KETIKA JATUH CINTA

KETIKA JATUH CINTA
episode 193


__ADS_3

Belum sampai di sofa, tubuh nya pun jatuh pingsan.


Baru tiga langkah dari pintu yang belum di kunci kembali, dia sudah tidak bisa menahan nya lagi, hingga jatuh pingsan.


Pingsan dengan posisi telungkup.


Bellova juga pingsan di kamar, di dekat pintu juga. Mereka berdua sama-sama tidak sadarkan diri di tempat yang berbeda, tapi sama-sama di dekat pintu.


*******


Satmaka baru saja mengantar Rakha ke sekolah, sekalian bertemu dengan Arshinta. Karena mereka berdua ingin bertemu dengan Abraham dan Bellova.


“Kakak…” Rakha baru saja turun dari mobil, setelah mereka parkir di halaman sekolah.


Rakha berlari menuju Arshinta yang sudah berdiri di depan kelas.


“Sayang… jangan lari-lari, kan sudah sering di ingatkan. Nanti kamu bisa jatuh loh.” Ucap Arshinta menasehati Rakha yang sebentar lagi akan menjadi anak nya.


“Aka kangen sama kak Shinta.” Anak itu mengecup pipi Arshinta, akhir nya wanita itu luluh dengan sikap lucu dan menggemaskan Rakha.


Satmaka yang menyusul nya dari belakang.


“Jadi kita kerumah Abraham?” tanya Satmaka.


“Iya dong. Aku juga sudah menunggu mu.”

__ADS_1


“Rakha di sini dulu ya, belajar yang semangat, nanti papa jemput sepulang sekolah.” Pinta papa nya mengusap kepala Rakha.


“Siap papa, Akha tunggu di kelas ya.” Anak itu menjawab dengan semangat.


Kelas Rakha sudah di mulai, di saat itu Arshinta dan Satmaka pun pergi, tujuan mereka adalah tempat tinggal Abraham.


“Bram kan pasti sedang kerja, apa mau bertemu dengan Lova?” tanya Satmaka yang duduk di kursi kemudi.


“Iya, aku ingin tanya apakah ada yang masih kurang dalam persiapan nya.” Jawab Arshinta.


“Entah kenapa perasaan ku juga tidak enak. Ada sesuatu yang aku khawatirkan tapi aku tidak tahu.” Ucap Arshinta gelisah.


“Itu hanya perasaan mu saja kok sayang.” Satmaka menenangkan calon isteri nya.


Walau sudah di tenangkan Satmaka, namun Arshinta masih gelisah.


Mereka pun sudah sampai di depan rumah Abraham.


“Mobil nya kak Abraham ada di sini, apa dia belum berangkat bekerja?” Arshinta baru turun dari mobil dan melihat mobil Abraham yang terparkir.


“Tapi kok kunci mobil nya masih ada di sini sayang? Apa dia lupa?” Satmaka menarik kunci mobil yang masih menggantung.


Arshinta semakin gelisah, dengan cepat dia masuk kedalam rumah, di susul Satmaka dari belakang.


Karena jarak nya sedikit jauh dari halaman parkir, dan ada lorong jalan yang sudah di keramik sebelum masuk.

__ADS_1


Tok…tok…tok..


Arshinta mengetuk pintu, tidak ada jawaban.


Satmaka juga sudah memencet bel beberapa kali, dan tetap tidak ada tanda-tanda akan di bukakan pintu.


Arshinta panik, melihat Satmaka yang ada di samping nya.


Dia ingin mencoba membuka pintu, dan..


Klik..


“Kok pintu nya tidak di kunci?” Arshinta melihat Satmaka.


Karena pintu yang tidak di kunci, mereka masuk.


Tak…


“Kak Bram..” Arshinta yang panik segera mendekati Abraham yang masih belum sadar, tergeletak di lantai.


“Kak, bangun kak.” Dia berusaha membangunkan kakak nya itu.


“Seperti nya dia pingsan, tapi di mana Lova? Kamu coba cek dulu, biar aku yang urus Abraham.” Suruh Satmaka.


Arshinta pun pergi kelantai atas, sambil memanggil nama Bellova.

__ADS_1


“Kakak ipar, kakak..” dengan langkah cepat menaiki anak tangga.


Satmaka secara pelan mengangkat tubuh Abraham ke atas sofa yang terdekat dengan nya.


__ADS_2