KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 178


__ADS_3

“Tuan, tolong beri kami kesempatan untuk hidup, kami hanya di paksa untuk menyerang anda. Anak dan isteri saya berada di tangan Bossa.” Mohon mereka dengan wajah memelas.


Memang beberapa dari anak buah Bossa ikut bergabung bekerja sama dengan nya karena keterpaksaan, bisa karena hutang, atau menyandera anggota keluarga nya.


“Tuan, tidak usah dengarkan mereka, sebaik nya kita hab-


Lucifer mengangkat tangan, agar Hendra tidak melanjutkan kalimat nya, karena Eva juga turun melihat keadaan. Hendra dan Aris melihat kedatangan isteri tuan nya yang sudah mendekat.


“Apa mereka anak buah Bossa Pa?” tanya Eva melihat lawan suami nya yang tidak berdaya.


“Iya.” Jawab singkat Lucifer.


“Lalu apa yang akan papa lakukan pada mereka?” Eva melihat suami nya dengan serius, menunggu jawaban.


“Entah lah, menurutmu, apa yang harus kita lakukan?” Lucifer bertanya balik pada isteri  nya.


“Berikan saja pada Abraham, biar dia yang mengurus.” Jawab isteri nya.


“Sudah kuduga.” Batin Lucifer.


“Baiklah, kalian berdua, beritahu Abraham, dan tunggu sampai dia datang, bakar mobil mereka, supaya Bossa semakin marah.” Perintah nya pada Aris dan Hendra.


“Baik tuan, lalu bagaimana dengan anda?” tanya Hendra.

__ADS_1


“Biar aku yang membawa mobil, ingat! Jangan melakukan atau menyiksa mereka lagi, kendalikan tangan dan kaki kalian, mengerti?”


“Iya tuan, tenang saja.” Jawab Hendra lagi, sedangkan Aris hanya diam mengangguk.


“Ayo ma, kita pulang saja, biar Aris dan Hendra yang mengurus sisa nya.” Lucifer menggandeng tangan isteri nya untuk masuk kembali kedalam mobil.


Lucifer langsung duduk di kursi kemudi, Eva ingin duduk di belakang, baru saja membuka pintu nya…


“Mama jangan duduk di belakang, duduk di depan saja, di samping papa.” Pinta Lucifer menunjuk sisi samping nya.


“Nanti tidak ada yang menemani Audrey.”


“Mama lebih milih wanita jahat itu daripada papa? Biarkan saja dia di sana, masih untung kan ada yang menolong nya.” Balas Lucifer tidak mau mengalah.


“Gitu dong, kita jangan saling berjauhan, aku tidak bisa bernapas kalau jauh dari mu.” Goda nya tersenyum.


“Idih…. Ada apa dengan papa ini.” Balas Eva yang senang mendengar kata lebay dari suami nya. Yang penting suami nya tidak marah atau kesal lagi karena mengingat kejadian sebelum nya.


*****************


“Hallo? Ada apa Bram?” Bellova menerima panggilan telepon dari Abraham.


“Hallo Lov, kamu lagi ada di mana?” tanya Abraham setelah mendegar suara Bellova yang menerima panggilan nya.

__ADS_1


“Aku sedang ada di rumah, masak untuk mengantar makan siang mu. Kenapa? apa ada menu atau makanan yang-


“Love!”


“Iya?”


“Kamu tidak usah datang kesini lagi.”


Tak…


Mendengar itu, hati Bellova merasa sakit, wajah nya terlihat sedih.


“Ke…kenapa?” tanya nya dengan suara bergetar.


“Mm.. tidak apa-apa sih, kamu sebaik nya di rumah saja, ini juga untuk keselamatan kamu. Kamu tahu kan sekarang lagi banyak kasus penculikan.” Jawab Abraham yang memang masuk akal.


Bellova diam, tidak ada jawaban.


“Love? Apa kamu masih mendengarku?” panggil nya karena merasa tidak ada suara.


“I..iya, aku mendengar nya. Kalau…kalau begitu, aku tidak…kesana.” Jawab Bellova berusaha menutup kesedihan dan rasa penasaran, alasan sebenar nya dari Abraham.


“Ya sudah kalau begitu, kamu di rumah saja, nanti kalau ada masalah atau ada yang kau butuhkan, kamu bisa menghubungiku.” Ucap Abraham sebelum mengakhiri obrolan nya.

__ADS_1


“Iya.” Hanya itu jawaban yang bisa di ucapkan Bellova.


__ADS_2