memegang dada nya karena kehadiran Bellova secara tiba-tiba.


“Ma…maafkan saya pak Abraham…” ucap nya mengakui kesalahan nya.


“Apa itu?” Abraham melirik pada gelas yang ada di tangan Bellova.


“Ini es timun Pak Abraham, saya beberapa menit yang lalu membuat nya.” Jawab nya dengan semangat.


“Dan apa itu untuk ku?” dia menunjuk gelas itu.


“Iya Pak, saya lihat anda seperti sangat lelah, maka nya saya membawa nya untuk anda.”


“Bukan seperti nya, tapi memang aku sangat lelah sekali. Sini, kebetulan aku juga haus.” Pinta Abraham.


Bellova memberikan minuman itu, dan langsung di minum majikan nya sekali tegukan, habis.


“Hhhhmmm… enak juga, rasa nya manis, apa kau memasuk kan gula juga?” tanya nya memberikan gelas kosong pada gadis itu.


“Tidak Pak, saya hanya masukkan parutan timun, air dan es batu. Tapi saya juga memasuk kan sedikit madu.” Jawab nya semangat.


“Oh, itu mungkin yang membuat rasa jadi manis ya. Tolong ambil kan lagi, aku sangat menyukai nya.” Pinta Abraham tanpa malu. Tentu saja Bellova senang kalau majikan nya menyukai apa yang sudah di buat nya. Dengan sigap dan semangat mengambil lagi.


Abraham membuka jaket nya, dan di letak kan di pinggir sofa.


Beberapa menit Abraham menunggu, Bellova belum datang juga. Hingga di melihat sisi kanan nya…


“Astaga…. Kamu itu ya… ngapain kamu berdiri di situ tanpa berbicara?” kembali Abraham terkejut lagi, setelah melihat ternyata pelayan nya sudah berdiri tanpa suara.


“Ma…maafkan saya pak, saya hanya tidak ingin membuat anda terkejut, maka nya saya diam saja…


“Tapi tidak seperti ini juga Lov…” ucap nya menggelengkan kepala.


Abraham meminta gelas yang sudah di isi Bellova, dan meminum nya lagi, hanya saja tidak langsung habis.


“Apa kamu sudah masak makanan kita?” tanya nya setelah merasa tenang.


“Sebentar lagi selesai pak, Pak Abraham mandi saja dulu, habis mandi makanan nya sudah siap.” Jawab Bellova.


Abraham mengangguk kan kepala dan


bangkit berdiri.

__ADS_1


“Iya, aku mandi dulu saja. Kalau makanan nya sudah selesai, langsung letak kan saja di meja ya.”


“Baik Pak.” Jawab Bellova mengangguk kan kepala.


__ADS_2