
Karena keadaan Audrey sudah membaik, dan Audrey nya juga sudah mulai bosan, ingin segera keluar, Aditya juga mengijinkan, itupun setelah memberitahukan nya pada Lucifer.
“Ibu Audrey mau kemana setelah keluar dari sini?” tanya Aditya yang baru menyelesaikan pemeriksaan terakhir pada Audrey.
“Saya mau pulang ke rumah saja pak dokter.”
“Tapi apa anda tidak khawatir kalau mereka akan datang lagi? sebaik nya anda pindah dan cari tempat lain saja, demi keamanan anda ibu Audrey.” Saran Aditya.
“Memang benar sih, tapi aku harus kemana mencari dengan keadaan mendesak begini?” gumam nya dalam hati.
“Apa anda tidak ingin meminta bantuan dari paman Lucifer?”
Audrey terkejut dengan tawaran Aditya.
“Dokter kenal dengan nya?”
“Tentu, bahkan sebentar lagi dia akan menjadi mertua saya.” Jawab Adit, menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
“Sebenar nya beliau juga yang menyuruh anak buah nya untuk menjaga anda beberapa hari ini. Anda juga pasti sudah tahu kan, kalau beberapa kali juga anak buah Shadow datang kesini untuk membawa anda?”
__ADS_1
Audrey menganggukkan kepala nya karena memang benar.
“Baiklah bu, saya keluar dulu, karena harus mengurus pasien yang lain. Anda harus hati-hati dan waspada. Kalau bisa, temui dan minta tolong sama pada paman Lucifer, saya yakin dia akan membantu mu.” Aditya berdiri, bersiap ingin pergi.
Audrey masih diam, memikirkan saran dari Aditya. Wanita tua yang malang itu juga sebenar nya takut untuk bertemu dengan Lucifer lagi.
**********
“Bos, dia sudah keluar dari rumah sakit.” Mata-mata Bossa memberi laporan.
“Langsung bunuh saja dia!” balas Bossa.
Tanpa sepengetahuan Audrey, seseorang sudah mengikuti nya, nyawanya dalama bahaya.
Tidak ada yang menjemput atau mengantar Audrey pulang. Dia menunggu taksi online untuk mengantar nya.
“Maafkan aku wanita tua, aku harus membunuh mu. Makanya kau jangan membuat bos kita marah.” Pria itu sudah menyiapkan senjata nya, yang mengarah ke Audrey dari jarak yang tidak jauh dari nya.
Dor…dor…
__ADS_1
Dua peluru akhir nya mengenai tubuh Audrey di bagian dada dan kaki. Semua yang mendengar suara itu terkejut, ada yang berlari menghindar ada juga yang penasaran dan ingin melihat keadaan yang sebenar nya.
“Ada suara tembakan, seperti nya itu dari tempat ibu itu.” Adit yang mendengar segera berlari mencari Audrey yang dia tidak tahu ada di mana.
Audrey memang pergi tanpa pengawasan satupun, itu karena wanita itu tidak ingin ada yang mengikuti nya. Lucifer juga sudah menarik anak buah nya untuk kembali.
Anak buah Bossa sudah memastikan kalau wanita itu sudah mati, saat dia ingin melihat langsung, keadaan sudah menjadi ramai, dan dia pun pergi agar tidak tertangkap.
Aditya bersama seorang suster dan satu satpam, segera berlari ke tempat asal suara yang lansgung bisa di ketahui karena ada banyak orang yang berkerumun.
“Pak dokter, ada orang yang di tembak.”
“Permisi…permisi ya, tolong beri jalan.” Aditya melihat tubuh wanita yang di kenal nya tidak sadarkan diri.
Segera di gendong, karena tidak membawa alat pandu untuk pasien. Dengan langkah cepat membawa nya kembali ke dalam rumah sakit.
Suster dan satpam membuka jalan agar tidak ada yang menghalangi dan mempercepat tujuan nya.
“Siapa yang di gendong Adit ya? seperti nya wanita?” Ina yang baru saja tiba di rumah sakit melihat calon suami nya sedang terburu-buru masuk ke rumah sakit sambil menggendong wanita yang tidak di ketahui.
__ADS_1