KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 139


__ADS_3

Hari berikut nya, semua melakukan akitifitas nya masing-masing. Semua menganggap berjalan normal dan tenang, kecuali Adam dan Eva, tapi mereka tidak bisa memberitahukan kekhawatiran pada anak-anak nya.


Di kediaman Abraham, Bellova sudah mempersiapkan sarapan untuk suami nya yang akan berangkat bekerja.


“Kamu keberatan tidak mengantarkan makan siangku ke kantor?” Tanya Abraham pada Bellova yang sudah duduk di kursi meja makan.


“Tidak. Apa kamu mau aku mengantar nya?” Bellova melihat Abraham.


“Iya, kalau kamu mau, tolong ya. Aku lebih menyukai masakan mu di bandingkan yang lain.” Jawab Abraham.


Bellova menganggukkan kepala sembari tersenyum.


Mereka berdua sarapan bersama, sesekali Abraham mengecek ponsel nya. Bellova tidak ingin Abraham terganggu saat makan, dia ingin agar suami nya fokus pada makanan nya.


“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi aku. Oh ya, ini kartu ATM, kau gunakan saja untuk keperluan yang kau butuhkan.” Abraham memberikan kartu ATM pada Bellova.


Bellova menerima walau masih ragu. Wajah nya yang ingin bertanya sudah di ketahui Abraham.

__ADS_1


“Jangan di tanya atau menolak nya. Aku tidak ada waktu untuk berdebat sekarang. Pin nya adalah bulan dan tahun pernikahan kita. Kau masih ingat kan?” Abraham memberitahukan.


Bellova menganggukkan kepala nya.


Di lihat jam yang ada di tangan, dia segera keluar dari rumah.


“Aku pergi, kamu hati-hati di rumah, jangan keluar kalau tidak ada keperluan mendadak. Sampai jumpa.” Ucap Abraham yang sudah terburu-buru tanpa menunggu jawaban dari isteri yang masih menatap nya dari belakang.


“Hati-hati di jalan.” Ucap Bellova dengan suara pelan.


Felix dan beberapa anak buah nya sudah menculik Audrey. Mereka membawa wanita itu dengan mobil dalam keadaan terikat tangan dan kaki, mulut nya juga sudah di tutup. Wanita itu hanya memberontak dengan menggerakkan tubuh nya.


“Jangan berisik nenek! Kau tahukan kenapa kami melakukan ini? Bossa yang menyuruh kami untuk membunuh mu, karena kau di anggap sebagai mata-mata dari Lucifer.


“Mmmm…mmmm..” gumaman suara yang keluar dari mulut Audrey.


Felix yang duduk di kursi depan di samping kemudi sesekali melirik Audrey yang duduk di belakang nya.

__ADS_1


“Kasihan sekali kau, di usiamu yang sudah tua ini, kau harus hidup seperti ini, dan bahkan kau akan mati tanpa sempat bertobat, hahahahha.” Ucap Felix merendahkan.


“Aku dengar kau juga dulu anak dari kelompok MaLee ya? kenapa si Lucifer itu tidka membunuh mu? Apa kau kabur?”


“Yah, aku mengerti kenapa kau di buang, karena kau tidak berguna.” Ucap Felix yang menertawai nya.


Audrey hanya diam dengan air mata yang mengalir.


“Apa yang akan kita lakukan pada nya bos?” Tanya rekan nya yang sedang mengemudi.


“Kita akan memotong-motong tubuh nya dalam keadaan hidup-hidup, lalu kita bakar dan buang abu nya di sungai itu. Seperti biasa yang kita lakukan pada musuh.” Jawab Felix sambil melirik Audrey yang sudah gemetaran karena ketakutan.


Mereka memasuki area yang sepi, jarang ada penduduk yang lewat, dan berada di tepi sungai. Ada sebuah bangunan kecil, seperti tempat untuk membuang sampah atau mengumpulkan nya. Biasa nya di situlah mereka


melakukan aksi nya. Karena mereka sudah sangat ahli dan professional, mereka tidak gugup melakukan nya.


“Ah… akhir nya kita sudah sampai. Ayo nenek peot, kita harus cepat menyelesaikan misi ini.” Felix turun dari mobil untuk menarik Audrey.

__ADS_1


__ADS_2