
Tiga Tahun Yang Lalu......
Langkah kakinya yang ringan bergerak mengikuti setiap nada yang mengalun dengan gerakan tubuh yang bisa memanjakan mata penonton yang menatapnya. Seolah tariannya adalah sihir bagi mereka untuk diam dan menikmati.
Gadis itu, semakin mempercepat langkahnya saat nada dengan tempo cepat mengalun. Menandakan tariannya sudah akan berakhir, ia membungkukan badan untuk hormat lalu undur diri pergi ke tempat kedua temannya yang duduk menonton tak jauh dari tempatnya.
Sorakan dan tepukan penonton memenuhi lapangan indoor sekolahannya, menandakan bahwa ia telah sukses memukau mata penonton dengan baletnya.
" Emang, mantul lo. " Puji Rian, salah satu sahabat dan sepupunya.
Sea, gadis itu langsung tergelak tawa tatkala Rian mulai menari berputar mencoba meniru gerakannya tadi.
" Yan, dilihatin banyak orang, nyet. Jangan bikin malu, deh. " Sentak Galaksi yang juga sahabatnya.
Rian hanya membalas dengan menjulurkan lidahnya mengejek.
" Nih, pakai. " Suruh Galaksi dengan menyerahkan Jaket miliknya.
" Jangan kemana-mana, tungguin gue, oke? " Tukas Galaksi seolah memperingati putrinya.
Sea mengangguk sambil memakai jaket pemberian Galaksi, " Iya, bawel. "
" Bawel. " Ejek Rian yang mendapat pelototan tajam Galaksi.
Sedangkan tak jauh dari tempat Sea berada, seorang pria menyunggikan senyum kemenangannya tatkala menatap Gadis yang baru saja menyelesaikan Baletnya sebagai pembukaan pertandingan final Basket antar SMA.
" Cantik kan? Bidadari-nya CHS noh, susah banget didapetinnya. Kalau lo mau, harus hadapin anak cowok se Sekolah. " Ujar pria dengan rambut gondrong dan memakai baju basket.
Samudra, pria itu menoleh ke temannya, Revan. " Termasuk lo? " tanyanya dengan wajah horornya, ia tahu kalau Revan sudah punya pacar dari sekolah lain bahkan ia juga mengenalnya.
Revan meringis ditatap seperti itu, " Gue-- cuma suka aja kok. Hehehe-- jangan kasih tau Linda ya? " Pintanya.
Samudra menggeleng tak mengerti dengan ke playboy-annya Revan, padahal sudah punya pacar yang cantik dan sabar banget. Emang kurang bersyukur, ya gitu.
" Mau gue bantuin biar dekat sama Sea, gak? " Tawar Revan bermaksud menyogok Samudra agar tidak ember ke kekasihnya.
" Gak, selera gue tinggi. " Tolaknya ketus, lalu ia pergi karena bertepatan pelatih basket mereka memanggil untuk berkumpul sebentar.
" Halah--, selera tinggi, selera tinggi. Entar kepincut ngemis-ngemis minta dicomblangin. " Cibir Revan diakhiri kekehannya. Ia berlari ikut menyusul Samudra.
" Selamat datang di pertandingan final basket antar sekolah SMA se Jaksel. " Tepuk tangan dan sorakan riuh memenuhi lapangan Indoor.
" Terimakasih untuk Adek Arsea dari SMA Cendikia High School karena sudah membuka acara dengan Balet-nya yang memukau, setuju gak teman-teman? "
" Setujuu-- " Jawab mereka kompak.
Sedangkan Sea, ia hanya mengangguk dan tersenyum merekah.
" Baiklah, pertandingan akan kita mulai. Kita sambut ke-dua tim yang berhasil maju ke Final, Tim SMA Bahari dan Tim SMA CHS. " Sambut MC, membuat sorakan dari kedua pendukung kembali memenuhi Lapangan Indoor.
" Yan? " Panggil Sea yang hanya dibalas Rian deheman karena terlalu fokus dengan pertandingan kedua tim yang baru saja dimulai.
" Gue laper, kantin yuk? " Ajak Sea hanya alibi, sebenarnya ia sangat bosan dengan pertandingannya karena memang ia tidak menyukai olahraga.
Rian menoleh lalu berdecak, " Perasaan sebelum kesini udah habis nasi uduk dua piring, deh. Perut lo terbuat dari karet atau apa, sih! " Sewot Rian.
Sea mendengus, " Kan lo tau gue tadi gugup, jadi harus ngisi banyak tenaga. "
" Alasan, bilang aja bosen nonton pertandingannya. " Cibir Rian membuat Sea terkekeh.
" Ya, ketahuan. "
Rian sekali lagi mendengus, " Yaudah, gue chat Galaksi dulu biar gak dicariin. " Ia bergidik ngeri jika kena amukan Galaksi karena tidak menemukan Sea. Ia tidak mau ambil resiko.
__ADS_1
Sea melepas sepatu baletnya dan berganti dengan sandalnya. " Sekalian ikut gue ganti baju, ya? " Pintanya.
" Iya, ayok. " Ajaknya sambil menggandeng lengan Sea.
Sepupunya ini harus dijaga dengan ketat, takut-takut ada buaya darat yang berani mendekat untuk ngalus.
🐣
" See you, anak bapak Nopal! " Seru Sea sambil melambaikan tangannya ke arah Rian yang turun dari mobil. Btw, Nopal atau Noval adalah nama bokapnya Rian.
" Sialan emang, anakanya Bapak Putra. " Sungut Rian ikut membalas menyebutkan nama bokap Sea.
Sea langsung mendengus sebal, tak lama mobil yang dikendarai Galaksi kembali jalan.
" Lak, besok si Yanto gak usah ikut diteraktir soalnya dia udah nakal sama Se. " Sungut Sea yang masih kesal dengan Rian, padahal dia duluan yang memanggil bokapnya Rian.
Tim basket sekolah mereka menang, maka dari itu Galaksi ingin meneraktir kedua temannya. Tapi tanpa dia menang pun, sudah sering meneraktir Sea dan Rian.
Galaksi terkekeh sedikit melihat muka kesal Sea, " Iya-- " Jawabnya sekenannya.
Tak lama mobil berhenti tepat di rumah mewah milik keluarga Sea.
Ia berbalik menatap Sea yang bersiap turun, tangannya beralih mengelus puncak kepala Sea.
" Jangan lupa makan, trus istirahat. Lo udah kerja keras untuk hari ini. "
" Ck! Iya, bapak Galaksi. Yaudah gue turun dulu, ya. " Pamitnya lalu turun dari Mobil.
Baru setelah Sea sudah masuk ke dalam Rumahnya, Galaksi menjalankan mobilnya menuju Rumahnya yang hanya berjarak dua Rumah dari Rumah Sea.
Sea memilih membersihkan badannya, lalu menunaikan sholat dan setelah itu bermain ponsel sambil menunggu Bunda dan Ayahnya pulang ke Rumah. Memang jika sedang tidak ada latihan balet, ia bisa seharian di kamar.
Memang benar ya, kalau udah main ponsel bisa lupa waktu. Bahkan ia tidak sadar sudah azan maghrib aja, ia bergegas menunaikan sholat maghrib lalu turun ke bawah daripada diomelin Bundanya karena di kamar mulu.
Seperti itu-lah ceramahan Bundanya. Jadi, sebelum Bundanya sendiri yang menyusul ke kamarnya, sebagai antipasi lebih baik ia turun lebih dahulu.
" Baru aja Bunda mau nyusulin ke kamar. " Sarkas Bundanya.
" Arse baru sholat maghrib, Bunda. " Jawab Sea sambil mendudukan tubuhnya di kursi sebelah Abangnya, Sean.
" Gimana penampilan kamu? " Tanya Ayahnya berusaha menengahi.
Sea langsung tersenyum merekah, " Bagus dong, Arse. " Seru Sea dengan membusungkan dadanya bangga.
Alfaro mengacungkan dua jempol untuk putrinya, " Mantap. "
Jika di keluarga lain kalau sedang makan harus diam, di keluarga kita membicarakan tentang aktivitas masing-masing adalah sebuah tradisi agar lebih dekat.
Atasya menghembuskan nafasnya panjang.
" Arse, kalau nilai kamu masih jelek aja, Bunda gak segan-segan nyuruh kamu berhenti dari balet. " Tukasnya.
Sea langsung mengerucutkan bibirnya sebal, bundanya memang tidak asik. Padahal ia sudah mengikuti Academy balet sejak umur 4 tahun dan itu bukanlah waktu yang sebentar. Berawal dari kesukaannya menonton film Barbie yang kebetulan sedang menampilkan tarian balet, akhirnya ia meminta Bundanya untuk les balet.
" Bunda-ku yang cantik, semua itu tidak harus baik dalam pelajaran. Kalau Arse menonjolnya di Balet, didukung lah. " Bela Sea, diam-diam Ayahnya memberikan jempol mendukung.
" Bunda tau Arse, tapi perempuan itu juga harus pintar karena dia adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Kamu juga Sean, kalau ngajarin adeknya itu yang tegas! "
Sea langsung terkikik saat Abangnya yang sedang makan dengan tenang ikut diomelin Bundanya.
" Gak kuat Sean kalau ngajarin Arse lagi. Bisa kena serangan jantung Sean, lama-lama. " Keluh Sean membuat Bundanya melotot menatap Putrinya yang tersenyum kemenangan.
Ia sudah tidak tau lagi harus menghadapi Putrinya sendiri, Sea ternyata lebih sulit dibandingkan dirinya muda dulu.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa memaksanya. Jika memang ia mau, ia pasti akan belajar kok. Gak perlu dipaksa-paksa.
" Tapi Sean udah nemuin orang yang bisa ngajarin Arse. " Ia tersenyum meremehkan Arse yang menatap horor dirinya.
🐣
Jika disuruh milih baca buku pelajaran atau baca novel romance, dengan lugas Sea akan menjawab novel romance. Seperti contohnya sekarang, ia sangat fokus membaca bab kesukaannya, di mana si pemeran pria akan mencium wanitanya.
Dikit lagi!
Brakk.
" Aduhh-- " Seru Sea mengadu karena pantatnya yang tanpa aba-aba mendarat mulus di permukaan lantai.
Mukanya langsung berubah menjadi ketakutan saat mendengar gelak tawa para siswa yang menonton jatuhnya seorang Arsea, momen langkah dan mereka harus mengabadikannya.
Dadanya menjadi sesak dan tubuhnya bergetar karena ketakutan, kilas balik di mana ia dibully membuatnya kembali ketakutan. Ia butuh bantuan untuk berdiri.
Matanya menatap pria yang tak jauh darinya, hanya dia yang tidak menatapnya seperti yang lain. Sea menatap pria itu meminta tolong, tapi Ia harus menelan kekecewaannya saat pria itu berbalik meninggalkannya.
Selalu sama.
" Sea? " Seru Galaksi terkejut, tapi ia dengan cepat menggendong Sea meninggalkan tempat itu.
Galaksi mengeraskan rahangnya saat mendengar isakan tangis Sea, langkahnya semakin cepat menuju ruang UKS.
" Tolong beliin teh hangat dong, nanti gue yang bayar. " Pinta Galaksi kepada pengurus UKS.
Salah satu dari mereka mengangguk lalu pergi untuk membeli teh hangat, sedangkan Galaksi ia menidurkan Sea ke tempat tidur dan menenangkannya.
" Suttt-- semuanya akan baik-baik saja, Stop crying. "
Sea sudah mulai bisa tenang, isakan-nya sudah sedikit mereda. Sea membawa satu tangan Galaksi yang bebas ke dalam pelukannya, lalu tertidur.
" Kak, ini teh-nya. " Ujar salah satu siswa yang baru datang dengan segelas teh ditangannya.
Galaksi menunjuk nakas sebelah tempat tidur dengan kepalanya.
" Taruh saja disana. "
Dengan tangannya yang bebas ia mengelus kepala Sea, ini kedua kalianya Trauma Sea kambuh.
Sea memiliki trauma takut menjadi pusat tontonan dan tertawaan karena dulu ia pernah menjadi korban bullying dengan ditonton banyak orang yang ikut menertawai penampilannya, mereka tanpa niat menolong Sea yang saat itu sedang dibully kakak kelas malah menertawainya. Mangkanya ia menjadi takut dan selalu berfikir mereka semua sedang mengejek dan mencemoohnya, meskipun kemungkinan tidak demikian.
" Gimana keadaannya? " Tanya Rian yang baru saja datang.
" Sutt-- dia udah tidur. " Ujar Galaksi dengan suara yang dipelankan agar tidak membangunkan tidur Sea.
Rian mengangguk paham, " Gila, tadi banyak banget pasangan yang berantem. Sampai Bu Dinar turun tangan nyuruh mereka masuk ke kelas. " Aduh Rian sambil menggelng takjub.
Ia tadi langsung datang kesini saat mendapat vidio rekaman Atasya yang jatuh dan ia yakin alasan semua pasangan di sekolahnya berantem karena pacar mereka mengunggah vidio Sea yang jatuh ke sosial media mereka.
" Model beginian aja, banyak banget penggemarnya. " Sungut Rian yang langsung mendapat tendangan di tulang keringnya dari Galaksi.
" Begini-begini temen lo, oncom! "
Rian langsung mendengus sebal, " Oh iya, tadi si Anya nelfon gue karena ponsel lo gak aktif, Nanyain lo kemana. " Ujar Rian.
Galaksi mengangguk, " Nanti gue kabarin dia. "
......©©©©©©©©©©......
...Thank's For Reading😊...
__ADS_1
...Minta Like sama komen-nya, biar bida diperbaikin jika ada kesalahan....