KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
Episode 66


__ADS_3

Satmaka santai membawa mobil sambil mengobrol dengan Arshinta yang juga memangku Rakha. Sebentar lagi mereka akan tiba di tempat tujuan. Rute yang di lalui itu sepi, karena area sawah dan kebun. Cuaca juga


masih segar, terlihat uap embun sisa malam sebelum nya.


Tiba-tiba ada satu mobil yang melaju dengan cepat ke arah mereka, dan ada satu lagi yang mengikuti dari belakang.


“Ada apa dengan mereka? Kenapa bawa mobil nya seperti itu?” tanya Satmaka, hampir saja kehilangan kendali setir.


“Ada yang aneh dengan mereka… seperti nya mereka sedang mengawasi kita. Dan ada satu mobil di belakang kita, aku rasa mereka bekerja


sama.” Ucap Arshinta, bisa merasakan ada bahaya yang sedang mengincar mereka.


Melalui kaca spion nya, melihat mobil di belakang nya.


Satmaka juga ikut melihat mobil yang di belakang.


“Siapa mereka? Apa ada seseorang yang kau buat marah Shin?” tanya Satmaka.


Arshinta menoleh Satmaka yang duduk di samping nya.


“Baru saja aku ingin bertanya seperti itu pada mu, ternyata sudah keduluan dengan mu. Mungkin mereka adalah wanita-wanita yang cemburu karena kita terlihat dekat.” Ucap Arshinta.


“Tidak, aku yakin mereka yang cemburu pada ku, karena mendekati mu, aku lihat mereka yang ada di dalam mobil itu adalah pria.” Balas


Satmaka.


“Hhhmm… baiklah, kita tidak akan tahu sampai kita bicara pada nya. Aku yakin, sebentar lagi mereka akan turun.” Tebak Arshinta.


Benar dugaan Arshinta, mobil yang ada di depan nya berhenti mendadak, untung saja Satmaka sudah memperlambat laju mobil nya. Mereka berdua saling melihat.


Dua pria memakai kaos dan kacamata hitam turun dengan membawa tongkat besi. Mereka berdiri di belakang mobil nya, dengan berhadapan dengan mobil Satmaka.


“Seperti nya mereka ingin berkelahi dengan kita.” Tebak Satmaka, yang masih diam di dalam mobil.


“Bukan seperti nya lagi, tapi memang iya. Lihat saja wajah dan cara mereka berdiri itu, menantang banget kan?” ucap Arshinta.


Satmaka mengangguk kan kepala nya.


“Kau dan Rakha diam saja di dalam, biar aku yang membereskan mereka.” Suruh Satmaka.


“Apa kau bisa mengatasi mereka? Aku rasa mereka pasti ada teman nya lagi.” tebak Arshinta lagi.


Satmaka melihat mobil yang ada di belakang nya.


“Mobil yang di belakang juga sudah berhenti, dan ada dua orang juga yang turun dari mobil itu.

__ADS_1


“Apa kau takut?” secara serentak Arshinta dan Satmaka bertanya.


“Aku tentu saja tidak takut. Kau saja yang di dalam bersama Rakha.” Arshinta menolak diam di dalam mobil.


Empat pria yang bergabung dengan dua orang dari mobil belakang mendekati mobil Satmaka.


“Rakha, kamu diam di dalam mobil ya nak, kamu tidak usah takut.” Satmaka menyuruh Rakha untuk diam di dalam mobil.


“Iya papa, Akha diam di dalam mobil saja, tapi kak Shinta dan papa harus menang ya..” tawa kecil anak itu.


“Tentu dong, mana pernah kakak mu yang cantik ini kalah. Pasti menang lah..” ucap Arshinta dengan bangga.


Akhir nya, Satmaka dan Arshinta keluar bersamaan, Rakha di dalam mobil, dan pintu mobil hanya tertutup rapat.


“Siapa kalian? Dan apa mau kalian?” tanya Satmaka.


“Siapa kami itu bukan urusan mu, tapi mau kami adalah ingin membunuh kalian…Hahahahhahaha…” tawa salah satu dari mereka.


“Dasar pengecut!” teriak Arshinta.


Dua di depan dan dua di belakang, mereka bersamaan menyerang Satmaka dan Arshinta, mereka berdua juga selalu melihat agar tidak ada dari penjahat itu masuk kedalam mobil.


“Kau dua, aku dua… bagaimana? Apa kau sanggup?” tanya Satmaka.


menghajar dua yang di belakang nya.


Terjadi perkelahian di dua kelompok, dengan sigap Arshinta berhasil mengelak pukulan dan tendangan dari lawan nya, begitu juga dengan


Satmaka. Rambut panjang gadis itu di biarkan terurai dan bermain dengan angin. Rakha, hanya menyaksikan di dalam mobil.


Tap…


Satmaka dan Arshinta berdiri dengan menyandarkan bahu mereka secara terbalik, kedua tangan mereka dalam keadaan bersiap, dengan di kepalkan.


“Apa kau lelah?” tanya Satmaka.


“Hah..? lelah? Apa kau bercanda? Ini masih kurang..” ucap Arshinta yang maju lebih dulu lagi.


Padahal empat pria itu sudah mulai kewalahan.


Saat mereka bertarung dengan keempat pria itu, ada seorang yang keluar dari mobil yang berada di belakang ingin mendekati mobil Satmaka.


“Kakak…..” teriak Rakha saat hendak di tarik untuk keluar dari dalam mobil.


Arshinta dengan cepat melihat asal suara.

__ADS_1


Dor….Dor…


Dua peluru telah di keluarkan, dan tepat mengenai kaki dan bahu orang itu.


Rakha segera menutup pintu yang tadi di buka pria itu, Satmaka melihat takjub dan kagum pada wanita itu.


“Bagaimana? Aku hebat kan?” tanya Arshinta dengan bangga.


Satmaka mengangkat kedua jempol tangan sambil tersenyum pada nya.


Ternyata sebelum Arshinta dan Satmaka turun dari mobil, tanpa sepengetahuan Satmaka, Arshinta menyimpan pistol nya di dalam laci mobil milik nya, pistol itu di dalam sarung kecil. Dan tanpa sepengetahuan Satmaka juga, dengan cepat Arshinta membawa pistol itu bersama nya di selip di pinggul nya.


Perkelahian masih berlanjut, Satmaka yang memang juga sudah pernah belajar bela diri, tidak kesulitan memukul mereka. Arshinta berlari ingin mendekati pria yang habis di tembaki, Satmaka sempat melihat sekilas lalu


fokus pada lawan nya.


Tok…Tok..Tok…


Arshinta mengetuk kaca jendela, tempat di mana Rakha duduk, anak itu menurunkan kaca jendela.


“Akha, ada tali tidak di dalam?” tanya nya sambil menahan kedua tangan di belakang punggung pria itu.


Rakha segera mencari.


“Tidak ada kak. Pakai kabel caygeyl Hp saja bisa tidak?” tanya Rakha menunjuk charger yang sudah ada di tangan nya.


“Boleh… berikan pada kakak.” Pinta Arshinta.


Rakha segera memberikan charger pada Arshinta, untung saja kabel nya panjang, Arshinta bisa menggunakan nya sebagai tali. Dia mengikat pria yang tidak berdaya itu dengan kuat, pria itu belum mati, dia menahan rasa kesakitan akibat dua tembakan.


********


Setelah beberapa jam mereka bertarung melawan empat pria yang menyerangnya tiba-tiba, Arshinta dan Satmaka menang, dan lawan nya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


“Seperti nya kita tidak bisa melanjutkan acara kita.” Ucap Satmaka.


Satmaka dan Arshinta berdiri bersandar di depan mobil nya.


“Kakak… papa…” Rakha keluar dari mobil, berlari memeluk kaki Satmaka, papa nya segera menggendong.


**********


“Apa? Ada yang menyerang kalian? Siapa? Dan bagaimana…..


Arshinta menjauhkan ponsel nya, mendengar suara kakak nya Abraham yang bertanya dengan suara yang keras karena panik.

__ADS_1


__ADS_2