KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 224


__ADS_3

Author : Adegan masih extrim ya, silahkan di skip, tapi jangan lupa meninggalkan Like nya.


Tidak puas sampai disitu, Bossa menghisap darah dari batang leher tempat memisahkan kepala itu, dihisap seperti Dracula yang haus darah. Suara desahan kenikmatannya sangat terdengar jelas. Beberapa yang tidak bisa bergerak itu seperti anak ayam yang akan dijadikan hidangan berikutnya. Mereka rasanya ingin berlari, tapi tidak bisa, hanya menangis dan meraung-raung saja.


Dan anak buah yang ada di bawah, menahan mual karena tidak sanggup melihat itu.


“Untung saja kita tidak naik keatas bersama mereka.”


“Benar. Kalau tidak, kita pasti akan seperti mereka.” Bisik mereka yang merasa masih beruntung.


Beberapa saat Bossa meminum darah itu, dan…


Bragh..


Tubuh yang sudah tidak bernyawa itu di lempar, karena sudah merasa puas. Dia berdiri, membuat yang lainnya semakin ketakutan.


Senyumannya berubah menjadi lebih kejam, tajam dan membunuh.


“Hhhaaahh… hhemm…Hhah…” ada rasa sedikit kepuasan yang dirasakan, bahkan mengusap darah yang diwajah dan menjilatnya lagi.


“Apa kalian masih ingin ‘lepas’ dariku?” tanyanya berjalan mendekati mereka dengan belati di tangan.


“Ti…tidak…tidak tuan.” Jawab mereka dengan gemetar.

__ADS_1


“Apa? Aku tidak dengar suara kalian.”


“Tidak tuan, kami tidak ingin pergi, kami akan terus bekerja pada anda.” Jawab mereka dengan suara keras, tapi masih ketakutan.


Tap…


Tangannya menyentuh wajah salah satu anak buahnya, yang sebelumnya sudah ingin mengundurkan diri.


Tangan yang masih berlumuran darah, membuat wajah nya terkena darah dari rekan kerjanya. Dia sangat ketakutan.


“Kau yakin? Aku kan sudah mengatakan kalau aku tidak akan memaksa dan menahanmu.” Ucapnya dengan


suara pelan dan lembut dan tersenyum.


“Hahahaha… baguslah, kalian tahu kan kalau aku sangat menyayangi kalian.” tawanya dengan suara keras.


“Masukkan bangkai ini kedalam kandang harimau, mereka sudah sangat lapar.” Perintahnya pada anak buah


yang berdiri tidak jauh darinya.


Dengan cepat, tiga orang sudah mengangkat mayat itu, sambil menahan rasa jijik di hadapan Bossa.


“Kau! Bersihkan belatiku ini, kalau masih ada darah menempel di sisinya, dia akan terus ‘kehausan’.” Suruhnya lagi pada anak buahnya yang lain.

__ADS_1


Dengan cepat juga salah satu mengambil dan menerima belati, membersihkan dengan pelan, karena mereka berpikir kalau belati itu memiliki ‘nyawa’ yang terus meminta makan.


Bossa kembali lagi pada tujuannya mengumpulkan semua anak buahnya. Dan yang ada di altar di suruh


turun, bergabung dengan yang lainnya.


“Kalian semua sudah terikat denganku, kalau kalian ingin pergi, silahkan! tapi tidak akan ada yang pergi begitu saja.”


Semuanya diam, tidak berani bertanya dan protes lagi.


“Sekarang, tugas kalian adalah hancurkan dan bunuh semua yang berhubungan dengan Lucifer kepa**t itu! semua! Jangan tinggalkan siapapun hidup.”


“Sebar semua anak buah untuk membunuh mereka, lemparkan bom, panah dan peluru kalian!”


“Kalian tidak usah takut dengan aparat kepolisian, karena mereka tidak akan ikut campur dan bergerak menghalangi kita, dan siapapun yang berhasil membunuh satu saja diantara mereka, maka aku akan memberikan kalian hadiah yang besar. Kalian dengar?!” tanya nya keras.


“Me..mengerti tuan!” jawab mereka serentak.


“Dogga, bawa mereka ke gudang senjata, suruh mereka membawanya untuk menyerang.” Suruhnya pada salah satu anak buahnya.


“Baik tuan,” Dogga mengajak mereka ke gudang, tempat persenjataan mereka.


Setelah semuanya sudah pergi, tinggallah Bossa yang masih berdiri di altar. Wajahnya sudah tidak sabar untuk memulai pertempuran.

__ADS_1


__ADS_2