
Tetangga yang ngotot menyalahkan Apib sangat geram dan kesal, karena perlakuan Abraham yang lembut dan tenang saat bertanya pada nenek dan cucu nya.
“Pak Polisi, kenapa tanya nya pelan banget sih? Kan dia udah salah…
“Tolong diam! Nanti giliran anda yang akan saya interogasi, jadi sabar saja.” Teriak Abraham yang tidak suka cara bicara tetangga yang tertuduh sebagai tersangka.
Tetanga itu diam, wajah nya sangat tidak terima di marahi Abraham, dia menatap rekan-rekan sesama tetangga nya, sambil menyebarkan
kebencian untuk Abraham.
“Apib, kamu pilih mana? Berbicara jujur atau berbohong. Kalau kamu berbicara jujur, kamu akan di pukul, tapi kalau kamu berkata bohong,
kamu akan masuk penjara.” Tanya Abraham.
Semua yang mendengar pertanyaan Abraham merasa heran. Apa tidak salah pertanyaan itu? tapi tidak ada yang berani bertanya.
“Apib… pilih..jujur, karena…kata..nenek.. kita…ha…harus…bi…bi..cara…ju..jur..” jawab Apib terbata-bata menggerak-gerak kan kepala nya.
“Kamu di pukuli, kenapa?” tanya Abraham lagi.
“karena….Apib…Apib…ju…jujur…apib…apib…tidak….
“Elah… tidak usah berbohong! Kau itu penipu dan mesum. Pak Polisi, jangan percaya pada nya, luar nya saja yang polos dan bodoh, tapi dia punya niat jahat dengan tetangga, apalagi sama tetangga yang punya anak gadis, sering di intipin mandi. Si gob**k itu juga suka mencuri, jadi…
“DIAM!! Aku sedang bicara dengan nya. Apa mau saya masuk kan anda ke dalam sel?” teriak Abrham menggebrak meja, Apib dan nenek nya ketakutan, bahkan Apib sampai menangis.
“Sekarang kalian pulang, nanti aku akan memanggil kalian untuk di mintai keterangan.” Suruh Abraham.
“Tapi pak…
“Kalau kau tidak mau kerja sama, aku bisa pastikan kau yang akan menjadi tersangka dalam kasus ini.” Ancam Abraham.
Mau tidak mau, akhir nya dia dan rekan-rekan nya sudah pulang, tinggal lah si korban beserta orang tua dan Apib juga bersama nenek nya.
Abraham duduk lagi, melanjutkan pertanyaan selanjutnya.
“Apib kenal tidak dengan perempuan ini?” tanya Abraham, menunjuk Ranti yang tidak jauh duduk di samping nya.
Pria itu mengangguk kan kepala nya.
“Siapa dia?” tanya nya lagi.
“Dia….dia… pacar… nya bang…Abay.” Jawab Apib.
“Siapa Abay?” pertanyaan selanjut nya.
__ADS_1
“Abang yang tadi.. yang… yang… mukulin…A…Apib…” jawab nya, tangan nya di ulurkan kebelakang.
“Apib suka dengan pacar nya Abay?” tanya lagi.
Apib menggelengkan kepala nya, “Tidak suka.
Kata…ne..nenek…Apib….Apib…ti…tidak boleh…pa…pacaran…” jawab nya terbata-bata.
Abraham melihat wanita yang sudah panik dan ketakutan. Orang tua nya yang berdiri di belakang juga terlihat galak.
“Terus, apa Apib pernah mencuri, atau menipu?” tanya nya lagi.
Apib menggelengkan kepala dengan cepat.
“Kata…ne…nenek…itu..do..dosa… ti tidak..bo..leh..” jawab nya.
Sekarang Abraham beralih melihat Ranti.
Sama seperti sebelum nya dengan Apib, Abraham mempertanyakan nama dan umur wanita itu. Wanita itu mengakui belum menikah dan tidak memiliki pacar, sempat Apib menegaskan, kalau Ranti berbohong, tapi kedua orang tua Ranti membela puteri nya.
“Jadi, nona Ranti, apa kamu mengaku kalau yang memperkosa kamu adalah Apib?” tanya Abraham pada wanita yang menunduk malu.
Untuk beberapa saat wanita itu diam, seperti sedang berpikir.
“Kenapa? Apa kamu suka dengan nya? Dan bagaimana cerita nya kalau Apib memperkosa anda?” tiga pertanyaan langsung di berikan pada Ranti.
Wanita itu mengangkat wajah nya perlahan.
“Saya… saya tentu saja tidak suka dengan nya, saya di jebak Ap…
“Anda di jebak atau anda yang menjebak?” tanya Abraham tegas.
“Saya…
“Pak, kenapa anda malah menyudutkan anak saya yang sebagai korban? Kami datang kesini untuk meminta perlindungan dan keadilan anak saya.” Ayah nya yang protes.
“Saya akan melindungi dan memberi keadilan, bagi yang benar-benar patut di berikan. Saya tidak bisa asal menyalahkan orang atas
kejahatan yang bukan di lakukan nya.” Jawab Abraham.
“Pak, saya bisa sewa pengacara kalau saya mau, saya…
“Oh silahkan pak. Saya justru sangat senang. Asal anda bisa membayar mereka, dan bisa menanggung malu juga. Karena anda, anak, isteri dan yang lain nya akan di panggil untuk di
mintai keterangan, apa mereka mau? Kalau pun mereka mau, pasti mereka juga akan meminta uang, anda pasti tidak keberatan kan karena uang anda yang banyak?” ucap Abraham, ucapan nya menekan keluarga Ranti agar bisa bersikap adil dan tidak terbawa emosi karena rasa benci nya terhadap Apib.
__ADS_1
Suami isteri itu saling melihat, mereka sebenar nya hanya ingin menggertak Abraham karena merasa membela Apib.
“Nona Ranti, kapan terjadi nya kejadian anda di perkosa?” tanya Abraham, kembali melihat dan serius pada Ranti.
“Ta… tadi malam pak…
“Jam berapa?” tanya nya lagi.
“Jam… Jam 7 malam.” Jawab nya melihat kedua orang tua nya dengan gugup.
“Jam 7 malam? Belum terlalu malam banget ya… dan di mana kejadian nya?” Abraham sudah mulai merasa keanehan.
Ranti menelan ludah, takut salah bicara.
“Saya… saya ada di kamar pak, saya sedang bermain ponsel dan, dan Apib datang dari jendela saya, lalu…
“Apa dia mengetuk jendela anda atau langsung membuka paksa?” tanya Abraham menekan.
“Ke…ketuk pak, dia mengetuk sebelum nya. Lalu saya buka.” Jawab nya gugup.
“Anda langsung membuka tanpa bertanya dulu siapa yang mengetuk pintu?” tanya Abraham.
“Saya tidak bertanya lagi karena saya tahu siapa yang…
“Siapa dia?” tanya Abraham dengan cepat, sengaja agar wanita itu bisa spontan berbicara jujur.
“Aba..iiipib pak.” Jawab Ranti gugup.
“Aba…atau Apib?” tanya Abraham, Abraham semakin kuat bertanya, tidak perduli kalau wanita yang ada di depan nya itu sudah keringatan dan tangan nya gemetaran. Terlihat dada nya yang sesak bernapas karena panik.
“Apa maksud anda…..
“Saya sudah bilang agar anda diam kan? Kenapa masih bertanya? Anda mau saya menangkap orang yang tidak bersalah dan membiarkan pelaku yang sebenar nya masih berkeliaran dan kembali mengulangi kesalahan yang sama pada puteri anda?” Abraham bertanya sambil menunjuk ayah dari si korban.
Isteri atau ibu si Ranti berusaha menenangkan suami nya.
“Nona Ranti, saya di sini mau membantu anda untuk memberi keadilan untuk anda, saya akan menolong anda dari musibah yang anda alami
sekarang. Tapi kalau anda tidak bisa atau tidak mau berbicara jujur, bagaimana saya bisa tahu siapa pelaku sebenar nya? Dan sudah di pastikan kalau tersangka yang sebenarnya akan melakukan hal yang sama pada anda, dan siapa lagi yang akan anda tuduh, kalau Apib sudah masuk penjara? Dan kalau ternyata anda
bekerja sama dengan penjahat, anda juga bisa di anggap sebagai penjahat nya dan masuk penjara untuk mendapatkan hukuman. Apa itu yang anda mau?” tanya Abraham.
Ranti menangis tertunduk. Adley mengerti dan mengangguk kan kepala nya.
“Luar biasa..” gumam Adley.
__ADS_1